
keesokan harinya pada pagi hari dimana sinar matahari sudah menembus jendela kamar dimana Azri dan Revan masih tertidur.
"aduhh badan gue pegel pegel lagi" gerutu Azri malas sambil membangunkan dirinya dari posisi tidurnya. Azri kemudian menoleh kesamping melihat suaminya yang masih tidur itu.
"kok kamu tampan banget sih sayang" lirih Azri yang terpesona dengan wajah Revan yang masih tertidur itu.
"iya dong sayang kan aku suami kamu" ucap Revan sambil meregangkan tangan dan kakinya.
"gak usah kepedeean" ucap Azri kesal karena tidak menyangka kalau Revan sudah bangun
Revan terseyum mendengar perkataan Azri dan langsung mencium bibir Azri yang menggoda itu.
"apaan sih van cium cium gue" ucap Azri kesal
"habisnya kamu cantik banget beibb" goda Revan sambil menciumi pipi Azri
"gombal" balas Azri sambil mendorong muka Revan yang masih ingin menciumi dirinya itu
mereka pun segera merapikan tempat tidurnya dan mempersiapkan koper koper dan tasnya yang akan dibawa. Dan setelah itu mereka turun kebawah untuk sarapan bersama keluarganya
"kalian mau langsung pindah pagi ini sayang??" tanya Rika melihat Azri dan Revan turun dengan membawa koper beserta tas tas mereka
"ia mah takutnya masih banyak yang mau diurusin disana" jawab Azri
"ohh iya van kalian kan udah nikah jadi papa udh gak ngasi uang lagi ya ke kalian" ucap Tino sambil memakan sarapannya itu
"lah terus nanti kami dapet uang darimana kalo gitu pa??" ucap Revan kaget mendengar pernyataan dari mertuanya itu
"kalo urusan itu nanti papi bakal kasih salah satu cabang perusahaan papi ke kamu" ucap leo menanggapi pertanyaan anaknya itu
"iya harusnya kalian berdua udh sanggup kan untuk ngurus perusahaan" sambung Tino
Tino dan Leo mempunyai perusahaan yang sangat besar yang memiliki pengaruh sampai ke luar negeri, apalagi setelah Azri dan Revan menikah kedua perusahaan itu bersatu dan diberi nama Ranjaya grup. Perusahaan itu kini menjadi salah satu perusahaan terbesar di dunia. Jadi bisa dibilang cabang perusahaannya saja sudah cukup besar untuk menguasai sebuah negara.
"oke deh kalo gitu pa" jawab Revan menyetujui
setelah sarapan kedua pasangan itu segera pergi menuju rumah baru mereka.
"emang rumah baru kita dimana sih van" tanya Azri
"panggil aku beib dulu baru aku mau jawab" ucap Revan sambil tersenyum menggoda Azri
"cih"
"rumah kita ada dimana sih beib" ucap Azri dengan sedikit terpaksa
"rumah kita ada di dekat sekolah sayang, lebih tepatnya ada dibelakang sekolah" jelas Revan sambil mencubit pipi Azri gemas
"ouhh"
"kita ke supermarket dulu van" ucap Azri tetapi tidak ditanggapi oleh Revan
__ADS_1
"Revan kamu denger gak sih" teriak Azri melihat Revan yang hanya diam saja. Tetapi Revan hanya tetap diam tak bergeming.
"Revan lo kenapa sih" ucap Azri bingung. Revan hanya membuang mukanya cuek tidak menanggapi Azri
"lo pikun atau gimana sih zri kan lo udah janji panggil aku beib" ucap Revan kesal
"yee gitu aja marah lo" ucap Azri yang tidak menanggapinya dengan serius. mendengar itu Revan semakin kesal dan mempercepat kecepatan mobilnya melewati supermarket yang ingin dituju Azri.
"van itu supermarketnya udah lewat" rengek Azri
"biarin aja" jawab Revan cuek
"beib muter balik beib please.... aku mau ke supermarket dulu" ucap Azri memohon sambil mencium pipi Revan. Revan hatinya luluh dengan perlakuan Azri menuruti keinginan istrinya itu
"iya iya" jawabnya dengan nada yang tetap cuek.
Setelah selesai berbelanja di supermarket, mereka pun langsung bergegas pulang ke rumah baru mereka.
"ini rumahnya beib??" tanya Azri menunjuk rumah besar yang bisa dibilang mini mansion.
"iya kayaknya" jawab Revan sambil memasuki rumah itu dan memarkirkan mobilnya di garasi rumah. Setelah itu mereka merapikan barang dan bajunya dan mengisi persedian dengan belanjaan yang sudah mereka beli tadi sampai malam. tak terasa hari sudah malam dan mereka juga sudah menyelesaikan segela urusan mereka.
"aduhhh aku capek banget nih beib, ini kamar kita yang mana kayaknya banyak banget kamarnya" ucap Azri sambil meregangkan semua bagian tubuhnya
"di atas cuman ada 1 kamar beib, kayaknya itu deh kamar utamanya" jawab Revan sambil berjalan menuju kamar tersebut diikuti oleh Azri
setelah memasuki kamar itu mereka langung merebahkan dirinya di atas tempat tidur king size itu dan tertidur nyenyak.
