
Seorang gadis muda berparas cantik menatap sebuah rumah yang ada didepan nya. rumah yang begitu besar dan megah itu membuat gadis cantik itu menatap kagum. sebelum nya gadis itu belum pernah menatap rumah mewah dan besar, karna dirinya memang berasal dari pedesaan.
"Rumah nya besar sekali, ini mah rumah orang-orang kaya," gumam nya tak henti menatap rumah didepan nya.
Alea Nayanika. Seorang gadis berparas cantik, memiliki tubuh bagus bak seperti model papan atas. gadis itu baru berusia 18 tahun, dan dia baru saja lulus dari SMA-nya. Sekarang ini dia sedang melamar pekerjaan sebagai pelayan.
Teman nya yang tingal di ibukota mengirim pesan jika di ibukota ada lowongan pekerjaan sebagai pelayan, tanpa pikir panjang Alea pun bergegas ke ibu kota untuk melamar pekerjaan tersebut.
Dan sekarang gadis bernama Alea itu masih menatap rumah didepan nya. lalu dia berjalan kearah tempat satpam dirumah tersebut. "Permisi pak, apa benar ini perumahan cempaka dan alamat ini adalah rumah tersebut?," Ucapnya kepada salah satu satpam lalu memberikan alamat tersebut
Satpam yang ada didalam gerbang itu membaca alamat yang diberikan Alea, lalu dia menggangguk. "Benar neng, ini perumahan cempaka dan alamat ini memang benar," Sahutnya sembari memberikan kembali sebuah kertas yang tertulis alamat rumah kepada Alea
"Sebelum nya neng ini siapa ya? dan ada perlu apa mencari alamat rumah ini?," Ucapnya kepada Alea
"Nama saya Alea pak, saya kemari diberi tau oleh teman saya jika dirumah ini sedang membutuhkan seorang pelayan, apa benar?" Ucapnya dengan sopan
"Ouh benar neng alea jika rumah ini sedang membutuhkan pelayan, jika neng sedang melamar pekerjaan tersebut saya akan panggil nyonya besar dulu ya," ucap pak Mamat, selaku satpam utama
Alea hanya menggangguk sembari tersenyum kepada Pak Mamat, baginya pak Mamat itu lucu karna kepalanya botak dan kinclong sekali membuat Alea tersenyum menahan tawa.
Meliat anggukkan Alea pak Mamat pun langsung pergi masuk kedalam untuk bertemu nyonya besar.
__ADS_1
*
*
*
Setelah begitu lama Alea menunggu diluar, dia pun masuk kedalam rumah mewah tersebut setelah pak mamat kembali dan menyuruh Alea masuk kedalam rumah.
Dan disinilah Alea berada dia sedang duduk disalah satu sofa yang ada diruangan tengah, begitu luas dan megah dia menatap setiap inchi ruangan tersebut. diruangan itu sangat terlihat barang-barang berharga.
"Sebelum ke intinya, saya ingin tau siapa nama mu dulu, umur berapa dan tinggal dimana?" Tanya seorang wanita yang umurnya sekitaran 50 tahun. "Nama saya Alea, umur saya baru 18 tahun, dan saya tinggal di pedesaan Nyonya."
Wanita bernama Astrid hanya mengganguk paham lalu dia menatap penampilan Alea. sungguh diluar ekpetasi dia kira yang ingin melamar pekerjaan seorang wanita tua, dekil, ini malah gadis kecil berparas cantik.
Maka begitu Nyonya Astrid sedang membutuhkan seorang pelayan agar bisa membantu para maid mengerjakan tugas rumah.
Meliat Astrid yang terus menatap dirinya membuat Alea was-was, dia takut jika dirinya ditolak begitu saja. Karna selain takut ditolak dia memang tidak memiliki uang untuk pulang kembali kedesa, Karna dia ke ibukota hanya membawa uang pas. Semoga saja aku diterima!.
Astrid tersenyum meliat Alea yang tegang seperti itu, mungkin gadis itu sedang takut jika dirinya ditolak. "Kamu bisa memasak? dan mengerjakan rumah?" Tanyanya setelah dirinya terdiam
"Bisa Nyonya bisa" ucapnya dengan antusias karna dia tidak mau Menyia-nyiakan kesempatan. "Saya bisa masak dan mengerjakan rumah Nyonya."
__ADS_1
"Baik jika begitu, kamu saya terima sebagai pelayan di rumah ini!, mulai besok kamu bisa mengerjakan pekerjaan ya. dan ya nama saya Astrid."
"Baik Nyonya Astrid besok saya akan bersemangat memulai awal baru saya dirumah ini, Pokonya saya tidak akan mengecewakan Nyonya." Girang nya membuat Nyonya Astrid terkekeh pelan, baginya Alea seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan mainan.
"Selain itu besok akan saya kasih tau tugas apa saja yang akan saya berikan untuk mu, karna tugas pelayan dirumah ini beda-beda ya" ucapnya kembali kepada Alea. Alea hanya menangkapi nya dengan anggukkan pelan dan senyuman manisnya.
Sekarang Alea sedang bersama salah satu pelayan, pelayan tersebut disuruh oleh Nyonya Astrid untuk menemani Alea memahami isi rumah agar paham dan tidak tersesat dirumah luas itu. Pelayan tersebut juga menunjukkan kamar Tuan muda dan nyonya.
Setelah puas menemani Alea memahami isi rumah pelayan bernama ina mengantarkan Alea kekamar pribadi, kamar sebagai pelayan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
*
*
*
Haii kaka semua nya, sebelum nya terimakasih sudah berkenan mampir kekaryaku. maaf ya aku masih pemula menulis novel, Jika ada kesalahan tolong kritik nya secara baik-baik ya.
Mohon dukungan nya ya kak🙏
__ADS_1
aku berharap kaka bisa berikan aku like**