Pelayan Cantik Hasrat Tuan Introvert

Pelayan Cantik Hasrat Tuan Introvert
4. Tunggu aku kembali!


__ADS_3

"Kamu?"..."Om?" Serentak Gavian dan Alea secara bersamaan.


"Heyy gadis kecil mengapa kamu ada didalam rumah ini hah" Pekik Gavia dengan tatapan tajam sembari menunjuk Alea. dia tau betul gadis itu seperti apa karena kejadian tadi siang membuat dia kesal.


"Yakkk! aku ada disini tentu saja untuk bekerjalah, apa om pikir aku ini maling?" Jawab Alea tak mau kalah.


"APA?" Pekik Gavian kembali sesaat ketika mendengar ucapan dari gadis kecil itu yang dimana gadis tersebut pekerja dirumahnya sebagai pelayan.


Mom Astrid masih duduk sembari menyimaki mereka berdua yang berdebat. sampai akhirmya dia memberanikan untuk berbicara. "Hey sayang, kamu kenal sama Alea? Kalian ternyata sudah saling kenal rupanya," Tanya Mom Astrid.


"Tidak! kami tidak saling kenal!" Seru keduanya, Gavi dan Alea kembali saling menatap mata dengan tatapan sengit.


"Kalau tidak saling kenal kenapa kalian berdebat setelah bertemu? ayoloh?" Ledek Mom Astrid dengan menatap keduanya genit, Mom Astrid tau betul seperti apa watak Gavian. Makanya sekarang dia masih terheran dengan tingkah anak pertamanya itu yang meresponi Alea dengan sedebatan dan tidak mau mengalah.


"Nyonya waktu dijalan tuan ini itu ham---," Belum sempat melanjutkan berbicara mulut Alea dibekap oleh tangan besar milik Gavi. Alea menatap Gavi sedangkan pria itu menatap dengan tajam dan mengode.


"Gavi kenapa kamu membekap mulut Alea! dia belum melanjutkan bicaranya" Tanya Mom Astrid.


"Tidak penting mom! aku dan dia hanya bertemu dijalan" Jawab Gavi seraya melepaskan tangan nya dari mulut Alea.

__ADS_1


"Ehh apa benar Alea?" Menatap Alea.


Sebelum menjawab Alea menatap Gavi, Lalu Gavi memohon agar tidak menjawab dengan jujur. Jika Alea menjawab dengan jujur ke Mom Astrid maka itu akan menguras energinya, karena mom Astrid itu orangnya cerewet Gavi tidak mau jika ia terus diceramahi oleh mom Astriddengan apa yang dilakukan tadi siang. "Ekpresi om ini kayanya ketakutan, kerjain ah" Batin Alea dengan akal liciknya.


"Tadi siang itu, om ini mau menabrakku Nyonya" Jawab Alea seraya berekpresi sedih. Gavi melototkan kedua matanya dia sudah mewanti-wanti agar gadis itu tidak menjawab dengan jujur tapi gadis kecil ini malah menjawab jujur dan yang membuat dia semakin kesal meliat Ekpresi dari wajah gadis menyebalkan itu.


"Apa" Teriak Mom Astrid.


"Mom, Gavi lelah besok aja ya kalau mau ceramah, lagian ini sudah malem mom" Mohon Gavi secara tidak langsung, karena dia sudah tau betul apa yang akan dilakukan Mom Astrid.


"Duduk Gavi! kamu ini mau pergi dari kesalahan? kamu hampir menghilangkan nyawa orang?" Ucap Mom Astrid, Menatap Gavi tajam.


Alea bergidik merinding mendengarkan perkataan Gavi selain itu nafas Gavi begitu terasa masuk kedalam telinganya "Eh apa yang akan dia lakukan?" Batin Alea.


*


*


*

__ADS_1


Hari semakin malam, pekerjaan ringan yang Alea kerjakan tadi sudah selesai.tepat dua jam setelah kejadian dimana dirinya dan Gavian berdebat sungguh menguras energi, Dia masih belum percaya jika bertemu kembali dengan orang yang hampir menabraknya dan yang paling terkejutnya pria itu adalah seorang tuan muda pertama, anak dari majikannya.


"Lelah banget, waktunya bobo cantik" Alea berjalan mendekati Seklar lampu, karena awalnya kamar Alea masih gelap dan belum dinyalakan.


Setelah dinyalakan kamar Alea sekarang terang. Namun, dia dikejutkan oleh sosok pria yang tengah duduk disalah satu kursi dikamar tersebut. Alea tau siapa pria tersebut dia adalah Tuan muda Gavian. Gavi menatap Alea dengan tatapan tajam, dia benar-benar kesal meliat gadis itu.


Entah sejak kapan Gavi ada dikamar Alea padahal Alea tau betul kalau pria ini tadinya masih dimarahi oleh mommy nya. "Kenapa kau bengong disana hmm? terkejut kah kalau aku ada dikamarmu?" Gavian bangkit dari duduknya dan mendekati Alea. Sedangkan Alea dia malah mundur perlahan.


"O--om k-kenapa kamu ada dikamarku" Ucapnya terbata-bata.


"Kamu nanya?"


Bruk.


Gavi berhasil mengukung tubuh mungil alea dengan tubuh kekarnya setelah Alea tidak bisa mundur kembali karena sudah mentok keujung dinding. Terlihat jelas di raut pria itu sangat begitu kesal dan marah dengan meliat wajah gadis kecil itu.


...****************...


Maaf ya kalau ada ketypoan dalam mengetik.🙏

__ADS_1


Terimakasih sudah bersedia mampir🤗


__ADS_2