Pasangan Yang Kejam Dan Dingin

Pasangan Yang Kejam Dan Dingin
Bab 3


__ADS_3

1 minggu sudah berlalu, pernikahan Revan dan Azri pun sudah selesai tadi sore. Memang acara pernikahannya tidak dibuat terlalu besar, hanya keluarga dekat dan teman dekat dari orang tua mereka yang diundang. Tetapi meskipun bergitu pernikahannya digelar mewah dengan dekorasinya yang sangat mahal. Sementara itu Azri dan Revan sudah berada di kamar pengantin setelah acara pernikahan selesai.


Azri yang sudah kecapean mengikuti acara pernikahan langsung mengganti baju dan merebahkan dirinya ditempat tidur yang berukuran king size itu.


"zri kok lo langsung tidur sih" sungut Revan


"trus mau lo gw ngapain??" tanya Azri dingin


"yahh malam pertama lah" ucap Revan dongkol


"jangan macem-macem yah van gw masih sekolah" ucap Azri sambil menatap ke arah Revan tajam


"iya-iya gw tau, habisnya lo pake dress tidur segala" gerutu Revan dengan wajah lesu


"suka-suka gw lah" ucap Azri santai dengan posisi tidur


"cih" gumam Revan kesal sambil memposisikan dirinya tidur disamping Azri


"yaudah gw peluk lo aja ya" pinta Revan


"terserah lo aja" jawab Azri yang males meladeni Revan


"berarti boleh itu dong" Revan yang masih mengharapkan sesuatu yang ada di otaknya


"Revannn, jangan sampai gw taro lo tidur di luar ya" bentak Azri mengancam


"iya iya maaf Azri" ucap Revan sambil memeluk pinggang Azri dan menjadikannya seperti bantal guling. pasangan itu pun tertidur nyenyak dikamarnya.


******


keesokan harinya


"aduhh kok badan gw pegel banget ya" gerutu Azri yang merasa semua badannya pegal pegal terutama di bagian pinggang dan perut. ia pun menoleh ke arah belakang dan melihat Revan yang memeluknya seperti bantal guling


"awas Revan tangan lo" sungut Azri dengan wajah sebal sambil menarik tangan revan yang melingkar di perutnya


"apa sih zri gw masih ngantuk banget nih" lirih Revan yang malah memeluk Azri semakin erat diikuti kakinya yang memeluk paha Azri.


"Revannnn" teriak Azri yang emosinya sudah memuncak di ubun ubun


"apa sih zri pake teriak teriak segala masih pagi tau" ucap Revan sedikit kesal dengan matanya tetap menutup


"badan gw pegel pegel Revan, awas aja besok jangan mimpi tidur sama gw" ancam Azri yang masih terikat oleh pelukan Revan


"iya Azri istriku yang cantik, gak usah ngancem gitu dong"


"habisnya badan lo lebih enak dipeluk daripada bantal guling yang asli" ucap Revan yang takut ancaman Azri jadi kenyataan sambil melepaskan pelukannya dari badan Azri

__ADS_1


"gombal gak ngaruh ke gw"  ucap Azri sambil turun dari tempat tidurnya. Revan pun kembali tertidur walaupun tanpa Azri disampingnya


"Revannnnnn" teriak Azri kencang


"kenapa lagi sih zri" ucap Revan yang kaget dengan teriakan Azri


"pake nanya lagi lo kita mau sekolah nanti bisa telat" ucap Azri emosi


"ohh iya gw lupa" lirih Revan sambil beranjak dari tempat tidurnya. Revan pun berjalan ke arah kemar mandi yang ada di dalam kamarnya itu, namun saat ingin membuka pintu sesuatu hal terlintas dipikirannya itu.


"zri kita mandi bareng yokk please..." ucap Revan sambil memohon


"wah gila lo ya" ucap Azri dingin sambil merapikan tempat tidur mereka


"yahh kan udah sah, dulu juga kita sering mandi bareng. lagipula sekalian menghemat waktu juga" ucap Revan memberikan alasan dengan harapan permintaannya terkabul walaupun sedikit mustahil. Azri yang mendengar alasan dari Revan sedikit berpikir sebelum dia menjawabnya.


"yaudah ayok" jawab Azri dengan wajah dinginnya


"yesssssss" Revan yang sangat senang karena permintaan mustahilnya terkabul. mereka pun segera memasuki kamar mandi itu bersama.


