Pelakor Dengan Percaya Diri Tinggi

Pelakor Dengan Percaya Diri Tinggi
Awal mula terkuak hadirnya seorang plakor.


__ADS_3

Dering telpon menyadarkan rasa kantuk ku, sambil ku raba keberadaan benda pipih milik ku, dan ku amati jam dinding yang menempel di tembok kamar ku, menunjukan jam empat dini hari, "siapa yang nelpon sepagi ini?",aku berbicara dalam hati, begitu ku lihat ternyata sudah ada tujuh panggilan masuk dari suamiku.Ada apa ya sepagi ini mas Tegar nelpon aku, apa ada hal penting? aku bertanya tanya sendiri.


Sudah lama kami berhubungan jarak jauh...aku bersama anak-anak tinggal di kota ku yang berada di Jawa Barat, sedangkan mas Tegar dengan tuntutan pekerjaan harus tinggal terpisah jauh, suamiku tinggal di daerah Jawa Tengah.


Akhirnya aku memutuskan untuk menelpon balik.


"Halo...Assalamualaikum mas, maaf telponnya gak ke angkat, ada apa mas?" aku bertanya padanya.


"Mah bisa ke semarang secepatnya? ,papah kena musibah mah, kecelakaan kerja dan harus tindakan operasi mah, ini nunggu mamah ke sini baru bisa ngambil tindakan", sambil meringis menahan sakit suamiku berkata padaku.


"Inalillahi ko bisa pak? , emangnya papah kecelakaan bagai mana pak? apa yang luka sampai harus operasi", rentetan pertanyaan ku lontarkan pada suamiku.


"Kaki kanan ku mah, engkel nya retak tulang tumit patah naik ke atas, kalo bisa mamah secepatnya ke sini ya mah, papah tunggu. sudah gak kuat mah sakit sekali ini".


"Ya Alloh, ko ada-ada saja sih pak, emang lagi ngerjain apa? bisa kaya gitu.


Ceritanya panjang mah, entar saja ya pas mamah sudah sampai sini.pokonya secepatnya mamah ke sini".akhirnya kami pun menyudahi sambungan telepon.


Dengan hati yang entah, pikiranku berkecamuk tak karuan,ya Alloh ada-ada saja musibah yang tak terduga.aku terus saja berbicara dalam hati sambil mondar mandir dalam rumah saking paniknya mendengar kabar jadi bingung harus berbuat apa.


lantunan adzan subuh bergema, aku langsung bergegas mengambil air wudhu,langsung aku menunaikan sholat subuh, dalam sujud ku,aku memohon di beri jalan, d lancarkan serta di permudah segala urusanku supaya bisa secepatnya pergi ke kota semarang untuk menemui suamiku.


pagi harinya aku menemui kedua orang tuaku untuk mengabari kejadian yang menimpa suamiku.


"Assalamualaikum pak, mah... mas Tegar kecelakaan, dia harus di operasi kaki kanannya, engkel retak dan tulang tumit patah pak, aku mau nitipin anak-anak dulu ya mah, karena aku harus nyari surat sehat untuk perjalanan ke Semarang."


"Inalillahi... ko bisa? emangnya kejadiannya gimana bisa kaya gitu?".sama kagetnya kedua orang tuaku pun tak kalah paniknya sama kaya aku pas begitu tahu yang menimpa suamiku saat ini.

__ADS_1


Entahlah mah, "mas Tegar juga belum ngasih tahu secara jelas gimana kronologi nya.Gak apa-apa ya mah aku nitip anak-anak?.


Sudah sana, cepetan urus segala sesuatunya biar Tegar gak lama nunggu kamu datang.


Ya sudah mah aku ini mau langsung nyari surat sehat dulu, secara lagi gencar-gencarnya kasus covid di negara ini".


Beberapa hari setelah menerima kabar suami ku kecelakaan... aku langsung berangkat ke kota semarang untuk memastikan kondisi suamiku.Aku berangkat malam hari sampai di tempat tujuan pagi hari setelah turun dari bis aku mengendarai mobil taxi online ke perumahan yang suamiku tempati bersama teman-teman rekan sekerja.


