PELAKOR

PELAKOR
Obat


__ADS_3

Melihat Sergio yang terdiam,  Rubella langsung memanfaatkan hal tersebut dengan cara berjalan mendekati tubuh Sergio dan berdiri di belakangnya.


Kedua tangannya yang lembut ia gunakan untuk memijat kepala Sergio yang langsung bangkit dari tempat duduknya karena terkejut dengan tindakan Rubella yang berani.


"Berhenti! Apa yang kau lakukan?!" Marah Sergio dengan melihat Rubella yang terlihat santai di tempat.


"Tuan, saya hanya ingin membantu anda saja. Nyonya Samantha juga menyuruh saya untuk mengurus anda...." Ucap Rubella dengan menekan tubuh Sergio hingga kembali duduk seperti semula.


"Kau??"


"Diam tuan, hanya 5 menit saja." Senyum Rubella dengan berbisik di telinga Sergio.


Dapat Rubella lihat reaksi tubuh Sergio saat dirinya berbisik, telinga Sergio terlihat merah. Akhirnya Rubella kembali memijat kepala Sergio dengan lembut, hal tersebut justru malah membuat Sergio mengantuk.


Rubella akui bahwa Sergio merupakan tipe idaman nya, bentuk tubuh yang sempurna dan tangan yang berotot membuat Rubella menelan ludahnya bulat-bulat. Meskipun Rubella sudah sering melihat banyak laki-laki akan tetapi saat melihat Sergio, Rubella langsung menyukai sosoknya itu.


Saat jari tangan Rubella berada di leher Sergio, Sergio sontak langsung mendongakkan kepalanya dengan mata yang terpejam. Entah kenapa Rubella merasa bahwa Sergio sangat aneh, kenapa bisa langsung luluh? Namun detik berikutnya Rubella tak sengaja melihat ke arah dokumen yang ia bawa sebelumnya, dokumen tersebut memiliki aroma yang aneh.


Sepertinya Rubella mulai paham, nyonya Samantha benar-benar!!!! Bagaimana bisa dia memberikan obat perangsang dan obat tidur pada Sergio? Tapi kenapa dirinya tidak kena?


Setelah di ingat-ingat, Rubella akhirnya tahu bahwa obat tersebut hanya bekerja pada laki-laki. Dan mungkin Gerald sudah meminum obat penawarnya sehingga tidak terjadi apapun padanya.


Rubella sebisa mungkin memanfaatkan kesempatan itu, dengan cepat Rubella menempelkan sedikit tubuhnya agar aroma parfumnya menempel di tubuh Sergio. Namun karena Sergio merasa bahwa Rubella memeluknya, akhirnya dia membuka matanya hingga mereka saling bertatapan.

__ADS_1


Sorot mata Sergio sangat tajam, alisnya begitu runcing dan hidungnya sangat mancung. Terlebih, bibirnya juga nampak sensual dan seksi bagi seorang laki-laki sepertinya.


Rubella menahan bibir Sergio yang hendak menempel di bibirnya menggunakan jari telunjuknya, senyum Rubella membuat Sergio terpana. Bahkan, tatapan mata nya saja sudah mengalihkan seluruh dunia Sergio.


"Jangan terburu-buru, ini terlalu cepat untuk kita." Ucap Rubella dengan menyentuh bibir Sergio menggunakan jari tangannya, Sergio yang merasakan itu hanya bisa membuka mulutnya saja hingga jari tersebut bebas bermain di bibirnya.


Rubella duduk di atas meja kerja Sergio dengan Sergio yang ada di depannya, yang masih duduk di atas kursi. Posisi duduk Rubella sangat seksi dan menggoda, hal itu membuat Sergio semakin tak sadar di buatnya.


"Tuan, apakah saya cantik?" Tanya Rubella dengan meletakkan salah satu kakinya di atas paha Sergio, meskipun kakinya masih memakai high heels akan tetapi Rubella merasa bahwa hal tersebut terlihat semakin seksi.


"Ya." Jujur Sergio meskipun dalam keadaan tak sadar, hal itu membuat Rubella merasa puas. Ternyata Sergio mengakui nya juga.


