
"terus sekarang kamu mau balik kesekolah atau mau langsung pulang??"tanya Revan lembut pada Azri sambil mengusap kepala Azri dengan tangannya
"mau langsung pulang " ucap Azri singkat dengan nada dingin sambil terus memeluk Revan
"ok beib, yaudah sekarang kamu duduk samping dong supaya aku bisa nyetir" ucap Revan pada Azri. Tetapi Azri hanya menggeleng kepala dan memeluk Revan erat. Melihat itu Revan hanya bisa tersenyum gemas melihat Azri dan melajukan mobilnya ke rumah.
Dari sekolah ke mansion Azri membutuhkan waktu 20 menit.
"beibb..." ucap Azri manja di pelukan Revan. Revan yang saat itu sedang menyetir jadi kaget mendengar Azri yang dingin tiba tiba menjadi manja padanya.
"kenapa beib" tanya Revan sambil memandangi wajah Azri yang memeluknya
"bi..bibir aku" ucap Azri dengan mata mulai berkaca-kaca sambil memonyongkan bibirnya. Revan pun mencium bibir Azri sambil tetap fokus menyetir.
"kayaknya Azri orangnya gampang banget trauma" pikir Revan melihat Azri yang terus meminta bibirnya dicium setiap saat selama mereka diperjalanan. Setelah beberapa saat, mereka pun sampai di mansion Azri. Di mansion itu tidak ada orang hanya ada penjaga dan para pembantu. Sementara Riana dan Tino masih bekerja mengurus perusahaan mereka.
"ayok zri turun udh nyampe nih" ucap Revan pada Azri yang masih dalam pelukannya.
"gendong" ucap Azri sedikit manja. mau tidak mau Revan harus menggendong Azri ke kamar mereka. Ia pun menurunkan Azri di atas tempat tidur.
"awww" lirih Revan yang merasa semua badannya keram karena kelamaan menggendong Azri. Karena merasa semua badannya kesakitan ia pun ikut merebahkan dirinya disamping Azri. Sementara Azri yang melihat itu tertawa melihat tingkah Revan
"giliran aku kesakitan baru kamu ketawa beib" ucap Revan sedikit kesal, dan Azri hanya membuang muka cuek mendengar ocehan Revan.
Setelah beberapa saat terdiam Azri pun mulai minta Revan untuk menciumnya bibirnya lagi dan dengan senang hati Revan menurutinya.
"kamu kenapa sih zri kok bisa sampe trauma gini??" tanya Revan sambil memeluk Azri. Azri pun mulai cerita pada Revan.
~~flashback on
murid murid kelas 10 segera berhamburan pergi ke kantin setelah bel istirahat berbunyi.
"wah gila bro ada cewe cantik tuh" ucap salah satu murid kelas 10 sambil menunjuk perempuan yang tidak lain adalah Azri yang lewat di depan mereka.
"iya bro dia pasti model papan atas tuh" ucap temannya sambil terus memandangi Azri yang ada di depan mereka
"wah pasti enak tuh kalo jadi pacarnya" sambung temannya
"bodolah pokoknya gw mau cium dia dulu" ucap seorang murid yang paling menonjol di perkumpulan itu
"bro jangan gila dong bro, lo serius??" tanya temannya meyakinkan
"lo gak kapok apa pas SMP diskors karena lakuin hal gila kek gitu" ucap temannya yang memperingatinya
"bodolah gue bisa ngerasain bibirnya yang seksi itu" ucapnya sambil berlari ke arah Azri. Tanpa basa basi dia langsung mencium bibir Azri dari belakang.
Azri yang kaget langsung menyikut perut murid kelas 10 itu sampai meringkuk kesakitan. Setelah itu ia segera menendang muka cowo itu dan langsung menarik tangannya dan mematahkannya sehingga membuat murid itu teriak kesakitan. Setelah mendengar suara Revan yang teriak memanggilnya ia pun langsung terduduk lemas mengingat bibirnya sudah dikotori oleh murid yang kini telah meringkuk kesakitan didepannya. Azri pun langsung memegang bibirnya dengan mata yang sudah berkaca kaca
~~flashback off
"ouhh gitu ceritanya" ucap Revan dengan rasa penasaran yang sudah terjawabkan sambil menatap wajah Azri yang menggoda itu. Namun tiba-tiba HP Revan berdering dan ia segera mengangkatnya.
__ADS_1
"halo"
"bang revan dimana sih, kami udh nungguin nih daritadi" ucap Tasya dari telpon
"ini gue lagi anter Azri pulang duluan tadi. kalian tunggu aja disitu ntar lagi gue kesana"
"hahh emangnya kak Azri kenapa??"
