
"nih!" kata Adam meletakkan segelas banana smoothie.
Tak ada jawaban dari Mega yang sedari tadi menenggelamkan wajahnya antara bangku dan kedua tangannya.
"Ga! lho tidur?" mengetuk meja Mega tapi tetap tak ada jawaban disana.
Menggoyangkan bahu Mega untuk membangunkannya Adam sesekali memanggil nama Mega.
Sedikit menggeliat respon dari Mega. Mengangkat kepala Mega melirik siapa yang berani mengusik tidurnya.
"loe lagi! ngapain sih Dam, gak liat gue lagi tidur?" kata Mega menundukkan kembali wajahnya.
"harusnya loe bersyukur nih gue beliin smoothie biar perut loe gak tambah sakit!" ujar Adam.
"sotoy banget loe siapa juga yang sakit perut?" elak Mega menatap tajam Adam
"biasa aja kali liat nya. lagian kenapa gak ijin aja sih udah tau nyeri kayak gitu pasti gak bisa gerak banyak. kalau loe ngotot yang ada tambah sakit" bujuk Adam
"apaan sih Dam, udah sana jangan ganggu gue! syuh syuh!!" usir Mega
"keras kepala ya dibilangin. kalau gak mau pulang ke UKS aja istirahat disana!" ajak Adam sedikit berteriak.
"Brakk!!" suara gebrakan bangku dari tangan Mega sebagai luapan emosi karena diganggu oleh Adam. Mencoba berdiri dari duduknya tapi
"Awww!!!" teriak Mega kesakitan memegang perutnya.
"loe kenapa Ga?" tanya Adam khawatir
"diem loe!" ucap Mega mencoba duduk kembali.
Tanpa pikir panjang Adam menarik tangan Mega membopongnya menuju UKS. Sadar yang dilakukan Adam Mega hanya diam karena sakit pada perut bagian bawahnya lebih kuat membungkam mulutnya.
Perjalanan menuju UKS sedikit terhambat karena Adam harus menuruni anak tangga dari lantai tiga menuju lantai satu. Salah langkah akan mengakibatkan mereka berdua masuk rumah sakit. Hati hati Adam melangkahkan kakinya. Hingga lantai satu Adam mempercepat langkahnya. Tak menghiraukan siswa lain yang melihat mereka Adam memberi kode untuk segera minggir memberi jalan.
Sampai UKS Adam menidurkan Mega diatas kasur. Seorang dokter sekolah segera membantunya.
"ada apa ini Dam?" tanya dokter
"dari tadi pagi saya liat dia pegang perut bagian bawah sepertinya nyeri. barusan dia coba berdiri..." belum sempat Adam menjelaskan Mega memotong pembicaraannya dengan dokter.
"Dam, loe bisa keluar bentar gak? biar gue aja yang ngomong!" kata Mega lemas
Adam mengangguk kemudian keluar ruang UKS. Melihat pintu telah tertutup setelah Adam keluar, Mega mulai menjelaskan keadaannya pada dokter sekolah.
__ADS_1
"nyeri haid ternyata.. gak papa kok ini masih aman. Lagi banyak kegiatan ya jadi kecapekan?" ujar dokter setelah memeriksa Mega. "buat istirahat dulu aja ya. ntar kalau udah enakan bisa balik ke kelas. Ini aku kasih vitamin sama obat nyeri. minum obat nyeri nya dulu ya!" imbuhnya.
"Iya Bu, terimakasih" ucap Mega.
Menarik selimut Mega kembali meringkuk dengan mengganjal perutnya dengan bantal. Tak lama Adam masuk membawa botol plastik berisi air hangat.
"Ga, ini buat kompres perut loe. ini air anget kok! sama ini roti buat minum obat sama air putih" memberikan botol kepada Mega, menaruh roti dan air minum
"hemm thanks ya" ucap Mega meraih botol kemudian meletakkannya di perut.
"gue balik ke kelas dulu. loe gak apa kan sendiri disini?" tanya Adam
"sendiri apanya,? gak liat tuh ada dokter disini. udah sana gue mau tidur!" jawab Mega
"gue temenin aja deh gimana?" tawar Adam
"gak usah lebay deh sana loe!" jawab Mega
"ha ha ha oke oke! gue duluan" ujar Adam kemudian keluar kamar.
