
Drrrrrttt.....ddrrrrttt.... ponsel Bryan bergetar beberapa kali dimeja ruang meetingnya, tak ingin digubrisnya, tapi melihat id si penelpon urung dia lakukan...
"yes, mommy..."
mengangkat telpon tanpa berpindah dari tempat duduknya diruang meeting itu... semua mata peserta meeting tertuju padanya. Tanpa suara, Bryan cukup memberi isyarat pada asistennya, Jimmy sudah mengetahui apa yang harus dia lakukan.
"mohon maaf. rapat ditunda setelah makan siang"
Hmm..padahal rapat baru saja dimulai beberapa menit yang lalu...tak ada bantahan dari semua peserta, mereka membubarkan diri masing-masing untuk keluar dari ruang ralat.
"ada apa mommy menelponku? bukankah disana masih tengah malam, Mom?"
hening sejenak, hanya detakan jam dinding yang mendominasi.
"apa ada masalah penting Mom?" lanjutnya.
Terdengar suara helaan nafas yang berat dari mommy...
"Bry......." kata mommy diseberang sana.
"........."
hening, sebenarnya apa yang akan disampaikan mommy? apa ada masalah dengan daddy?
Pikiran Bryan malah kemana-mana.... Ia menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Mom....??"
panggilnya setelah beberapa detik tak jua ada suara dari seberang sana.
terdengar helaan nafas panjang dari seberang telponnya, dia tau bahwa mungkin mommy sedang memendam sesuatu.....ingin diungkapkan namun terlalu sulit baginya.
"Bry... mommy ingin kamu pulang nak..."
suara mommy seperti menahan tangis.
__ADS_1
"menikahlah...." sambungnya.
Tak ada jawaban dari Bryan. Ini adalah permintaan mommy yang kesekian kalinya....
Bryan bingung harus menjawab apa... Mommy sudah menjodohkan dirinya dengan anak sahabat mommy bernama Bella.
"ini bahkan sudah tahun kelima kau mencarinya Bry... tak ada titik temu dimana dia berada... ayoo sadarlah, umurmu sudah tiga puluh tahun!!"
mommy sedikit mengeraskan suaranya karena tak juga mendapat jawaban dari Bryan.
Bryan ingin mengatakan bahwa ia baru saja bertemu dengan gadis itu pagi ini di rumah sakit tempat unclenya bekerja... tapi ia mengurungkan niatnya, mengingat dia sendiri tak begitu yakin apakah Sandria itu adalah Alexa nya? yang telah meninggalkannya lima tahun yang lalu...
"Bry....! kau dengar mommy bicara tidak?!"
Bryan kaget hingga hp miliknya lepas dari genggamannya....
pluk...
Bryan mengambil hp nya dan melihatnya sekilas.
"maaf Mom... Bryan masih banyak kerjaan, akan kupikirkan permintaan mommy kali ini....aku akan menghubungi Mommy secepatnya"
Akhirnya hanya kata itu yang keluar dari mulut Bryan untuk menutup telepon dari sang Mommy... dia harus segera melanjutkan rapat yang tertunda karena telepon dari mommy.
Melihat jam tangan dipergelangan tangannya, rupanya masih jam makan siang.
"Jim...."
dia menekan satu tombol intercom diatas meja dan memanggil asistennya. Tak lama Jimmy masuk ke ruangan meeting.
"Ya Bos..." jawab Jimmy cepat.
Bryan mengernyitkan keningnya, hingga kedua alisnya menyatu mendengar baru kali ini Jimmy memanggilnya dengan sebutan boss.
"tolong siapkan makan siang dan bawa ke ruanganku segera" perintahnya
__ADS_1
"baik Tuan" Jimmy sadar panggilannya tadi mengganggu alat pendengaran bryan.
Tak menunggu waktu lama, Jimmy sudah kembali dengan membawa makan siang Bryan ke ruangan Direktur Utamanya. Dan si empunya sudah duduk manis di sofa single dalam ruangan kerjanya.
"ini Tuan"
Jimmy meletakkan makanan diatas meja, dan tak lupa dia menyiapkan alat makan dan sekaligus segelas air putih untuk bosnya.
"duduklah Jim... temani aku makan"
ajak Bryan ketika Jimmy hendak keluar dari ruangan Bryan.
Jimmy mengangguk sebagai jawabannya, lalu duduk disalah satu sofa berhadapan dengan Bryan.
"kau sudah makan?"
tanya Bryan ketika melihat Jimmy hanya duduk saja, tanpa ada makanan didepannya.
"hah! kau pikir aku harus makan apa? aku bahkan hanya memesan makanan untukmu"
Jimmy hanya berani mengumpat dalam hati saja.
"sudah Tuan"
akhirnya hanya kata itu yang keluar dari mulut Jimmy.
Bryan memakan makanannya dengan tenang.
"Jim....mommy memintaku kembali ke Amerika"
ucapnya pelan, setelah makannya selesai.
Lalu Jimmy segera membereskan alat-alat bekas makan bosnya dengan patuh, dia tak berani memberi tanggapan apapun.
*****
__ADS_1