
Perkenalan Visual utama.
Gavian Atmadja.
Memiliki watak introvert yang selalu fokus pada pikiran, suasana hati, dan perasaan secara internal. selain itu Gavi orang nya terlihat cuek dan tidak memikirkan urusan orang lain. Namun, jika sudah mengenal orang yang dia sayang, dia akan memperlihatkan sisi bucin dan manjanya.
Gavi menutup diri selama 3 Tahun karena mantan kekasihnya yang pergi berkarir, sebab itulah Gavi memiliki kepribadian Introvert.
Alea Nayanika.
Gadis priang, usil, suka ceplas-ceplos, cerewet, kekanak-kanakan, sedikit lugu, poko nya orang ngeselin. Namun, dari priang nya Alea, dia memiliki sisi lemah dan kelam, dulu dia adalah korban bull-ying disekolah ketika umur dia masih dibangku SMP. begitu seiring waktu berjalan, dia mencoba untuk mengubah hidupnya menjadi lebih baik agar tidak mudah ditindas. sampai ia pun mulai nyaman dengan sipat yang sekarang gadis itu miliki.
Visual Hanya pemanis ya! jika kurang memuaskan, bisa bayangkan sesuai selera.
*
*
__ADS_1
*
Ruangan kecil memperlihatkan sosok pria bertubuh tinggi nan kekar itu mengukung gadis kecil ke ujung dinding, sorot mata tajam dari pria membuat gadis itu menciut ketakutan. "Huhu Om ampun om! jangan lukai Alea" Sahut Alea memohon kepada Gavian.
"Tidak bisa begitu! kau sudah membuat aku dimarahi oleh mommy ku!"
"Salah sendiri!, ngapain coba om mau nabrak aku mana waktu minta uang buat ganti rugi om malah pergi lagi" Jawab Alea dengan sinis.
Gavi tidak habis pikir dengan isi kepala gadis dihadapan nya. jika bukan anak orang sudah Gavi buang ketempat pembuang sampah karena Gavi benar-benar kesal dengan gadis ini.
"Berapa usia mu!" Tanya Gavi.
"Usia ku baru 18 tahun Om" Jawab Alea.
"Om Jangan ngatain aku bocil! aku sudah besar dan legal" Jawab Alea dengan kesal, karena Gavi memanggil dirinya bocil, Alea paling tidak suka dirinya disebut bocil.
"Haha apa nya yang sudah besar? kau pendek, dada mu rata tidak terbentuk dan juga tubuh mu kerempemg tidak berisi tapi kau menyebutnya sudah besar?" Sindir Gavian dengan puas karena memperlihatkan jika gadis dihadapan nya tengah emosi.
"Yakkk, kurang ajar! om jangan sembarangan mengatai ku seperti itu!" Memukul dada bidang Gavi sekuat tenaga.
Gavian terkekeh kecil dirinya merasa puas karena sudah membuat gadis itu kesal karena ulah nya. dan itu tentu saja membuat Gavi terheran, biasanya tidak akan seperti ini. namun, entah kenapa dia begitu meresponi Alea sampai dia nekat memasuki kamar Alea pakai kunci cadangan untuk memberikan perhitungan.
__ADS_1
Ditengah-tengah kesibukkan Alea yang memukul Gavi, Gavi tak sengaja menginjak sesuatu yang licin sampai tubuh dia tidak memiliki keseimbangan sampai terjadilah...
Brukkk-
Karena tak seimbang Gavi terjatuh sembari menarik tangan Alea sampai keduanya terjatuh kelantai. Adegan tersebut sangat memalukan karena posisi Alea yang sekarang berada diatas tubuh kekar Gavi. Keduanya terdiam dan saling menatap satu sama lain, sangat terlihat jelas Gavi tidak terhenti memandang mata indah yang dimiliki Alea.
Deg...deg..deg..
Jantung keduanya berdebar sangat kencang dan tak karuan.
Tatapan Gavi beralih ke bibir ranum Alea, bibir kecil dan berwarna pink muda. Entah kenapa Gavi merasa ingin mencicipi bibir Alea. Sementara Alea, dia pun tertegun menatap wajah tampan yang dimiliki tuan mudanya itu. ia baru menyadari jika meliat dari dekat Gavi sangat mengoda dan tampan.
Tok-tok tok
Suara ketukkan pintu membuat keduanya tersadar dari lamunan. "Alea barusan suara apa?" Tanya bi Ina dari luar kamar.
Alea berjalan terburu-buru kearah pintu untuk keluar sebentar dari kamar. "A--anu, tadi suara barang yang jatuh kak Ina" Jawab Alea dengan pipi memerah padam dia sangat malu karena mengingat kejadian yang dimana dirinya menindih tubuh Gavi.
"Ouh suara barang jatuh, kaka kira suara apa, kalau begitu cepat tidur ya sudah malem, kaka mau kembali lagi kekamar" Ucapnya kak Ina.
"Iya kak silakan, Alea juga mau tidur kok" Lirih Alea dengan menunduk.
__ADS_1
Ina pun berjalan kembali masuk kedalam kamarnya setelah mengetahui apa yang terjadi dikamar Alea. Alea yang meliat Ina pergi merasa lega dia pun mengusap dada nya dengan penuh bersyukur.