PAULINA MENJADI PAULA

PAULINA MENJADI PAULA
BAB 4 : MENIRU GAYA PAULA


__ADS_3

...MENIRU GAYA PAULA...


Setelah dua minggu keadaan Pak Ruslan semakin baik, dan beliau sudah di izinkan pulang ke rumah.


" Abah teh betah di rumah sakit ? " Celetuk Paulina menggoda Ayahnya.


" Yah.....gak atuh, semua orang pengennya cepat-cepat pulang. " Seru Abah.


" Hehehhehe.....di kirain betah, Bah " Kata Paulina sambil mengemasi barang-barang yang akan di bawa pulang.


" Kamu jadi mau kerja di jakarta ? " Tanya Abah tiba-tiba dengan raut wajah yang sedih.


Paulina termenung memandangi tembok di depan matanya.


" Paulina ? " Panggil Abah dengan suara yang lembut.


" Ja-jadi atuh Abah, lagian sudah tanda tangan kontrak juga. Kenapa ? Abah gak mau, aku pergi ? " Paulina duduk di pinggir tempat tidur.


" Abah teh penginnya kamu kerja di bandung aja, gak usah merantau ke Jakarta. Tapi....." Wajah Ruslan terlihat murung, Ia tidak sanggup menahan air mata yang mengalir di wajahnya.


" Iihh Abah kok nangis, jangan nangis atuh teh. Neng kan jadi ikut mewek ini ? " Gerutu Paulina ikut menangis bersama Ruslan.


" Masa mau di tinggal pergi putrinya gak nangis, kamu mah ada-ada aja" Ruslan memeluk Paulina sambil mengusap punggungnya.


" Bae-bae di jakarta, jangan sampai kebawa arus."


" Yang paling penting teh, harus bisa jaga diri. kalau kata orang jakarta tuh jangan mau di *****-***** "


" Hahahhahaha "


" Ihh....Abah dapat dari mana itu ? " Kata Paulina dengan wajah yang gemas.


" Abah ge gini-gini anak gaul, Neng " Celetuk Abah.


Suasana yang tadinya sedih berubah jadi lucu karena Ruslan tidak mau perpisahan dengan putrinya jadi berurai air mata.


...♡♡♡♡♡♡...


Selama sebulan Paulina akan tinggal di rumah Paula untuk meniru dirinya, mulai dari cara bicara, pakaian, apa saja yang di sukai dan tidak di sukai oleh Paula, dan masih banyak hal lagi yang harus di pelajari.


Hubungan keduanya pun semakin dekat layaknya saudara kembar, dan sejak mengenal Paulina hidup Paula berubah jadi lebih ceria.


Paulina mampu mengisi ruang di hati Paula, sebenarnya yang di butuhkan Paula hanyalah seorang teman untuk berbagi cerita dengan dirinya.


Paulina sendiri seperti mendapatkan seorang kakak dalam diri Paula, dan entah mengapa Ia merasa memiliki sebuah ikatan dengan gadis kaya itu.


" Masa sih ? " Seru Paula tidak percaya dengan perkataan Paulina.


" Serius Teh, saya gak bohong. "


" Kalian sedang cerita, apa ? " Kata Sean tiba-tiba muncul dari belakang Paula.


" Rahasia " Kata Paula sambil mencium bibir Sean dengan lembut.


" Ya.....ya....ya.....urusan wanita, pria tidak boleh ikut campur " Gumam Sean sambil berlalu.


Paula menggelengkan kepalanya.


Paulina mendengarkan cerita Paula dengan wajah yang serius sambil mencatat hal yang di anggap penting.


Ibu ku jatuh cinta dengan seorang pria yang bernama Pramana Saputra, yang tak lain adalah supir pribadinya.

__ADS_1


Hubungan cinta itu terus berlanjut selama belasan tahun hingga Andini mengandung Paula, tentu saja Pramana bersedia untuk bertanggung jawab dan mau menikahi Andini.


Nenek menentang pernikahan tersebut bahkan tega mengusir putri kandungnya sendiri, dan menghapusnya dari daftar keluarga.


Pramana tetap mencintai Andini meski gadis itu sudah tidak memiliki harta yang berlimpah, Lalu menikahinya.


Mereka pun menetap di kota bandung, sampai usia ku menginjak sepuluh tahun.


Suatu hari Pramana mengajak isteri serta anaknya untuk jalan-jalan ke ragunan, nasib kekuarga itu sungguh sial, bus yang di tumpanginya mengalami kecelakaan beruntun.


