Pejuang Rumah Tangga

Pejuang Rumah Tangga
Part 2.


__ADS_3

Beberapa bulan berada di rumah mertua telah membuatku lebih mengerti dengan keadaan kehidupan.


Saat inilah aku baru menyadari bahwa hidup tidak hanya sekedar perjalanan waktu menuju masa depan, setiap detik waktu yang berlalu maka setiap makhluk akan mengalami proses dalam kehidupan masing-masing yang tentunya dengan berbagai tantangan dan rintangan sesuai porsinya masing-masing pula.


Sekaranglah saatnya mempraktikkan segala materi yang pernah dipelajari sewaktu masih dalam proses belajar dulunya dari semenjak kecil sampai dewasa, baik itu materi dari pendidikan formal ataupun nonformal.


Maka sekaranglah saatnya aku akan mengukur sejauh mana aku telah menguasai ilmu pengetahuan, karena sejatinya pendidikan yang sebenarnya itu bukanlah sekedar materi yang terdengar lalu dipindahkan dalam bentuk catatan pada lembaran-lembaran kertas lalu ia akan kusam dan usang dimakan waktu namun pendidikan nyata ialah apa yang melekat dalam pikiran dan mampu dipraktikkan dalam proses kehidupan nyata ini.


Akan kujalani semampuku dan akan ku nikmati setiap prosesnya, aku yakin setelah badai cobaan dan halangan ini kulalui suatu hari nanti aku akan terbangun dipagi terindahku dengan segala pengalaman yang kumiliki dalam versi yang lebih baik.


Mungkin suatu hari nanti aku akan menceritakan segala proses ini pada anak keturunanku sebagai tambahan bekal pengetahuan untuk kehidupan mereka.


Hari ini aku telah memasuki dalam proses itu, proses dimana telah memilih untuk berjuang didalamnya.


Iya, aku telah menjadi seorang pejuang. Perjuangan meraih sebuah impian untuk memiliki sebuah rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah.


Masih melekat kuat ingatan dihatiku dimana aku sebagai seorang gadis yang hampir saja menyelesaikan pendidikan sarjana hanya dengan mengitu sebuah acara wisuda dan menunggu ijazah keluar, aku telah resmi menerima lamaran dari seorang laki-laki yang aku percaya akan menjadi imam yang baik untukku dan anak-anak kami kelak.


Tidak aku berharap padanya, cukup saja membimbingku untuk lebih dekat pada Rabb-ku sehingga hubunganku dengan makhluk juga akan lebih baik. Hanya itu yang kuimpikan setelah hidup bersamanya.

__ADS_1


Yang aku tau calon suamiku saat itu bukanlah seorang hartawan atau pemilik jabatan dengan segala pesona gemilang yang mampu memikat dunia dengan kesempurnaannya, ia hanya seorang pemuda desa yang hari-harinya penuh semangat berikhtiar dan mendekatkan diri pada pemilik kehidupan.


Ia hanya seorang lelaki sederhana dari desa yang telah mampu memantapkan hatiku untuk berjuang bersama mengarungi bahtera kehidupan setelah beberapa kali aku bermunajat di penghujung malam dengan linangan air mata memohon petunjuk pada pemilik hati.


Aku telah memilihnya dibandingkan beberapa orang lelaki yang pernah berusaha menjalin hubungan denganku yang terlihat lebih mapan materinya. Bukan karena aku tidak butuh materi, tetapi aku yakin bila kami tidak berhenti berusaha dan selalu mendekatkan diri pada pemilik materi itu sendiri maka dengan sendirinya apa yang dibutuhkan akan terpenuhi.


Aku sangat menyukai sifat kesederhanaannya yang bersahaja, ia jujur dan sangat rajin. Begitulah yang selama ini kuperhatikan.


Selama beberapa bulan aku berada di desanya saat menjalani program kegiatan pengabdian pada masyarakat, sebuah tugas dari kampus yang wajib kami ikuti. Aku tidak pernah melihat dan mendengar dari masyarakat bahwa ia pernah meninggalkan kewajibannya pada sang pencipta, bahkan ia sering menjadi contoh untuk yang lain.


Beberapa kali kami melintas melalui tempatnya bekerja, di kebun dan bengkel sederhana di desa itu. Aku melihat laki-laki sederhana itu begitu rajin.