"Assalamualaikum"...ku ucapkan salam sambil ku ketuk pintu rumah, terdengar dari arah dalam menjawab salam ku. "Wa'alaikumssalam...sebentar", tak lama pintu terbuka.


"Ya Alloh mas...ko bisa seperti ini?sambil menghampiri mas Tegar yang terduduk di lantai dengan kaki kanan di balut kain perca,kakinya bengkak dan mulai agak menghitam."


"kamu harus kuat mas,ayo sekarang juga kita ke RS buat ngambil tindakan", aku berkata padanya dengan hati perihatin melihat kondisinya saat ini.


"Iya mah karena sudah ada kamu kita ke RS sekarang aku sudah gak kuat lagi mah", dia pun berkata dengan raut wajah menahan rasa sakit.


Akhirnya tiba juga di RS yang di tuju,om frans mengurus semua berkas yang di butuhkan. Setelah semua berkas masuk ke ruang pendaftaran kami menunggu di kursi tunggu RS.


setelah rangkaian pemeriksaan selesai mas Tegar, aku dan om frans menuju ruang inap yang sudah di sediakan,yang berada di lantai tiga RS tersebut,besok tindakan operasi kaki mas Tegar di lakukan.


Om frans pamit pulang ke perumahan untuk siap-siap berangkat kerja.


"Makasih ya om sudah berkenan membantu suami saya dan mengurus segala sesuatunya. Iya bu sama-sama, santai saja bu om frans bertutur pada ku.


Hati-hati di jalannya ya om, siap bu".


Suamiku juga berbicara sama mengucapkan rasa terimakasih nya pada om frans.

__ADS_1


siang harinya ada panggilan masuk ke no telpon suamiku, suamiku menyuruhku mengangkat panggilan tersebut.


"Halo selamat siang...! ia selamat siang maaf ibu saya mengganggu, perkenalkan saya HRD dari kantor tempat pak Tegar bekerja,


oh iya bu gimana ada yang bisa saya bantu?


saya mau minta no ruangan inap pak Tegar untuk memberikan dokumen BPJS yang harus di lampirkan ke pihak RS.


Ruangan melati no 116 di lantai tiga ya bu...! ",aku memberikan keterangan ke ibu HRD tersebut.


Baik bu saya menuju ke sana sekarang.


Iya bu saya tunggu, apa mau saya jemput ke bawah bu, ini ibu posisinya di sebelah mana ya bu biar saya jemput ke sana.


posisi saya di dekat kantin RS bu.


oh iya sebentar saya ke sana bu.


Lalu aku pun berpamitan pada mas Tegar untuk menemui ibu HRD di kantin RS.


aku melangkahkan kaki menuju kanti, sambil ku menghubungi Ibu HRD menanyakan keberadaan beliau,tak butuh waktu lama akhirnya ketemu juga orang yang aku cari.


selamat siang ibu aku mengulurkan tangan memperkenalkan diri, saya Renata bu istrinya pak Tegar kami pun saling berjabat tangan memperkenalkan diri masing-masing.Sambil berjalan menyusuri lorong-lorong RS aku berbicara dalam hati, ko ini orang kenapa yah? ngeliat sikapnya ko kaya yang salah tingkah gimana gitu sama aku, harus nya aku yang agak sungkan padanya, secara dia rekan sekerja suamiku. sudahlah biarin saja,aku berusaha santai. Kami pun tiba di ruang inap mas Tegar.


Silahkan masuk bu suami ku berucap pada ibu HRD itu. iya Pak. mereka pun berbincang alakadarnya.


Tak lama ibu HRD berpamitan pada kami, setelah urusannya selesai,mari ibu saya antar lagi ke depan.... terimakasih bu gak usah biar saya sendiri saja, lalu ia pun keluar dari ruang inap suamiku, aku hanya mengantar Nya sampai ke pintu.

__ADS_1


Ibu HRD itu namanya Alina, dia berpostur tubuh tinggi, gemuk, rambut si bob sebahu. berkulit sawo matang.


__ADS_2