*******
"aduhhh kenapa sekarang wajah gue jadi ikutan kaku" ucap Azri dengan mata masih tertutup. Setelah perlahan membuka matanya ia pun kaget melihat Revan yang memeluknya dari depan dengan bibirnya yang terus menempel di pipinya. Azri yang tadinya ingin teriak jadi batal karena sudah pasrah melihat hobi suaminya itu yang suka menjadikannya bantal hidup saat tidur.
"beib bangun beib, udah pagi nih" ucap Azri yang kini dengan nada lembut sambil menggoyangkan pipi Revan.
"sebentar lagi beib" ucap Revan yang sedikit tersadar karena diganggu Azri. Azri menjadi geram melihat tingkah Revan yang malah kembali tidur. Azri melepaskan dirinya dari pelukan Revan dan memposisikan duduk di atas dada Revan dan menunduk mencium bibir Revan sambil menutup hidung Revan menggunakkan tangannya. Revan yang tiba tiba tidak bisa bernafas terbangun seketika dan menarik tangan Azri yang menutup hidungnya.
"kamu mau aku mati beib" ucap Revan kesal dengan nada tinggi.
"yahh habisnya kamu gak mau bangun" ucap Azri sambil menggembungkan pipinya kesal
"kamu imut banget sih beib kalo lagi kesal, jadi gemes" ucap Revan tersenyum melihat Azri yang masih duduk di atas tubuhnya.
"gak usah gombal gak ngaruh" ucap Azri dengan wajah datarnya.
Tiba tiba HP Revan yang ada di atas nakas berdering. Revan segera mengambil hpnya itu dan mengangkatnya setelah melihat nama yang tertulis.
"Revan kamu ada dimana sekarang" tanya orang dalam telpon itu yang adalah Leo ayah Revan
"dirumah lah pa"
"papa minta kamu hari ini izin sekolah dulu sama Azri"
__ADS_1
"emang ada masalah apa pa"
"papa mau kamu jadi direktur di cabang perusahaan papa, dan kamu harus datang sekadar perkenalan saja"
"ohh yaudah kalao gitu pa, Revan siap siap dulu sama Azri"
setelah menutup panggilang Revan meletakkan HPnya kembali ke nakas yang ada disamping tempat tidurnya.
"siapa beib" tanya Azri bingung
"papa tadi nyuruh kita izin sekolah dulu dan minta kita perkenalan ke kantor cabang hari ini"
"ohh gitu" jawab Azri dengan wajah datarnya. setelah itu Azri beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.
"mau kemana beib" tanya Revan melihat Azri beranjak dari tempat tidur tanpa sepatah katapun
"mau mandi dan siap-siap lah" jawab Azri cuek
"mandi bareng beib" ucap Revan sambil berlari mengejar Azri yang sudah berada dalam kamar mandi.
********
Di sekolah
"pak saya mau minta pertanggung jawaban" teriak seorang ibu pada seorang bapak di sebuah ruangan.
"tenang bu kita disini juga perlu penjelasan" ucap bapak itu yang adalah kepala sekolah di sekolah tersebut.
"penjelasan apanya pak, apakah kurang jelas kalau tangan anak saya patah"
"kami mengerti bu, tapi kami juga butuh penjelasan dari pihak lain, jadi kami berharab ibu sabar menunggu"
Di sela pembicaraan tiba-tiba seorang guru mendatangi kepala sekolah dan berbisik ditelinganya. Dan kepala sekolah menjawabnya dengan anggukan tanda mengerti.
"maaf bu sepertinya anak yang ibu maksud sedang tidak masuk sekolah jadi ada baiknya kalo kita lanjutkan esok hari"
"pasti anak itu takut pak, langsung saja datangi rumahnya, pokoknya saya membutuhkan pertanggung jawaban secepatnya" bentak sang ibu sambil keluar dari ruangan tersebut.
Ibu itu bernama Santi yang adalah isteri dari walikota. Dan tentu bobi yang tangannya dipatahkan oleh Azri adalah anak kandungnya. Sebagai isteri walikota Santi malah menyalahgunakan kekuasaan suaminya itu. Begitu juga anaknya yang jadi sombong dan manja pada ibunya itu.
******
Di sebuah gedung besar yang adalah kantor cabang dari perusahaan Leo. Terdapat sebuah acara yang dimaksudkan untuk memperkenalkan direktur baru yang tidak lain adalah Revan.
"saya perkenalkan anak saya Revan dan istrinya Azri. mulai sekarang merekalah yang akan menjadi bos kalian sekaligus orang yang memegang tanggungjawab dalam mengembangkan perusahaan kita agar nantinya lebih maju lagi" ucap Leo panjang lebar dengan bangga memperkenalkan anaknya itu.
Sementara istrinya beserta Tino dan Riana berada di bangku penonton sedang menikmati acara tersebut dengan bangga. Tasya dan Tiara tidak bisa mengikuti acara tersebut karena harus bersekolah. kurang lebih satu jam dan akhirnya acara itu selesai dengan lancar dan sempurna. banyak yang bertanggapan positif tentang Revan dan Azri, tetapi tidak sedikit juga yang ragu dan berpikiran negatif pada Revan dan Azri.
__ADS_1
Silahkan komentarnya dan jangan lupa like kalo suka .