
Setelah mengetahui bahwa dirinya hamil, madam Sonya dan yang lainnya menyuruh Rubella untuk tetap diam di tempat bahkan Rubella di larang memasuki ruangan yang penuh dengan asap rokok maupun yang berbau alkohol, mereka semua sangat overprotektif terhadap diri dirinya.
"Kau mau kemana?" Tanya seseorang yang datang dengan membawa buah-buahan yang segar pada Rubella.
"Aku mau pergi menemui wanita itu, momy pun sudah mengizinkannya." Jujur Rubella yang terlihat cantik dengan dress berwarna merah dan high heels hitamnya, rambut panjangnya yang berwarna silver ia ikat tinggi sehingga memperlihatkan sosoknya yang tegas dan berwibawa.
"Sendiri? tidak boleh, aku akan bersiap. Tunggu sebentar....!! kau jangan kemana-mana!!" Hebohnya yang langsung pergi begitu saja.
Melihat kepergian Laura, Rubella hanya menggelengkan kepalanya saja dan kembali memakai make up nya.
Setelah selesai bersiap, barulah Rubella berjalan menuju ruang tamu. Di sana sudah ada yang lainnya, mereka akan berkumpul saat akhir pekan. Seperti sekarang ini, mereka sibuk menyodorkan banyak makanan pada Rubella.
"Bell, makan ini. Ini sangat bagus untuk ibu hamil seperti mu..."
"Makan ini saja, ini sangat enak."
"Tidak, makanan ini yang enak. Aku yakin bayi mu pasti suka..."
"Keponakan aunty, bukankah kau mau ini? biarkan mama mu memakan nya ya."
"Susu, susu sangat bagus untuk ibu hamil. Minum susu terlebih dahulu sebelum makan yang lain...."
"Buah mangga ini sangat manis dan segar, cobalah."
"Bella lihatlah, bukankah kue ini sangat menggoda? lelehan coklat nya sangat lezat..."
Mereka semua terus mengatakan hal yang membuat Rubella terkekeh, ternyata mereka sangat berantusias terhadap kehamilannya itu. Dia pikir, mereka akan mengucilkan nya karena dirinya hamil namun ternyata dugaannya salah.
__ADS_1
"Apa yang kalian lakukan? ayo bell kita berangkat..." Ajak Laura dengan menggandeng tangan Rubella.
"Aku ada urusan di luar, malam nanti kita makan bersama. Aku akan membelikan ayam goreng dan Coca cola yang banyak..." Ucap Rubella yang membuat mereka bersorak heboh, sudah lama mereka tidak makan santai seperti itu.
"Pulang lah lebih awal..." Teriak mereka setelah melihat kepergian Rubella dan Laura.
Mobil tersebut di kendarai oleh Laura, Rubella hanya senyum-senyum sejak tadi karena tingkah mereka yang nampak tulus padanya.
"Nampaknya mereka semua sudah tidak sabar menunggu kelahiran mu..." Ucap Laura dengan tersenyum kecil.
"Entahlah, bahkan usianya saja baru 4 minggu. Masih panjang...."
"Semuanya tidak akan terasa, nikmati saja. Jika ada sesuatu yang membuat mu tidak nyaman, katakan saja jangan di pendam. Hal itu tidak baik untuk kesehatan mu..."
"Baik kak."
Mobil yang mereka tumpangi mulai berhenti di sebuah restoran kecil, restoran kue tersebut terlihat elegan dan minimalis.
"Baik kak."
Rubella melangkahkan kakinya menuju restoran tersebut, bunyi lonceng saat pintu terbuka membuat Rubella merasa senang. Di sana terlihat sosok Hanan dan wanita yang sebelumnya ia temui kemarin, mereka terlihat menatap ke arahnya.
"Apakah sudah menunggu lama?" Tanya Rubella yang duduk di hadapan mereka.
"Tidak, kami juga baru sampai." Ucap Hanan dengan memperlihatkan Rubella.
"Apakah ada hal penting yang ingin kau bicarakan?" Tanya Rubella.
__ADS_1
"Pesan dan cicipi terlebih dahulu kue yang ada disini, rasanya sangat enak dan lezat meskipun tempat ini tidak seperti restoran mahal kelas atas." Ucap Hanan yang memberikan buku menu pada Rubella.