"emang kalian gak tau yang kejadian tangan siswa patah tadi"
"hahh emang hubungannya sama kak Azri apaan"
"iya itu Azri yang matahin tangannya"
"whatttt aku gak salah denger"
"udah nanti gue jelasin pas pulang, kalian tunggu aja disitu" ucap Revan yang kemudian mematikan panggilang itu.
*******
Di sebuah rumah mewah dan besar.
"sayang kok tangan kamu bisa sampai patah begini sih" tanya sang ibu khawatir
"itu gara-gara perempuan jalang itu mah di sekolah, padahal aku cuman mau kenalan tapi dia langsung patahin tangan aku jadi kayak gini" ucapnya sambil menahan rasa sakit di tangannya itu
"kurang ajar, bilang sama mama nanti mama akan suruh papa kamu biar ngasi pelajaran ke anak itu" ucap sang ibu kesal dan emosi
"tenang aja nak, mama akan balaskan perbuatan anak itu" ucap sang ibu dengan wajah emosi
*******
Sementara itu Revan menceritakan dan menjelaskan kejadian sesungguhnya yang terjadi pada Azri di sekolah pada orantuanya dan kedua adik keponya itu.
"jadi sekarang keadaan Azri gimana nak" tanya Riana pada Revan
"gakpapa kok mah, dari yang Revan liat tadi Azri kayak mengalami trauma ringan gitu" jelas Revan pada orangtuanya
"terus sekarang dia ada dimana van??" tanya Rika yang juga sengaja datang ke mansion sahabatnya itu untuk sekadar menanyai kabar dan melepas rindu pada anaknya.
"dia masih tidur ma dari tadi siang di kamar" jawab Revan
Sementara Tino dan Leo yang sudah menyelesaikan obrolannya tentang perusahaan ikut bergabung dengan Revan dan kedua istri mereka itu.
"Revan kalian kan udah menikah, alangkah baiknya kalo kalian tinggal dirumah kalian sendiri agar lebih mandiri" ucap Tino yang membuka pembicaraan
"iya van bener kata mertua kamu" sambung Leo meyakinkan Revan
"kalo Revan sama Azri sih mau mau aja kok pa" jawab Revan
"tadi papa udah beli mini mansion dekat sekolah kalian, gimana kalo kalian tinggal disitu aja" ucap Tino
__ADS_1
"boleh kok pa" jawab Revan
"yaudah malam ini kalian beresin perlengkapan kalian malam ini, mumpung besok hari libur jadi kalian lebih leluasa pindahnya" jelas Leo pada Revan
"ok pa, yaudah Revan ke kamar dulu ya ma,mi,pa,pi" ucap Revan pada keempat orang tuanya itu. sesudah itu ia segera naik ke atas menuju kamarnya. ketika ia membuka pintu ia melihat Azri yang masih tertidur.
"kamu masih tidur beib" ucap Revan gemas sambil melompat menimipa Azri yang dalam posisi berbaring
"apaan sih Revan, sakit tau" gerutu Azri
"habisnya kamu tidur mulu udah kayak kebo" ucap Revan sambil mencubit pipi Azri gemas
"apa lo bilang" ucap Azri geram
"kok panggilnya malah lo gue, perasaan tadi siang udah panggil beib ke aku" ucap Revan
"suka suka gue lah" jawab Azri cuek
"yahh kalo gitu aku sukanya sama Azri pas trauma aja deh" ucap Revan
"yaudah kalo gitu jangan tidur sama aku jangan ngomong sama aku jangan deket deket aku" ucap azri cuek
"yahh jangan gitu dong beib, kamu kok jahat sama aku" ucap Revan membujuk Azri
"orang lo duluan yang mulai" ucap Azri ngambek
"yaudah maafin aku yah beib" ucap Revan sambil memeluk Azri
"nggak" jawab Azri dingin
"yaudah kalo gitu aku gak akan lepasin kamu beib" ucap Revan sambil mencium semua bagian muka Azri tanpa melepas pelukannya itu. Namun Azri tetap diam tak bergeming. Melihat itu Revan pun langsung mencium bibir Azri. Azri pun mendorong badan Revan untuk melepaskan ciuman Revan
"ia ia gue maafin" ucap Azri cuek dengan wajah dinginnya
"yaudah beib kita harus beresin perlengkapan kita soalnya tadi kita disuruh pindah" jelas Revan pada Azri
"hahhh pindah apa?? kenapa??" tanya Azri binggung
"pindah rumah lah beib, katanya supaya bisa hidup mandiri" jawab Revan
"ouhhh" lirih Azri
setelah itu mereka merapikan perlengkapan mereka yang perlu dibawa seperti pakaian dan buku buku sekolah untuk dibawa ke rumah baru yang akan mereka tinggali nanti
__ADS_1