
"Emang gak boleh kalau gue antar loe pulang dulu?" tanya Adam membuat Mega kaget tentunya.
"emang gue bayi? gue bisa pulang sendiri. sana sana!" usir Mega yang mulai risih dengan kelakuan Adam
Dengan cepat Mega melangkahkan kaki nya agar cepat sampai rumah. Akan tetapi langkah nya disusul oleh Adam yang bahkan terlihat sangat santai berjalan, karena memang Adam memiliki tinggi di atas rata-rata teman sekelasnya.
Beberapa kali berbelok gang langkah Mega masih diikuti oleh langkah Adam.
"ngapain masih ngikutin sih?" ujar Mega.
"tuh liat di depan!" pinta Adam sambil menunjuk arah depan.
Terlihat beberapa pemuda berjalan sempoyongan mendekat. Benar, mereka terlihat mabuk dengan pakaian lusuh berjalan sambil tersenyum bahkan tertawa tanpa sebab.
Melihat hal tersebut Mega langsung bersembunyi di belakang Adam karena ketakutan. Kemudian mendorong tubuh Adam untuk berjalan.
"loh, tadi katanya gue gak boleh antar. Ni ngapain lho sembunyi? dorong dorong lagi" goda Adam
"Udah diem deh, cepet jalan!" ujar Mega sambil terus bersembunyi di belakang Adam dan mendorong nya agar cepat sampai rumahnya.
Melewati beberapa orang Adam hanya tersenyum. Terlihat satu pemuda melirik Mega dan tersenyum dan menyapa,
"hai Mega.. pulang sekolah ya..??" tanya pemuda tersebut.
"kenapa sembunyi?" imbuhnya
"gak usah takut Mega kita cuma lagi main. Mega mau ikut?" lanjut pemuda lain.
Pertanyaan itu membuat Mega memegang erat tangan Adam, menunduk dan menyeret Adam untuk berjalan lebih cepat.
Adam hanya mengikuti Mega sampai berbelok gang terakhir menuju rumahnya.
"huh... ngapain sih mereka sore-sore mabuk mabukan?" kesal Mega dengan kejadian yang menimpanya barusan
"ya mana gue tau Ga, emangnya gue bokap mereka?" jawab Adam.
"ish udah ah sana pulang! " ujar Mega melepas pegangannya
"bukannya tadi yang nyeret gue kesini loe ya? bukannya bilang terimakasih malah marah marah, gimana sih?" kata Adam
"iya iya sorry, makasih udah mau gue seret kesini. udah sana pulang!" jawab Mega
"gitu doang? gak di kasih minum nih?" tanya Adam
"minum tuh air comberan! udah sana pulang!" jawab Mega
__ADS_1
"tega banget ya, udah gue tolong juga" ujar Adam, melihat Mega menatapnya sinis "okelah gue pulang, tapi lain kali traktir minum ya" tambah Adam
"iya iya.. udah sana!" usir Mega
"ah mulai besok, jangan lewat gang sini lagi! lewat jalan besar oke!" perintah Adam sambil melambaikan tangan
Tak memperdulikan kata Adam Mega langsung berbalik dan lari menuju rumah. Sedangkan Adam masih melihat Mega yang berlari menjauh kemudian mengeluarkan ponsel.
"udah nih, bawa motor gue kesini ya?" kata Adam setelah nada tersambung.
Tak lama seseorang menghampiri Adam. Ternyata Evan tengah mengendarai sepeda motor Adam. Berhenti tepat didepan Adam kemudian kembali menarik gas melajukan motor setelah Adam naik.
**
Keesokan harinya seperti biasa Mega bersiap untuk berangkat. Kali ini rambutnya ia kuncir kuda sedikit tinggi keatas.
"oke udah semua. Pa.. Ma.. Mega berangkat dulu Assalamualaikum" pamit Mega setelah menghabiskan sarapannya.
"iya sayang, hati hati Waalaikumsalam" jawab orang tua Mega.
Melihat jam sudah hampir pukul 7 Mega bergegas untuk lewat jalan pintas. Lupa akan kejadian kemaren sore membuat Mega berjalan dengan santai hingga ia sampai ujung gang. Mata nya melihat beberapa pemuda yang ia temui kemaren, langkah kakinya pun terhenti
"God, kok bisa lupa sih gue. Kalau gue balik lama banget ntar nyampek bakal telat. Kalau lanjut nasib gue gimana?" gumam Mega
"okelah maju aja langsung lari!" Mega bertekad.