Bahkan pernah suatu hari aku ketahuan sering memperhatikan laki- laki yang sangat aku kagumi ini pada saat mengunjungi area perkebunan, salah seorang diantara pekerja kebun menggodaku. Pekerja kebun itu pun menceritakan apa yang ia ketahui sekilas tentang laki-laki baik yang telah ia kenal sejak lama itu.


Sesuai dengan perkataan seorang pekebun tadi, selama ia mengenalnya belum pernah ia mendengar laki-laki itu menghianati kepercayaan orang lain, padahal pekerjaannya serjng kali berhubungan langsung dengan suatu barang amanah dari warga sekitarnya seperti mengelola perkebunan atau persawahan warga atau bahkan ia sering diberikan amanah untuk membeli barang-barang titipan dari kota dengan membawa uang milik warga itu dalam jumlah besar.


Dari pekebun itu juga aku ketahui bahwa ia saat malam hari biasanya berkegiatan rutin mengajar ilmu agama untuk anak-anak sekitar, dan lebih menariknya lagi ia melakukan kegiatan itu tanpa memungut biaya dari anak-anak yang datang belajar. Hanya dengan keikhlasan ia mampu menjalani hal semacam ini.


Luar biasa aku kagum pada laki-laki yang baru aku ketahui bernama Ahmad ini, karena menurutku di jaman sekarang sungguh suatu hal yang sangat langka bisa bertemu dengan seorang pemuda sepertinya.

__ADS_1


Sungguh aku tertarik dengan lelaki ganteng seperti kawan-kawanku yang mengagumi para pemeran drama korea yang sering mereka nonton, bukan tipeku menyukai wajah tampan tanpa tau latar belakang.


Buat apa mengagumi dan disanjung-sanjung ternayata saat kita tau dia merupakan seorang tidak tau batasan kehidupan, tidak mengenal tuhan, dan tidak menerima kenyataan. Sungguh memalukan apabila orang yang sering dipuja-puji ternyata seorang yang berkekalan dalam dosa besar dan bahkan tidak terlihat menyesali atas segala perbuatan dosanya.


Setelah mengenal sosok bang Ahmad ini, dalam doaku sehabis melakukan beberapa rakaat kewajibanku sebagai seorang penganut agama samawi terakhir ini aku selalu menyempatkan diri memohon kepada yang maha kuasa supaya dikaruniai seorang jodoh seperti bang Ahmad.


Tidak terlalu lama aku memanjatkan beberapa bait doa yang sama setiap selesai shalatku, akhirnyanya doa itu terkabul juga. Sungguh aku bersyukur luar biasa pada rahmat Allah.swt yang telah memberiku seorang pasangan yang bukannya 'seperti' bang Ahmad melainkan langsung bang Ahmad itu sendiri.


Sungguh bahagia sekali rasanya mendapat seorang pendamping hidup yang begitu dekat denga Rabb-nya, semoga aku pun akan bisa menjadi seperti dirinya.


Menurutku, apabila seseorang begitu dekat dan setia pada dengan sang pencipta segala yang ada di alam semesta ini, maka ia akan berfikir berulang kali untuk berbuat buruk pada ciptaan penciptanya termasuk pada pasangan dan keturunannya kelak. Semoga saja bang Ahmad akan terus menjadi orang baik seperti yang kukenal saat ini.


Sampai saat ini penilaianku pada bang Ahmad belum ada yang berbeda walaupun aku akui hidup di rumah orang tuanya saat ini bukanlah hal yang mudah untuk dijalani, apalagi dengan situasiku yang sedang dalam keadaan berbadan dua.


"Aku harus kuat karena aku yakin tuhanku tidak pernah memberikan cobaan hidup diluar kemampuan hambanya", begitulah serangkaian kalimat yang selalu menjadi andalanku di hati saat rasa lelah dan sedih mengisi hari-hariku.


Kalimat itu yang menjadi pelajaran dan bahkan sebagai stamina khusus untuk hatiku, kalimat yang kudapat dari sepenggal ayat di dalam kitab suci agamaku.


Iya, inilah salah satu pelajaran yang masih menjadi ingatan permanen dalam hati dan pikiranku sampai detik ini.

__ADS_1


Surah Al-baqarah ayat 286 "Laa yukallifullaahu nafsan illa wus'aha", ayat ini telah terhafal sejak aku masih sebagai anak-anak yang belum mampu membedakan antara belut dengan ular.


Alhamdulillah, hari ini aku menyadari bahwa hal yang aku pelajari sedari kecil sekaranglah waktunya kubawa dan kupraktekkan dalam kehidupanku.


__ADS_2