Pelakor Dengan Percaya Diri Tinggi

Pelakor Dengan Percaya Diri Tinggi
Alloh selalu memberi petunjuk padaku.


__ADS_3

Tak terasa sudah seminggu lebih pasca operasi kaki mas Tegar, setiap hari banyak orang-orang datang ke rumah menghampiri mas Tegar membahas masalah pekerjaan,bahkan meeting antara staf kantor pun di lakukan di rumah ini,tak ketinggalan juga dengan kehadiran ibu Alina di tengah-tengah mereka, yang terkadang menunjukan rasa cemburunya terhadapku,aku sih berusaha biasa saja tak menunjukan sikap gimana-gimana karena mas Tegar sudah menjelaskan semuanya padaku tentang masalah itu.


Aku hanya sekedar menyuguhkan minuman dan makanan setiap kali tamu datang, lalu aku bergegas masuk ke kamar, kadang mereka datang pagi hari, mulai dari jam setengah sembilan sampai jam sebelas siang, kalo datang nya sore, selepas pulang ngantor sampai kadang malam hari baru bubar.


Keesokan harinya datang segerombolan staf kantor,yang menjenguk suamiku, kebanyakan kaum hawa yang datang, rumah pun jadi tampak ramai dengan kehadiran mereka semua, satu persatu menyalamiku, dan memperkenalkan diri masing-masing, aku pun membalas uluran tangan mereka dengan hati.Kali pertama aku ikut bergabung dengan tamu mas Tegar, mereka cukup ramah padaku, sesekali mereka melontarkan kata candaan di sela-sela obrolannya, suatu hal yang wajar sih menurutku sesama rekan kerja saling melempar candaan satu sama lain.Aku cuman ikut tersenyum kala melihat mereka seperti itu. Namun kali ini tak ada sosok ibu HDR di tengah-tengah tamu yang datang, karena mungkin sudah beberapa kali juga ibu Alina datang kesini.Tamu yang datang kali ini, yang belum sempat menjenguk suamiku.


Salah satu di antara mereka bicara, sumpah, yakin ini rumah jadi terlihat berpenghuni, kelihatan lebih rapih dari biasanya,"Terimakasih ya bu Renata sudah membantu pekerjaan saya di sini, dia berucap padaku,biasa saja kali mbak,sudah kebiasaan saya juga beres-beres rumah, ternyata yang barusan berucap itu mbak Yanti, petugas kebersihan kantor, yang biasa juga membersihkan rumah ini".


Setelah berbincang-bincang cukup lama, satu persatu teman sekerja mas Tegar pamit undur diri, pulang ke rumahnya masing-masing, hanya tinggal beberapa orang saja yang masih asik mengobrol dengan mas Tegar, diantaranya ibu Laras yang menunggu di jemput suaminya, karena dia lagi hamil besar anak pertamanya, jadi dia pergi pulang ngantor di antar jemput oleh suaminya, aku juga ngobrol banyak dengan bu Laras secara aku juga sudah kenal dengan nya lewat sambungan telepon.


Setelah dua minggu pasca operasi, mas Tegar di haruskan masuk kantor olah atasannya tapi bukan pak Robert, benar-benar tak bisa memahami dengan kondisi suamiku saat ini, malahan dengan seenaknya berkata, yang cedera kan kaki pak Tegar bukan anggota tubuh yang lainnya,badannya kan masih keliatan sehat, ya Alloh dengan santai nya berucap begitu itu orang.

__ADS_1


Akhirnya suamiku memaksakan diri berangkat juga ke kantor.Siang harinya terdengar deru mesin mobil di depan rumah, ku buka pintu, ternyata suamiku pulang kerja di antar oleh ibu Alina.


Mulai ada rasa yang tak biasa di hati ini, melihat reaksi tatapan ibu Alina terhadap suamiku, aku pun menghampiri mereka di depan pekarangan rumah,ku sambut uluran tangan suamiku meminta tolong membantu memapah jalannya.