Dari sekian banyaknya penumpang yang selamat hanya ada lima orang, termasuk Paula.


Kemudian aku di asuh oleh Nenek di jakarta, dan di sana ada seorang pria berusia dua puluh tahun.


Paulina menangis mendengarkan cerita Paula, kisahnya sungguh mengharukan.


Paula memberikan tissue kepada Paulina untuk menghapus air mata serta ingusnya yang mulai turun ke bawah.


" Terima kasih, Teh " Seru Paulina sambil membuang ingusnya.


" Maaf Teh, saya orangnya gampang terbawa suasana jadi begini " Katanya sesugukan.


Hanya ada tiga orang yang tulus mendengarkan cerita hidupnya, selebihnya cuma pura-pura bersimpati.


" Kamu mau minum ? " Tanya Paula.


" Tidak usah Teh, lanjutin aja ceritanya " Pinta Paulina.


Paula menuruti perkataan Paulina sambil tersenyum.


Satu tahun kemudian, Nenek meninggal dunia, dan menitipkan Paula kepada anak angkatnya yang bernama William.


" Jadi yang harus saya temui adalah pria yang bernama Willian ? " Tanya Paulina yang mulai memahami situasi.


" Sebisa mungkin kamu harus menjauh dari Paman " Kata Paula mengingatkan Paulina.


" Siap Teh " Jawab Paulina


...♡♡♡♡♡♡...


Hal utama yang di lakukan Paulina adalah mengubah gaya rambutnya seperti Paula, jadi hari ini mereka akan pergi ke salon.


" Lo bohong kan sama gue. " Celetuk Dinda pemilik salon langganan Paula.


" Bohong apaan ? " Jawab Paula sambil mengkerutkan keningnya.


" Itu lho si Paulina. " Ujar Dinda.


" Paulina, kenapa ? " Paula malah balik bertanya.


" Dia saudara kembar, Lo kan. " Dinda menatap wajah Paula dengan serius.


" Hah ? "


" Lo lupa atau gih mana sih ? jangan ngada-ngada deh, kita kan temenan udah dari kecil, bambang." Seru Paula sambil menggelengkan kepalanya.


" Habis.......ah....gak tau deh " Sahut Dinda sambil berlalu.


Paula tersentak melihat perubahan yang terjadi pada wajah gadis itu. pantas saja tadi Dinda mencurigainya.


Mereka berdua benar-benar sangat mirip, seperti saudara kembar yang sesungguhnya.

__ADS_1


" Mirip banget " Seru Paula sambi membawa Paulina ke depan cermin.


" Teteh, kita mirip banget " Celetuk Paulina tidak percaya dengan yang di lihatnya.


" Iya, kamu benar " Paula melihat pantulan dirinya bersama dengan Paulina dengan rasa kagum.


Kemudian hal terakhir yang harus di lakukan oleh Paulina adalah mengubah cara pakaiannya yang lebih feminim.


Paulina sempat kesulitan untuk memakai sepatu high hell, sepatu boots, dan sepatu hak tinggi lainnya karena selama hidupnya Ia belum pernah memakai sepatu jenis itu.


Tidak terasa sebulan telah berlalu, dan Paulina kini sudah siap untuk menjadi Paula.


Paula Marcedes.


" Paman Will, aku datang " Celetuk Paulina di depan cermin sambil meniru gaya Paula.


" Prookkk.....proookkkk...."


" Bagus sekali, itu baru yang namanya Paula " Kata Paula memuji akting Paulina.


" Saya jadi malu, Teh " Paulina menundukan kepalanya.


" Tegakkan kepalamu, kamu harus percaya diri " Gumam Paula memberikan semangat untuk Paulina.


Paulina akan memulai kehidupan barunya sebagai Paula.


...****************...


tunggu di Chapter selanjutnya 😉😉


Terima kasih sudah mampir dan membaca Novel ku


Yuk terus baca Anak Genius : Ayah sedingin es.....😊😉


Dan mampir juga ke karya terbaru ku.....




Berbagi Cinta : Pengantin yang tidak di cintai.




Yang Muda Yang Bercinta : Bitter Sweet




Anak Genius : Ayah sedingin es




dan jangan lupa meninggalkan jejak dengan Like , Vote , Komen , dan Favorit ☺


Aku sangat berTerima Kasih untuk semua dukungan Kalian 🤩🤩

__ADS_1


.


__ADS_2