"Baiklah."
Rubella memesan beberapa dessert dan minuman yang menurutnya enak, selain itu Rubella juga membeli kue kering dengan berbagai varian rasa. Sophie dan Hanan sedikit heran karena Rubella membeli banyak sekali kue untuk ia makan, apakah porsi makan Rubella memang banyak?
"Aku, aku hanya ingin bertanya padamu. Hal apa saja yang kau lakukan untuk memikat suami ku? aku tahu kau sudah berhubungan layaknya suami istri dengannya, kali ini aku akan memaafkan mu nona Rubella." Ucap Hanan yang membuat Rubella tersenyum kecil.
"Jadi, anda hanya penasaran dengan hal itu saja?" Tanya Rubella dengan memangku wajahnya di atas meja, ekspresi nya yang terlihat anggun membuat Hanan tidak bisa menolak pesona Rubella yang memang sangat cantik dan anggun.
"Saya, saya tidak memiliki siapapun lagi selain dirinya. Untuk sekarang pun hanya ada Sophie yang selalu menemani ku..." Ucap Hanan dengan meminum tehnya yang sebelumnya sudah ia pesan.
"Kau tahu bukan bahwa aku sedang mengandung, entah kenapa sejak aku mengandung perasaan ku menjadi lebih sensitif. Aku membutuhkan mereka, lebih tepatnya suamiku." Ucap Hanan dengan tersenyum getir.
Rubella terdiam beberapa detik untuk melihat ekspresi Hanan yang jauh dari sebelumnya ia lihat, biasanya Hanan tidak seperti ini. Namun sekarang, hanya terlihat ekspresi menyedihkan dan bahkan bisa Rubella lihat bahwa Hanan mulai mengecil. Tulang pipinya pun sedikit tirus, apakah dia terlalu kesakitan?
"Aku tidak melakukan apapun pada suamimu, seperti yang kau tahu bahwa aku seorang *******. Harusnya kau tahu apa tugas jala*ng itu..." Ucap Rubella dengan ekspresi yang penuh dengan kejujuran.
"Aku tidak tahu, yang aku tahu nyonya Samantha ahh maksudku ibu mertuaku menyewa mu untuk memisahkan aku dan Sergio. Dan semuanya memang berhasil setelah kau naik ke atas ranjang suamiku, namun ternyata Tuhan masih baik kepadaku. Dia mengirimkan sosok malaikat kecil di perutku sehingga perceraian tersebut tidak terlaksana, namun semuanya salah.... Ternyata itu bukan berkah, melainkan masalah besar." Jelas Hanan dengan melirik ke luar jendela.
"Apakah aku terlalu serakah jika aku menginginkan suami dan ibu mertuaku bersikap baik padaku sekarang? atau justru, ini takdir tuhan yang selalu membuat ku terbuang dan kesepian." Sambung Hanan dengan tersenyum getir pada Rubella.
"Kau tidak serakah, tapi kau salah tempat. Seharusnya dari awal kau cari tempat dimana dirimu di hargai, di sayangi, dan di mengerti dengan setulus hati. Seharusnya kau cari laki-laki yang mencintai mu sampai nanti, bukan hanya saat ini." Ucap Rubella dengan santai.
"Aku memang bersalah, seharusnya sejak dulu aku sadar bahwa seorang wanita miskin seperti ku tidak akan pernah bisa menjadi Cinderella." Ucap Hanan dengan terkekeh.
"Yang aku tahu, dulu kau hidup bahagia meskipun sederhana. Kenapa kau meninggalkan kebahagiaan itu?" Tanya Rubella.
__ADS_1
"Itu karena Sergio, dia berjanji akan membuat ku bahagia selamanya.... Dia berjanji akan selalu setia padaku, sebelum akhirnya kau datang. Aku... Aku ingin menyalahkan mu sekarang karena kau sudah merebut kebahagiaan ku, tapi kau sendiri pun tidak serius merebut nya. Nampaknya aku yang salah, karena tidak bisa memenuhi kriteria suamiku." Ucap Hanan dengan menatap Rubella yang tengah menatapnya juga.
"Kalau begitu, aku hanya bisa memberikan mu saran." Ucap Rubella dengan serius.