Pelabuhan Cinta Alexandria

Pelabuhan Cinta Alexandria
Aku ikuti syarat Eyang...


__ADS_3

"Eyang akan mendukungmu, tapi ada syarat yang harus kau penuhi, Ria..."


masih duduk dengan bersandar dikursi kebesarannya di ruang kerja dan menatap sang cucu dengan sedih.


"aku ikuti syarat Eyang..."


jawab Sandria pasrah. Hal ini sudah terpikirkan olehnya, pasti tak akan mudah....


"baiklah... selesaikan dulu kuliahmu, usai wisuda, Eyang akan katakan apa syaratnya"


menghela napas panjang dan kembali menyibukkan dengan berbagai dokumen didepannya.


Tak ingin mengganggu kegiatan sang kakek, Ria kemudian beranjak dari ruang kerja kakeknya, menuju kamarnya di lantai dua.


Kamar yang didominasi oleh warna soft biru yang menenangkan....berjalan menuju balkon kamarnya dan berdiri dipinggiran pembatas, matanya menerawang jauh keatas....


"Papa...Mama....Sandra....aku merindukan kalian..." desahnya lirih


Lima tahun telah berlalu sejak hilangnya kontak pesawat yang membawa keluarga tercintanya.... entah, masihkah mereka hidup? ataukah.....?? tak pernah ada khabar beritanya lagi sejak berakhirnya pencarian korban dan puing-puing pesawat.....bahkan pemerintah sudah menutup kasus tersebut.


Namun entah kenapa, Ria masih tetap berharap bahwa keluarganya akan ditemukan dalam keadaan apapun...


*****

__ADS_1


Sementara itu, di Perusahaan Bryan.


"katakan..."


Jimmy meletakkan dokumen keatas meja kerja Bryan.


"nama lengkapnya Sandria Komang, umur 23 tahun, masih kuliah disemester akhir, sebentar lagi dia akan mendapatkan gelar dokternya,


tinggal hanya bersama kakeknya. Nenek dan keduaorangtuanya telah meninggal dunia lima tahun yang lalu"


"hmmm..."


jawaban singkatnya mengakhiri keterangan Jimmy sang asisten.


Matanya tak bergeming dari dokumen diatas meja, menatap tajam foto didepannya... seorang gadis dengan rambut kecoklatan yang terurai panjang.


Mata teduh itu mengingatkan pada gadis kecilnya dulu...hidung mancung nan mungil itu sama persis dengan milik kekasihnya...hanya senyum itu tak sama....gadisnya memiliki lesung dikedua pipinya, lekukan lesung pipi yanh dalam telah memikatnya...


Bryan memejamkan matanya....ingatannya menerawang enam tahun yang lalu... dimana dia menemukan seorang gadis sedang duduk diatas kursi rodanya, hanya seorang diri ditaman samping Rumah Sakit St. Elizabeth tempat pamannya bertugas.


Pandangannya tak pernah lepas dari senyum sang gadis yang menawan hatinya... Gadis berambut pendek hitam lurus yang mirip dengan tokoh kartun seorang anak perempuan yang senang berpetualang, ditambah poni yang benar-benar sangat mirip dengan tokoh tersebut....


Aaaah..... lima tahun telah berlalu, kemana gadisnya? Ribuan mil menyeberangi samudra untuk mencarinya, tak jua menemukanmu?

__ADS_1


Lalu? siapakah sandria ini? kenapa sangat mirip sekali denganmu? bahkan umur kalian berduapun sama?


Mata elangnya memejam....tapi pikirannya melayang...degup jantung masih saja sama rasanya ketika membayangkan senyum gadisnya.... lesung dikedua pipinya yang nampak sangat mempesona...


Menarik nafas panjang lalu menghembuskannya berlahan.... Bryan menutup dokumen informasi tentang Sandria, padahal belum semuanya dia buka....masih ada beberapa lembar lagi, tapi rasa penasarannya sudah hilang....


entahlah, mengingat senyum gadis kecilnya yang berlesung pipi, tampaknya sangat tidak mungkin Sandria adalah gadis yang dia cari selama ini.... tak mungkin secara sengaja orang akan menghilangkan lesung dikedua pipinya yang menambah kecantikannya...


Tok..tok..tok...


"masuk"


Bryan menjawab ketukan pintu ruangan kantornya.


Dia sudah bisa memprediksi siapa yang datang. Pasti sekretarisnya yang akan memberikan jadwal apa selanjutnya.... dan benar saja, sang sekretaris cantik bertubuh tinggi semampai dan seksi dengan pakaian yang dikenakannya masuk kedalam ruangan Bryan.


"rapat akan dimulai lima menit lagi Tuan. Anda sudah ditunggu diruang rapat"


"iya"


Bryan berdiri dari duduknya dan berjalan menuju ruang rapat diikuti oleh sekretaris seksinya.


*****

__ADS_1


__ADS_2