Mengamati siapa pemilik motor yang tengah bersiap turun membuat Mega kaget.
"Adam?"
"iya gue!. bandel banget sih udah gue bilang jangan lewat sini lagi!"
"lupa gue, lagian ini juga bukan jalan loe berangkat kan?"
"loe sih susah dibilangin. Kalau disuruh jangan lewat sini harusnya lewat jalan lain! kan bisa lewat jalan gede!"
"kan udah gue bilang, gue lupa. Yang namanya lupa itu gak inget. lagian lewat jalan gede juga makin lama." (melihat motor yang dikendarai Adam) "Bentar deh, loe bilang kemaren motor loe udah di jual trus ni motor kok bisa loe pake?"
"ya kemaren bohong biar bisa bantu loe" gumam Adam
"apa?" tanya Mega karena tak mendengar dengan jelas apa yang dikatakan Adam
Adam diam tak menjawab. Kemudian menarik Mega untuk segera naik motornya.
"ngapain sih? gue mau jalan udah mau telat nih!" tolak Mega
__ADS_1
"udah naik aja, daripada loe berurusan sama mereka tambah gak masuk loe ntar" jawab Adam
Setelah beberapa saat berdebat akhirnya Mega mengiyakan ajakan Adam untuk berangkat bersama nya.
Sampai parkiran terlihat beberapa pasang mata menatap Mega dan Adam seakan banyak pertanyaan yang muncul bahkan ada yang berbisik.
"kok Mega bisa bareng Adam?"
"mereka pacaran?"
"Adam kan gak pernah bonceng cewek?"
"gila si Adam bisa dapet si Mega"
"bukannya Mega gak pernah deket sama cowok ya?"
Pertanyaan yang mulai mengganggu Mega. Ini salah satu alasan kenapa Mega tak ingin berangkat bersama Adam. Yah.. walaupun Adam tak sepintar Mega tapi dia cukup terkenal dikalangan siswa karena tampangnya yang keren dan bersosial tinggi. Banyak teman satu angkatan laki-laki maupun perempuan bahkan tak segan ia berteman dengan adik kelas.
"thanks ya Dam, gue duluan!" ucap Mega sambil memberikan helm.
" eh tungguin, bareng sekalian ke kelasnya!" kata Adam sambil mengunci motor dan melepas jaketnya.
"hah ngapain? udah loe sama temen temen loe tuh, gue masih mau nunggu temen gue" tolak Mega.
" temen gue mana? lagian udah mau bel, mereka pasti udah masuk kelas lah" ujar Adam sambil berjalan mendekati Mega.
"loe gak liat tuh orang orang liatin kita? liat tuh fans loe kayak nya cemburu deh" ujar Mega
"gue bukan artis, gue gak punya fans. udah ayo jalan!" kata Adam
Mau tak mau Mega berjalan berdampingan dengan Adam dari tempat parkir hingga kelas. Malu pasti karena semua siswa menatap penuh tanda tanya besar. Tak terkecuali Kamil yang satu kelas dengan Mega.
Belum sempat Kamil bertanya Mega sudah memperingatkan
"not a word okay!"
Kamil hanya mengangguk kemudian duduk di samping Mega. Kelas mulai riuh dengan berbagai pertanyaan yang terlontar dari bibir setiap siswa akan peristiwa pagi ini.
Ya karena selama ini Adam tidak pernah berangkat sekolah bersama anak perempuan apalagi memboncengnya.
"wah gila loe Dam, udah mulai berani nih?" goda Evan
"apa? gue cuma nolong dia doang. kan loe tau sendiri yang gue ceritain kemaren" jawab Adam acuh
"iya tapi kan gue cuma tau yang kemaren, nah ini? masih pagi bro loe udah bonceng anak orang!" kata Evan
__ADS_1
"terserah loe mau mikir gimana, yang jelas niat gue masih sama kayak kemaren yang gue ceritain ke loe titik!" ujar Adam tak ingin meladeni pertanyaan Evan.
Evan diam tak lagi bertanya. Selang beberapa waktu seorang guru masuk dan mulai pembelajaran.