
"Hahaha ampun deh kok bisa ketemu sama bocah keras kepala?" Edward tidak bisa menahan ketawa setelah mendengarkan cerita dari Gavian yang bertemu dengan bocah yang menurutnya keras kepala.
Gavian yang meliat Edward tertawa dia hanya menampakkan raut wajah kekesalan. Pasalnya jika dia kena apes teman baiknya itu akan tertawa terbahak-bahak sampai salah satu orang yang ada disana menatap mereka berdua sesaat karena tertawa Edward.
"Sudah cukup! kau tidak usah ketawa lagi! tidak ada yang lucu" Gerutu Gavian menghentikan Edward tertawa.l
"Oke deh oke, lalu waktu tadi siapa yang misahin?" Tanya Edward kembali.
"Warga sekitar, setelah itu aku pun pergi meninggalkan dia seorang diri. Awalnya gadis itu meminta uang padaku ceritanya untuk ganti rugi, tapi aku tidak memberikan uang sepeser pun, karena tidak membawa uang Cash." Jelas Gavian seraya mengambil jas yang tersimpan dikursi.
"Berharap kau bertemu kembali dengan gadis itu, seperti nya lucu jika kalian bersama, kamu yang Introvert bertemu dengan gadis cerewet" Seru Edward meneguk segelas Wine.
"Ogah! aku berdoa tidak lagi bertemu dengan gadis aneh itu! karena gadis itu akan membuatku pusing setengah keliling!" Gavian bangkit dari duduk nya lalu bola mata nya menatap jam tangan. sedangkan Edward hanya terkekeh mendengarkan kekesalan dari Gavian.
"Mau pulang?"
__ADS_1
"Hmm, sudah malam. kau masih disini atau ikut dengan ku pulang?" Tanya Gavian kepada Edward.
"Duluan saja, aku masih mau bersenang-senang disini"
Gavi pergi meninggalkan club malam itu dan membiarkan Edward sendirian disana. Entah kenapa hari ini dia sangat melelahkan padahal ini baru jam pukul delapan malam, mungkin karena efek tadi siang dan kerjaan dikantor begitu numpuk jadi dia merasa lelah.
Tidak menempuh perjalanan kurang lebih dari tiga puluh menit, Gavi sudah tiba dirumah nya, gerbang otomatis itu membukakan pintu untuk Gavi masuk kedalam rumah. Gavi turun dari mobil nya lalu kaki panjang nya melangkah masuk kedalam rumah mewah itu.
"Sayangku, kamu sudah pulang" Ucap Mom Astrid yang meliat anak sulungnya sudah pulang dari kantor.
"Yes mom" Gavian mencium pipi Mom Astrid sekilas lalu dia duduk didekat Mom Astrid.
"Untuk sekarang perusahaan berjalan dengan lancar. semua masalah yang mengenai minggu lalu sudah Gavi tangani" Seru Gavi seraya mengambil cemilan kue diatas meja.
Gavi mengunyah kue yang dia makan. namun sesaat dia terdiam setelah mengunyah satu gigitan kue itu. "Mom ini kue buatan siapa?" Gavi langsung menatap Mom Astrid karna dia ingin tau siapa yang membuat kue yang ia makan.
__ADS_1
"Kue itu buatan pelayan baru, nama nya Alea" Ucap mom Astri sembari memindahkan siaran televisi. "Bagaimana rasa kue nya enak kan? mom aja sampe ketagihan."
"Hm iya kue nya enak, aku baru tau ada pelayan baru" Gavian tak henti memakan kue tersebut karena menurutnya kue yang dia makan sangatlah enak dan pas dilidah dia.
"Tadi siang dia melamar pekerjaan, Kamu tau gak Gavi pelayanan barunya masih seger alias masih muda"
"Iyakah mom? siapa memang pelayan barunya?"
"Bentar mom panggilkan dulu" Mom Astrid langsung berteriak memanggil nama Alea "ALEA" Teriak Mom Astrid.
Gavian menutup telinga nya dengan kedua tangan, dia tau betul teriakkan Mom Astrid seperti apa, Teriakkan mom Astri bisa membangunkan seisi rumah.
Mendengar terakkan Astrid, Alea pun bergegas lari menghampiri Nyonya Astrid yang tengah duduk diruangan tamu.Namun, langkah kaki Alea terhenti ketika bola mata dia tertuju pada sosok pria yang begitu tak asing baginya, pria itu tengah duduk didekat Nyonya Astrid sembari memakan kue buatan nya.
Sebaliknya dengan Gavian, dia juga ikut menatap sosok gadis yang berdiri disana, Gadis yang hampir dia tabrak waktu pagi tadi.Meliat keduanya yang saling menatap membuat Mom Astrid kebingungan
__ADS_1
...****************...
.