PELAKOR

PELAKOR
Pergi


__ADS_3

"Apa?" Tanya Hanan dengan penasaran.


"Tinggalkan dia, dan tunjukkan pada mereka bahwa kau bisa hidup bahagia meskipun tanpa bersama mereka. Fokuskan pada kebahagiaan dirimu sendiri, terlebih kau akan menjadi seorang ibu. Pikirkan bagaimana perasaan anakmu kelak, lebih baik sedih karena tidak memiliki seorang ayah dari pada hidup di lingkungan yang membencinya." Tegas Rubella yang membuat Hanan melotot kan matanya, sebelum akhirnya dia menunduk.


"Nona...." Sophie terkejut karena Hanan terisak, Sophie melirik Rubella yang masih terlihat tenang di tempat.


"Aku, aku ingin melakukannya sejak kemarin-kemarin. Tapi, aku tidak tahu harus memulainya dari mana.... Aku tidak memiliki siapa pun disini." Ucap Hanan dengan terisak, tangisannya begitu memilukan.


"Kau, kau berasal dari mana?" Tanya Rubella pada Sophie.


"Nona, saya berasal dari kampung. Saya pun hidup seorang diri..." Tunduk nya.


Rubella mengeluarkan sesuatu didalam tasnya, setelah itu memberikannya pada Hanan yang nampak terkejut karena Rubella memberikan sebuah cek yang berisi banyak sekali uang didalamnya.


"Pergilah, hiduplah dengan damai di kampung. Aku yakin, kau pun memikirkan hal ini." Ucap Rubella dengan tenang.


"Tidak, terimakasih. Aku bis..."


"Buatlah mereka menyesal karena telah kehilanganmu, segera lah bersiap untuk pergi dari sana. Yang aku tahu, seorang wanita yang tengah mengandung harus hidup tenang dan tidak banyak pikiran. Kau, bawa nona mu secepatnya dan jaga dia disana." Ucap Rubella pada Sophie.


"Tapi ini terlalu banyak, aku..."


"Jangan membawa apapun dari kediaman Zaksario, cukup bawa pakaian yang kau pakai saja." Tegas Rubella.


"Aku, aku akan membalas kebaikan mu. Maafkan aku karena aku pernah bersikap jahat padamu, aku merasa bersyukur karena akhirnya aku tahu sikap asli dari suamiku...." Tangis Hanan yang membuat Rubella memalingkan wajahnya ke arah samping, perasaannya sangat sensitif sekali sekarang.


"Bukankah kau menyukai bunga? bukalah toko bunga di sana, dan beli lah beberapa hektar tanah untuk kau tanami bunga." Ucap Rubella dengan tersenyum kecil.


"Aku, aku akan melakukannya." Angguk Hanan dengan mengusap air matanya,air mata yang selalu ia tahan itu.

__ADS_1


Setelah berbincang-bincang, Hanan dan Sophie pun pergi karena akan segera mengurus kepindahannya. Rubella menghela nafas berat, dan menatap langit yang sudah menjadi senja. Kenapa dia bisa berbaik hati pada Hanan? itu karena hidupnya yang menyedihkan, dia terlihat menyimpan luka nya terlalu dalam. Sehingga dia tidak bisa lagi bersikap sombong dan angkuh, Rubella lebih suka Hanan bersikap seperti sebelumnya dari pada yang sekarang.


"Kau membantu nya?" Tanya Laura yang datang dan duduk di tempat Hanan tadi.


"Dia terlihat begitu menyedihkan, meskipun aku hidup seorang diri tapi aku masih memiliki kalian yang sangat menyayangi ku. Tapi dirinya? kakak lihat sendiri kan?" Tanya Rubella pada Laura yang hanya mengangguk.


"Dia memang sangat menyedihkan, aku pikir kau akan semakin memanasi nya. Tapi ternyata dugaanku salah, ternyata kau memang sebaik itu." Ucap Laura dengan mengelus rambut Rubella.


"Entahlah, aku hanya merasa kasihan dengan bayinya. Bagaimana pun juga, aku akan memiliki bayi sama seperti nya." Senyum Rubella dengan mengelus perutnya yang masih rata.


"Kau benar, ayo pulang..." Ajak Laura.


"Aku akan membungkus beberapa dessert dan kue kering yang ada disini, cobalah ini sangat enak." Ucap Rubella dengan tersenyum kecil.