Bel pulang berbunyi, Mega bangun dari tempatnya. Kamil, Alin dan Eria masuk keruang UKS membawa tas Mega.
"nih tas loe. kebiasaan udah tau sakit juga ngotot buat masuk!" ujar Kamil memberikan tas Mega.
"he he he sorry deh, gue males bolos soalnya" jawab Mega
"udah kok udah bisa jalan nih!" jawab Mega
"trus pulangnya gimana? kita semua dianter hari ini." ujar Alin
"kan gue udah bilang udah gak papa guys, tenang aja gue bisa pulang sendiri kok" kata Mega.
"Bareng gue aja Ga, sekalian" sahut Adam yang tiba tiba masuk ruang UKS.
"ciee yang di jemput pangeran Wek Wek!" goda Eria.
"apaan sih Er.. gak usah mulai bikin gosip deh" sahut Mega tak terima dengan perkataan Eria.
"Ya udah Ga, loe bareng dia aja ya daripada loe jalan kumat lagi nyeri nya" kata Kamil
"gak ah Mil, udah sembuh kok udah minum obat tadi" elak Mega
"kelamaan deh!" jengkel Adam langsung mengambil tas Mega menuju tempat parkir.
__ADS_1
"Dam, tas gue!!" teriak Mega
"udah ayo keburu sore!" Jawab Adam santai.
Dengan kesal Mega mengikuti Adam ke tempat parkir. Kamil, Eria dan Alin ikut menyusul. Evan yang sedari tadi menunggu di tempat parkir tersenyum melihat Adam akhirnya datang.
"lama banget sih!! habis shopping?" tanya Evan
"habis rapat saham!' ketus Adam
"udah deh cepet pulang!" pinta Kamil.
"naik Ga!" kata Adam meminta Mega segera naik motor.
Dengan cemberut Mega naik motor Adam dengan segera. Memakai tas Mega di depan Adam mulai menyalakan motornya, menarik gas melajukan motornya.
"hati hati ya Dam!!" teriak Kamil, Eria dan Alin.
Adam hanya tersenyum dan menambah gas motornya.
Perlahan menepuk bahu Adam, Mega memberi isyarat untuk berjalan lebih pelan.
Sampai gang rumah Mega menepuk bahu Adam lagi menunjuk ke arah polisi tidur didepan.
"kenapa lagi? udah pelan banget nih gue bawa motornya. Sampek kalah tuh sama siput!" protes Adam
"pelan-pelan pas lewat polisi tidurnya. atau gue turun sini aja deh!" ucap Mega
"gak lah tinggal dikit juga. iya gue pelan-pelan deh!" sanggah Adam.
Sampai juga mereka didepan rumah Mega. Segera turun dari motor memberikan helm yang ia lepas, Mega meminta tas yang masih di pakai Adam.
Menerima helm, Adam melepas tas Mega kemudian memberikannya pada pemiliknya. Mega segera membuka pagar lalu menutup pagar tersebut. Beberapa detik kemudian berbalik
"thanks Dam, buat hari ini. sorry gak bisa ajak loe mampir, gak ada orang di rumah soalnya!" ucap Mega
"santai aja kali Ga. gue juga tau kalau di rumah loe gak ada orang. ya udah gue balik dulu, loe istirahat aja, cepet masuk sono!" kata Adam.
Mega hanya mengangguk tak ingin memperlama obrolannya dengan Adam. Saat ini ia hanya ingin segera masuk kemudian berbaring ditempat tidurnya, mengistirahatkan tubuh kakunya karena ia buat tidur miring selama di UKS.
Menunggu Mega masuk kedalam rumah, Adam memakai helm nya lagi. Melihat Mega menutup pintu rumah ia pun menyalakan motornya dan menarik gas agar motor tersebut berjalan.
Keluar dari gang rumah Mega segera Adam menambah kecepatan motornya agar cepat sampai rumahnya.
__ADS_1
Sampai halaman parkir Adam segera memarkirkan motornya. Naik ke lantai dua dimana A-lou berada. Belum sempat mengetuk pintu sang penghuni kamar membuka pintu.
"thanks Dam!" kata A-lou