
Hari ini jadwal operasi suamiku,dari mulai jam dua dini hari tadi mas Tegar puasa sebelum tindakan operasi jam 08.00 . Ku berdiri terkadang mondar mandir di depan pintu ruang operasi,aku bergumam dalam,hati ko lumayan lama ya operasinya? ini sudah hampir jam 10.00 belum keluar juga, ada rasa khawatir menerpa,gelisah menyeruak dalam jiwa, tak henti hentinya aku memanjatkan doa meminta di lancarkan segala sesuatunya.
Akhirnya pintu ruang operasi terbuka, aku bergegas menghampiri sosok suamiku yang terlentang di atas brankar di dorong oleh dua orang perawat.
Dalam keadaan setengah sadar, suamiku terus menerus menyebut namaku, aku jadi geli sendiri melihat tingkahnya, perawat yang mendorong brankar juga jadi senyum, bukan hanya perawat namun orang-orang yang berpapasan dengan kami pun ikut tersenyum mendengarkan mas Tegar.
"Mah... mah... mah Renata kamu di mana mah...? "terus saja mas Tegar berucap seperti itu sampai ke ruang inap.Dua orang perawat dengan cekatannya memindahkan mas Tegar dari brankar ke ranjang yang ada di ruangan inap yang suamiku tempati saat ini.
"Alhamdulillah mas akhirnya kamu sadar juga,tau gak?,kamu mas, tadi aku bener-bener khawatir banget sama kamu,ko operasi nya lumayan lama", sambil ku bersihkan semua peluh yang berada di badan suamiku, sambil ku bantu memakai kan baju kaos di badan suamiku.
"Gimana masih terasa sakit? kaki nya mas ,sambil ku mengelus kaki nya dengan lembut.
Sakit sih enggak mah mungkin karena masih ada efek dari obat bius tadi, cuman kerasa kebal aja mah".
memang sih terlihat agak bengkak kaki suamiku di tambah lagi pemasangan gip di kaki suamiku.
"Yang sabar ya mas", kamu harus kuat Semoga bisa sembuh lagi seperti sedia kala aamiin.
Ku rogoh kantung celanaku mengambil benda pipih milik ku, lalu ku pencet no yang tertera di HP ku. Halo...Assalamu'alaikum... ku lakukan panggilan vidio dengan kedua anak ku.
"Wa'alaikum ssalam mah...terlihat wajah kedua buah hatiku yang sudah dua hari ini ku tinggal bersama orang tuaku.
__ADS_1
Mamah lagi di mana ini? Zian putra kedua ku bertanya."
"Mamah lagi nemenin papah di RS nak, do'ain papah ya nak biar cepat sembuh", iya mah serempak kedua anak ku berucap.
Papahnya mana mah, aku pengen lihat papah, ku sodorkan HP pada suamiku... "Halo teteh, ade do'ain papah ya nak biar cepat sembuh, biar papah bisa secepatnya ketemu sama kalian",terlihat butiran bening di sudut mata suamiku, begitupun aku tak kuasa merasakan kerinduan pada anak-anak ku.
"Iya papah kami selalu mendoakan papah supaya cepat sehat ya papah... lalu Zian pun berkata mah aku pengen ke situ pengen nemenin papah, sambil nangis dia mengutarakan keinginannya".
"Sabar ya dek nanti mamah juga pulang buat jemput kamu, tapi teteh yang sabar ya nak gak bisa ikut dulu ke Semarang nanti, karena teteh kan harus sekolah.
Iya mah gak apa-apa yang penting papah sama mamah sehat terus ya",putri pertamaku dengan suara bergetar menjawab yang ku katakan padanya barusan.
"Kasian mereka ya mah harus di tinggal mamah ke sini, apalagi Zian baru dua bulan ini habis di sunat, harus jauh dari kita". suamiku berkata sambil mengelap butiran bening yang berlinang di pipinya.
"Kita harus kuat mas demi mereka", jujur sebenarnya aku pun berat harus meninggalkan mereka bersama ibu. secara mereka gak pernah di tinggal lama sama aku mas. kami pun terdiam sejenak dengan pemikiran kami masing-masing.
Tak berselang lama ku dengar ketukan pintu ruangan ini. Lalu aku pun bergegas ke arah pintu untuk membukanya.
"Selamat siang bu Renata! oh selamat siang bu Alina, ayo mari silahkan masuk.
Iya bu, terimakasih, saya mau langsung saja ya bu, ini dokumen-dokumen untuk melengkapi persyaratan ke pihak RS, nanti ibu langsung kasihkan saja ya bu ke bagian administrasi nya", sambil ia memberi tahu kan hal-hal apa saja yang harus aku lakukan dengan dokumen tersebut." Baik bu nanti saya berikan langsung ke bagian administrasi nya.
__ADS_1
Maaf ya bu, saya harus pamit sekarang karena masih banyak pekerjaan di kantor, oh iya silahkan bu Alina! "Terimakasih ya bu, maaf jadi merepotkan ibu"
"Gak apa-apa bu memang ini sudah menjadi tugas saya ko bu". setelah bersalaman ibu Alina pun pergi begitu saja tanpa bertanya basa basi sedikitpun pada suamiku.
Dalam hati aku bergumam, benar-benar aneh, ko bisa ya gak negur gak apa, secara dia kan teman satu kerjaan dengan mas Tegar tapi ko gitu ya? , padahal mas Tegar dalam kondisi sadar baru selesai operasi,ko aneh,kan seharusnya bertanya bagai mana keadaan mas Tegar setelah operasi, basa basi ke, nanya, lah ini? biarin ajalah mungkin memang begitu kali cara sikap orang kantoran, dengan tak sadar aku geleng-geleng kepala! .
"kenapa mah?" mas Tegar bertanya padaku... ternyata mas Tegar memperhatikanku, jadi malu sendiri hehehe.
"Gak apa-apa mas, cuman heran aja sama bu Alina, emang orangnya kaya gitu ya mas?" aku bertanya pada suamiku.
"Bagai mana apanya mah? suamiku pun bertanya.
"Ya heran aja mas, masa temen satu kerjaan gak tegur sapa, apalagi mas kan habis operasi,kan ada baiknya nanya basa basi,secara kan kenal satu sama lain, mungkin di kerjaan juga biasa ngobrol, kan jadi aneh mas kalo menurutku dia seperti itu".
Suamiku hanya diam terpaku mendengarkan semua ocehan ku kali ini,aku pun pamit pada suamiku untuk menyerahkan berkas ke bagian administrasi yang tadi di berikan bu Alina padaku.
Aku duduk di samping ranjang pasien, menunggu suamiku yang tertidur dengan dengkuran halus,setelah meminum obat yang di berikan perawat setengah jam lalu, aku iseng membuka gawai suamiku, sekedar ingin melihat foto yang ada di galeri HP miliknya.
Namun tak berselang lama ada rasa ingin tau dengan aplikasi centang biru di HP suamiku, barangkali ada sesuatu yang tersembunyi di balik keanehan ibu HRD tadi,dan benar saja yang aku pikirkan, tak salah lagi ternyata ada udang di balik batu di antara mereka berdua.
Ku baca satu persatu WA yang masuk dari bu Alina untuk suamiku, aku mengulum senyum,mungkin saat ini aku masih bisa menahan perasaan karena belum tau pasti kejelasannya seperti apa,tapi lain waktu aku harus cari tau, apa maksud dari semua ini.
__ADS_1