"Ini memang enak, aku rasa mereka semua menyukainya. Biar aku yang membelinya, kau tunggu saja disini." Ucap Laura yang mulai beranjak dari tempatnya.


Rubella kembali menatap ke arah luar, hingga tatapannya bertabrakan dengan seorang laki-laki yang berada di luar. Laki-laki itu tersenyum kecil padanya sebelum akhirnya pergi dari sana, Rubella mengeryit heran. Apakah dirinya terlihat senyum?


...••••...


"Nyonya, saya..."


"Saya sibuk, apa kau tidak bisa melihatnya?" Sinis nyonya Samantha.


"Baik nyonya, saya hanya ingin mengucapkan terimakasih karena selama ini saya sudah di izinkan untuk tinggal disini. Mulai sekarang saya akan pergi, dan untuk Sergio saya akan mengatakan nya. Terimakasih atas kebaikan nyonya, saya mohon pamit undur diri." Ucap Hanan dengan menundukkan kepalanya sebelum akhirnya benar-benar pergi.


Mendengar kata itu, nyonya Samantha hanya diam dan tidak peduli karena sebelumnya pun Hanan selalu seperti ini. Hingga akhirnya Sergio lah yang menjemputnya kembali, karena itulah dia terlihat acuh.


Melihat reaksi nyonya Samantha yang terlihat biasa saja membuat Hanan tersenyum, ternyata memang benar apa yang di katakan oleh Rubella bahwa dirinya disana tidak di hargai sedikit pun. Atau bahkan, keberadaan nya disana tidak di harapkan sama sekali.

__ADS_1


"Nona?" Ucap Sophie dengan membantu Hanan berjalan.


"Ayo pergi." Ucap Hanan dengan tersenyum kecil.


...••••...


Malam ini, Rubella bersiap-siap untuk datang ke pernikahan Wulan dan Rangga yang di selenggarakan di salah satu hotel mewah yang ada di kota. Rubella memakai pakaian yang memperlihatkan betapa sempurnanya dia, begitu pun dengan yang lainnya. Mereka terlihat sangat cantik dengan pesona nya masing-masing.


"Mom, aku tidak bisa berlama-lama. Nampaknya, Sergio pun ada disana." Ucap Rubella secara yakin, dia tidak ingin melihat Sergio.


"Momy mengerti." Senyum madam Sonya yang menggandeng Rubella menuju mobilnya.


Di pesta yang terlihat meriah itu, Rubella melihat sosok Wulan yang nampak bahagia bersama kedua orang tua Rangga. Nampaknya, kedua orang tua Rangga menerima Wulan dengan tulus dan tidak melihat masa lalu nya.


"Selamat, kau terlihat cantik malam ini." Ucap Rubella dengan memeluk Wulan yang membalas pelukan Rubella.


"Terimakasih, aku iri karena kau selalu cantik setiap saat." Senyum Wulan yang justru malah membuat Rubella terkekeh.


"Bagaimana keadaan keponakan ku? apakah dia baik-baik saja?" Tanya Wulan dengan memegang perut Rubella pelan.


"Dia baik-baik saja, karena banyak aunty yang menjaganya." Senyum Rubella.


"Bell, aku harap kau baik-baik saja disana. Aku sudah dengar dengan apanya terjadi padamu saat ini." Ucap Rangga.


"Terimakasih, dan tolong rahasiakan oke?" Ucap Rubella dengan mengedipkan sebelah matanya, hal itu membuat Rangga melirik Wulan yang tengah menatapnya tajam.


Melihat hal itu Rubella terkekeh dan segera beranjak dari sana, Rubella memilih untuk duduk di salah satu kursi yang ada disana. Rubella sibuk memperhatikan sekitar yang nampak ramai, mereka semua rata-rata memiliki pasangan bahkan teman-teman pun sudah mendapatkan pasangan malam ini. Dan Rubella tidak tahu mengenai hal tersebut?


"Jangan heran, mereka sudah membuat janji sebelumnya." Ucap Meysa yang duduk di samping Rubella.

__ADS_1


"Kau sendiri?" Tanya Rubella heran.


"Apa? aku ada pasangan, tidak seperti mu..." Ejek Meysa yang langsung menggandeng Henry, melihat itu Rubella langsung mendecak kesal karena ternyata Meysa pun sudah ada pasangan.


__ADS_2