
Acara wisuda telah usai dilaksanakan, beberapa mahasiswa dan mahasiswi masih nampak berfoto bersama dengan keluarga.
Teman-teman satu fakultas Sandria sudah mulai meninggalkan tempat, mereka melambaikan tangan pada Sandria dan kakeknya.
Ya, Sandria hanya ditemani oleh kakeknya seorang...tak ada nenek maupun kedua orangtuanya, tampak menyedihkan, karena foto keluarga ketika wisudanya kali ini hanya berdua saja....berbeda dengan wisuda SMA nya lima tahun yang lalu, bersama dengan kedua orangtua dan juga nenek tercintanya.
Masih dengan menggandeng tangan kakek, mereka berdua berjalan menuju pelataran parkir yang agak jauh dari gedung tempat acara digelar.
Tiba-tiba kakek menghentikan langkahnya ketika terlihat prof. Harry berjalan bersama dengan seseorang mendekati kakek dan Sandria.
"selamat siang Om Bayu....senang bertemu dengan Anda"
sapa prof. Harry sambil tersenyum...
Kakek tampak senang, akhirnya bisa bertemu langsung dengan prof. Harry, setelah sedari tadi keinginannya untuk mendekati dan menemuinya tampak banyak kendala...karena acara wisuda yang dihadiri oleh ribuan peserta mahasiswa, mahasiswi dan para undangan.
Merasa memiliki kesempatan emas ini tak ingin kakek lewatkan sedikitpun. Segera kakek mendekatkan diri pada prof. Harry dan memeluknya...sambil menepuk-nepuk pundaknya dengan pelan dan penuh penekanan...
"selamat siang juga Nak Harry....lama kita tak bertemu..." jawab kakek
__ADS_1
"bisakah kita bicara sebentar? aaaah.....maksudku apa kamu ada waktu Nak? ada yang ingin Eyang sampaikan" lanjut kakek sungkan.
Prof. Harry nampak berfikir sejenak, lalu melihat Bryan seakan meminta persetujuannya, karena bagaimanapun, saat ini ada Bryan bersamanya....Bryan sudah menunggunya sampai acara wisuda ini selesai.
Awalnya Bryan nampak sangat terkejut, ketika dia melihat ada gadis yang pernah ditemuinya di rumah sakit beberapa waktu yang lalu, namun dengan cepat dia mampu mengendalikan rasa terkejutnya dan mengangguk tanda menyetujui permintaan Tuan Bayu yang dia baru ketahui adalah kakek gadisnya. Ini adalah pertemuan keduanya, tanpa disengaja.
"baiklah Om Bayu, mari kita ke restoran langganan kami" ajak prof. Harry.
Mereka menaiki mobil masing-masing yang ternyata terparkir bersebelahan.
Sandria duduk didepan kemudi, mengikuti kemana mobil prof. Harry dan Bryan menuju dengan penuh tanda tanya, sedang kakeknya duduk tenang disampingnya.
Entah apa yang akan kakek bicarakan dengan prof. Harry? Beribu pertanyaan bersemanyam dipikiran Sandria.
Dan dari tadi mereka hanya makan hidangan snack diacara wisuda, waktunya sangat tepat saat prof. Harry mengajak pertemuan ini di restoran sambil makan siang yang tertunda.
"selamat datang" sapa pelayan restoran dengan ramah
"untuk berapa orang Tuan Bryan?" tanya pelayan tersebut.
__ADS_1
Lalu menunjukkan dan mengantarkan ke tempat yang tepat setelah mendengar jawaban Bryan.
Sepertinya Bryan sudah sering ketempat ini, karena pelayan tersebut seakan sudah mengenalnya.
Mereka berempat duduk di tempat yang sudah ditunjukkan oleh pelayan restoran yang ramah tadi.
Sandria duduk bersebelahan dengan kakek dan berhadapan langsung dengan Bryan. Pelayan memberikan buku menu, dan mereka memesan makanan dan minumannya masing-masing.
"ada yang bisa saya bantu Om Bayu?"
ucap prof. Harry mengawali percakapan setelah pelayan restoran meninggalkan meja mereka.
"iya, nak.... sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih karena sudah membantu Ria selama praktek di rumah sakit Nak Harry, sampai dia lulus tepat waktu dan mendapat nilai terbaik...."
ucap kakek kemudian diam sejenak dan menarik nafas dalam.
"sudah seharusnya sebagai pembimbingnya saya memberikan ilmu padanya, Om, dan, Sandria memang anak yang cerdas....jadi dia dengan cepat dapat menyerap banyak ilmu..." jawab prof. Harry
Pembicaraan mereka terjeda karena kedatangan pelayan restoran yang mengantarkan makanan.
__ADS_1
"Silahkan Tuan-tuan dan Nona" ucap sang pelayan setelah meletakkan semua pesanan.
*****