Rubella melepas high heels nya, dia meletakkan jari kakinya di atas dada Sergio yang masih terbungkus kemeja putihnya. Gerakan kaki nya terlihat menggoda bahkan Sergio hanya bisa memejamkan matanya dengan mulut yang terbuka lebar, hal ini lah yang membuat Rubella enggan memiliki kekasih dari dulu.


Semua laki-laki menurutnya hampir sama, mereka sangat mudah di goda oleh wanita lain.


Wajah Rubella berada di depan wajah Sergio, kedua nafas mereka saling bertabrakan. Rubella menatap bibir Sergio yang terlihat menggoda, dia ingin merasakannya namun hal tersebut masih terlalu cepat untuknya. Bagaimana mungkin bisa secepat itu?,


Biasanya, Rubella akan bermain cepat dan tidak ingin mengulur waktu lagi, akan tetapi saat ini Rubella masih ingin bermain dengan Sergio dalam waktu yang lebih lama lagi, entahlah. Dirinya pun merasa aneh sekarang.


"Akhhhhhhhhhh......!!!" Pekik Rubella dengan terkejut, Sergio baru saja menarik tubuhnya hingga kini Rubella terduduk di atas paha Sergio dan hal itu membuat Rubella benar-benar shock, Rubella merasa ada sesuatu yang menyentuh bagian intimnya.


"Apa yang mau kau lakukan hah?" Tanya Sergio dengan menciumi leher Rubella dan pundaknya yang terbuka lebar, Sergio terus melakukan hal tersebut yang membuat Rubella tidak bisa berkutik.

__ADS_1


Hingga akhirnya, Rubella mendorong tubuh Sergio dan dirinya tersenyum kecil.


"Apakah masih ada alasan untuk bisa berdekatan dengan anda, tuan? Salahkan diri anda yang terlalu menggoda untuk sekedar di lihat saja..." Ucap Rubella dengan menciumi leher Sergio yang kini memeluk pinggangnya erat, bahkan Rubella merasakan cekakan tangan Sergio sangat keras namun hal itu tidak menyakitinya.


Drtttttt Drtttttttttttt Drtttttttttttt


Rubella mengambil ponsel milik Sergio dan mematikan nya langsung, untung saja Sergio dalam keadaan yang tak sadar karena itulah dia bisa melakukan sesuatu dengan sesuka hatinya.


"Aku rasa ini sudah cukup, sampai jumpa tuan." Pamit Rubella dengan mencium pipi Sergio sebelum akhirnya benar-benar pergi dari sana dengan membawa high heels nya yang ia tenteng.


Melihat kepergian Rubella, membuat Sergio terdiam. Dia memijat pelipisnya yang terasa pusing, dia bingung kenapa dia melakukan hal tersebut? Hingga akhirnya dia sadar bahwa dia telah di obat, namun Sergio mengira bahwa Rubella lah pelakunya.


"Sial!!" Geram Sergio yang langsung beranjak dari tempat duduknya menuju kamar mandi.


Untuk Rubella sendiri, dia hanya tersenyum lebar. Namun saat dirinya keluar dari ruangan, Rubella terkejut dengan sosok nyonya Samantha dan kedua laki-laki disampingnya itu.


Mereka terlihat terkejut dengan penampilan Rubella yang berantakan, akan tetapi nyonya Samantha kembali tersenyum dia berjalan mendekati Rubella.


"Bagaimana?" Tanya nyonya Samantha yang justru malah membuat Rubella malu, karena di pundak dan lehernya terdapat banyak sekali bekas kecupan yang terlihat dengan begitu jelas.


"Itu, sepertinya mulai sekarang saya akan di jauhi olehnya." Cengir Rubella.


"Tidak masalah, aku punya seribu cara untuk mendekatkan kalian lagi. Ayo pulang, kau harus bersiap untuk acara nanti malam." Ajak nyonya Samantha dengan berjalan pergi.

__ADS_1


Rubella pun segera merapihkan kembali penampilannya dan ikut menyusul nyonya Samantha tanpa menghiraukan dua orang laki-laki yang masih terlihat shock itu, bagaimana tidak shock? Mereka melihat Rubella yang berantakan seperti habis di perkosa saja.


"Sepertinya aku tahu alasan bibi membawa Bella kemari." Ucap Gerald dengan menelan ludahnya bulat-bulat, siapa yang tidak tergoda dengan Rubella? Dirinya sendiri pun sangat tergoda, begitu pun dengan Regan.


__ADS_2