"wowww tubuh lo bagus banget zri" ucap Revan yang memandangi istrinya itu


"biasa aja kali liatnya. awas aja lo sampe macem macem"


"gw mau mandi bareng supaya cepat bukannya bikin lama" ucap Azri sedikit mengancam]


"emangnya lo gak ngiler melihat tubuh gw yang atletis ini" ucap Revan narsis


"nggak tuh biasa aja. dari dulu gw terakhir liat sama aja bentuk badan lo. paling itu aja yang tambah gede" ucap Azri dingin tanpa merasa aneh


"apanya zri yang tambah gede??" goda Revan ingin membuat istrinya itu malu


"bagi*n b*wah lo lah" ucap Azri yang berusaha tenang walaupun sedikit malu


"ciee blushing" goda Revan sambil menatap wajah Azri yang mulai memerah


"gak ada uang jajan hari ini buat lo" ucap Azri dengan nada tinggi dan masih mencoba berusaha tenang. sementara Revan yang mendengar itu langsung ketakutan


"please beib jangan dong" Revan memohon pada Azri dengan wajah takutnya sambil memeluk Azri


"gombal lo gak ngaruh" ucap Azri yang sudah kesal


"haishhh" gumam Revan yang pasrah setelah mendengar perkataan Azri


mereka pun segera menyelesaikan urusan mereka di kamar mandi. Setelah itu mereka lanjut mengenakan pakaian sekolah dan segera turun ke lantai bawah untuk sarapan bersama orang tuannya


"wahhh anak mommy udah siap aja ke sekolah" ucap Rika yang sedang menyiapkan makanan dan dibantu oleh Riana beserta para pembantunya

__ADS_1


"iya tuh emang kalian gak ngapa ngapain selain tidur" goda Riana


"nggak tuh" jawab Azri dengan wajah dinginnya sementara Revan hanya bisa duduk diam sambil memakan makanannya.


"cieee pengantin baru udah turun duluan aja nih" ucap Tasya menggoda


"tau tuh bukannya harusnya nganu dulu hahahaha" sambung Tiara yang membuat kedua gadis itu saling tertawa. Tetapi ketika melihat tatapan tajam Azri mereka langsung kembali terdiam dan ikut makan. Setelah itu mereka berangkat dengan mobil Revan seperti hari hari biasanya.


******


bel berdering tanda istirahat di sekolah. para murid pun berhamburan menuju kantin untuk mengisi perut mereka. Sementara Revan yang gak ada uang sekali karena buat ulah sama Azri hanya bisa terduduk diam di bangkunya.


"lo kenapa bro??" tanya teman sebangku Revan yang melihat wajah temannya sendu


"gw gak ada uang bro buat jajan" ucap Revan pelan dengan posisi tidur menyandarkan bagian atas tubuhnya di atas meja.


"lo gimana sih bro gak ada uang tapi malah sekolah disini" ejek temannya itu. Sementara murid murid lain disekitar mereka yang mendengar itu tersenyum karena mendapatkan gosip baru. Sementara teman sebangku Revan sudah meninggalkannya daritadi.


"haisss nasib...nasib" gumam Revan merutuki kebodohannya sendiri. Dia pun beranjak dari bangkunya keluar ruang kelas dengan tujuan untuk menghirup udara segar di lingkungan sekolah.


Revan yang tidak mendapat uang dari Azri berjalan menatap murid murid lain sambil menikmati suasana sekitar sekolah. Namun raut wajahnya itu berubah 180 derajat setelah mendengar sebuah teriakan.


"Azriii" ucapnya mengetahui kalau suara teriakan itu adalah suara Azri. Revan pun dengan segera berlari ke arah sumber suara. Setelah sampai di tempat kejadian ia melihat seorang murid pria berteriak keras sambil meringis kesakitan dan terjatuh dilantai. Dan ia juga melihat Azri yang memegangi bibirnya dengan mata berkaca-kaca.


"tanpa pikir panjang ia pun segera menggendong Azri dengan gaya koala. setelah itu ia membawanya kedalam mobil dengan cepat. setelah memasuki mobil  Azri masih tetap diam sambil memeluk Revan dengan gaya koala.


"kamu kenapa beib" tanya Revan halus dan lembut sambil merapikan rambut Azri yang berantakan


"diaa....di...a nyium gue" lirih Azri sambil terisak.


Setelah mendengar ucapan Azri, Revan dengan cepat langsung mencium bibir Azri beberapa saat dan setelah itu ia melepaskannya.


"maaf ya zri gue gak jagain lo" ucap Revan dengan nada parau. Sementara Azri tidak menghiraukannya dan tetap memeluk Revan yang menggendongnya dengan posisi tadi. Setelah beberapa saat Azri menjadi tenang.


"terus cowo tadi kenapa dia teriak juga zri??" tanya Revan pada Azri yang sudah tenang di pelukannya.


"mulutnya gw tonjok sama tangannya gw putar sampai patah. tadinya mau gue bunuh tuh orang" ucap Azri kesal dengan aura membunuhnya.


"hahahaha" Revan yang mendengar itu tertawa terbahak.


"kenapa lo suka dia nyium bibir gue" ucap Azri kesal


"nggaklah beib, malahan aku mau matahin tangannya kalau tadinya kamu belum matahin tangannya"  ucap Revan sambil mengeratkan pelukannya pada Azri


 


 

__ADS_1


__ADS_2