"Terimakasih bu Alina...! ", sudah berkenan mengantar suami saya pulang, maaf jadi merepotkan ibu...!


"Tidak apa-apa bu, sekalian saja ini saya mau keluar, makanya tadi menawarkan pak Tegar sekalian saya antar bu..!, oh iya bu terimakasih banyak".Lalu diapun langsung pamit undur diri dan langsung melajukan lagi mobilnya meninggalkan pekarangan rumah ini.


Selepas itu suamiku beristirahat, terdengar dengkuran halus suamiku, ya Alloh kasihan sekali mas Tegar, dalam hati aku bergumam.


Ada pesan masuk ke HP suamiku, aku pun mencoba membukanya takut ada hal penting menyangkut pekerjaan suamiku, dan aku juga sudah di izinkan untuk membuka HP miliknya.

__ADS_1


Masih dengan rasa penasaran ku buka pesan masuk dari ibu Alina.


"Mas yang kuat ya, semoga cepat pulih seperti sediakala,tatap semangat ya mas", aku tersenyum dan berusaha biasa saja,mungkin ini masih ku anggap biasa saja pesan dari bu Alina, gak melampaui batas, ku geser ke atas terus membaca percakapan apa saja antara bu Alina dengan suamiku,di sini aku bisa mengartikan memang untuk saat ini yang mas Tegar ceritakan ke aku ada benarnya juga,dalam masalah ini ternyata bu Alina lah yang memberi perhatian lebih terhadap suamiku,aku pun bisa membaca sikap mas Tegar tidak begitu merespon dengan sikap bu Alina terhadapnya.


Namun aku pun gak bisa langsung percaya begitu saja, karena menurutku gak bakalan ada asap kalo tak ada api, itu menutut pepatah bilang, dan aku selalu percaya pada kuasa Alloh, pasti Alloh akan memberikan petunjuk untuk masalah ini.


Selama aku di sini merawat mas Tegar selau ku lihat status WA milik suamiku,sudah terbaca juga olehku status bu Alina yang kadang menuangkan rasa kegundahan hatinya, awalnya aku gak ada pikiran gimana-gimana, namun setelah tau, jadi aneh saja ko bisa sampai segitunya galau sama suami orang, wak...wak...wak.


Aku pun akhirnya berbicara pada mas Tegar,di saat dia sudah terbangun dari tidurnya, dan sudah selesai juga ku lap badannya,sudah berganti baju juga, kami tiduran di ruang tengah sambil melihat acara televisi. "Mas maaf sebelumnya ya, kamu jangan marah, ko bisa bu Alina seperti itu sama kamu?, kamu juga harus ingat mas, kamu punya anak perempuan, aku gak mau anak kita merasakan karmanya mas,aku juga jadi teringat sama ucapan kamu, kamu pernah bersumpah gak bakalan main perempuan, kamu juga bilang kalo aku main perempuan biar aku celaka, makanya mas kalo ngomong itu jangan asal, apa mungkin ucapan kamu itu di ijabah sama Alloh sampai kamu celaka seperti ini mas", sambil tertawa aku menuturkan semuanya sama mas Tegar, dia pun ikut tertawa.


"Mungkin ini musibah aja mah yang harus aku terima",dia berusaha mengelak dariku dengan berkata seperti itu padaku.Semoga saja mas ini hanya musibah, bukan karena ucapan kamu dengan mengucapkan sumpah padaku mas, karena aku yakin Alloh pasti memberikan petunjuk padaku dengan ketidak tahuan ku kamu berbuat salah di belakang ku mas.

__ADS_1


Aku yakin mas dengan kejadian ini Alloh memberitahuku adanya masalah antara kamu dan ibu Alina."Terimakasih ya mas atas semuanya".Mas Tegar hanya bisa diam terpaku dengan semua yang aku bicarakan barusan.


__ADS_2