
"Kalian beneran pacaran?" ucap mereka bersama-sama.
"mulut!!!!" reflek Mega "gak usah bikin gosip yang nggak-nggak deh" tambahnya.
Turun dari motor Mega langsung melepas helm lari ke arah temannya. Sedangkan Adam masih melepas jaket yang ia kenakan kemudian menyusul Mega menuju gerombolan temannya.
"lha ini buktinya, kalian berangkat bareng terus dari kemaren!" kata Eria
"gak mungkinlah Er, si Adam tuh yang maksa gue. Udah gue suruh turunin di luar tetep aja. Tau ah gak usah bahas ini. ayo masuk" jelas Mega
"ya kan daripada jalan lagi sekalian nyampek sini aja Ga," sahut Adam
"Diem deh!" ancam Mega segera menyeret teman temannya ke kelas.
Mengikuti dari belakang Adam hanya tersenyum melihat tingkah Mega yang malu dengan kejadian tadi. Menutup wajah dengan tas berjalan dibelakang Alin, Mega tampak sangat malu karena adik kelas maupun kakak kelas menatapnya penuh curiga. Suara bisik bisik dari mereka pun bahkan terdengar jelas.
"ahh dasar si Adam kampret, udah di bilang suruh turunin gue di luar malah nyampek parkiran!!" Geram Mega dalam hati
Masuk kelas di susul dengan gerombolan Adam dan teman temannya Mega segera duduk di bangkunya, menenggelamkan wajahnya di atas bangku berpangku kedua lengannya.
Bel akhirnya berbunyi, seorang guru masuk kedalam kelas. Melihat sekeliling, mata guru tertuju pada Mega yang masih menunduk.
"Mega, are you sick?" sapa Mr. Prast
"No, Mr. " kata Mega yang kaget saat Mr. Prast memanggilnya, karena memang Mega tak menyadari kedatangannya.
"she just had problem with Adam sir" kata salah satu siswa membuat seluruh kelas tertawa.
"they are dating sir" tambah seorang lagi yang melontarkan penjelas kalimat sebelumnya.
"owh really? congratulations for you both" ucap Mr. Prast
"no Mr. we are not. what did you say Ema?!i" elak Mega menatap Ema.
"it's okay Mega you are perfect for Adam" jawab Ema.
"Ema, stop it. it's enough. Prepare for exercise, Mr Iqbal have been waiting!" lerai Mr. Prast meminta para siswa untuk segera ke lapangan.
Mega mulai sebal sebab Adam juga tak membantunya untuk menjelaskan yang sebenarnya. Adam justru tertawa melihat tinggal Mega yang berusaha mengelak.
__ADS_1
Menatap tajam kini mata Mega ke arah Adam seakan memberi kode "awas loe!" . Melihat itu, Adam langsung memalingkan wajahnya mengajak Evan untuk segera kelapangan.
Hari yang panjang untuk Mega, suara riuh gosip tentang hubungan antara dia dan Adam menyebar ke seluruh sekolah. Tiap melewati kelas lain terdengar bisik bisik antar para siswa. Bahkan saat guru masuk untuk memulai pelajaran mereka selalu bertanya apakah benar Mega dan Adam berpacaran. Hingga lelah Mega menjawab, ia hanya diam. Sedangkan Adam hanya tersenyum tiap ditanya hal yang sama, membuat Mega semakin jengkel.
***
Di rumah, Mega meletakkan asal tasnya di atas ranjang. Merebahkan tubuhnya di atas ranjang menghela napas panjang.
"gila si Adam, bukannya bantu in konfirmasi malah cuma senyam-senyum" kata Mega sambil mengusap wajahnya.
Disisi lain Adam yang masih nongkrong di sebuah warung bersama Evan terlihat santai tanpa beban.
"Dam, loe gak liat tadi ekspresi si Mega, gila nyeremin banget. sebenernya loe beneran pacaran gak sih sama si Mega?" tanya Evan
"kan udah di jawab sama si Mega, kita gak pacaran!" jelas Adam sambil membuka sebuah aplikasi di hp nya.
"trus kenapa tadi diem aja, malah senyum teros, loe gak liat ekspresi nya si Mega, kasian tau dia. wajahnya merah padam gitu nahan emosi. ha ha ha!" ujar Evan, mengambil hp nya di tas untuk membuka aplikasi yang sama dengan Adam.
"tadi loe bilang nyeremin, sekarang loe bilang kasihan sama dia, yang bener mana sih?"
"ya dua duanya Dam, tapi yang jelas dia tetep manis. aahhhh sayang banget gue gak bisa Deket sama dia! coba gue bisa deket seneng banget pasti gue! "
"ya gak lah, kan gue cuma bilang coba, andaikan, misalkan, gue Deket sama dia"
"gak usah ngarep deh, dia masih kejebak cinta monyetnya!"
"hah!! serius.?? loe tau dari mana? dia bilang gitu?"
"mana mungkin lah dia bilang gitu Bambang..!!!"
"nama gue Evan, Adam Suseno!! E-V-A-N!! tapi serius deh loe tau dari mana dia masih kepikiran itu?"
"emang gue suami nya Inul Daratista?! udah lupa nama lengkap gue?! Zake Adam veerman "
"loe duluan sih manggil gue Bambang! trus gimana loe tau kalau si Mega suka sama orang dari mana?"
"ada lah.. makanya loe gak usah ngarep!"
"ya siapa tau jodoh Dam, bayangin loe punya istri cantik, pinter lagi kayak Mega. Anak loe pasti bakal penuh kasih sayang."
__ADS_1
"kejauhan loe mikirnya. masih kelas 11 udah mikir jodoh. Belajar tuh yang bener, cari kerja baru cari istri!!"
"ya apa salahnya doa mulai sekarang bro!!"
Percakapan sederhana itu pun berakhir ketika musuh dalam layar ponsel muncul. Ya.. mereka sedang bermain game andalan. Salah satu jadwal wajib bagi Adam untuk melepas stress dari pelajaran disekolah.
Malam ini sesuai janji, Mega bertemu dengan A-lou di cafe. Menunggu Mega menyelesaikan tugasnya melayani para pelanggan cafe A-lou duduk ditempat langganan memainkan ponselnya. Malam Minggu ini sedikit lebih ramai dari biasanya, hingga Mega baru bisa keluar dari pintu kasir pukul sembilan lebih lima belas menit.
Membawa nampan berisi minuman favoritnya dan pesanan A-lou Mega menuju tempat duduk.
"huh Alhamdulillah.. " lega Mega bisa duduk
"capek?" tanya A-lou
"udah keringet segini banyak masih tanya capek apa gak?"
"ha ha ha, udah udah gak usah cemberut. minum tuh"
"siapa juga yang cemberut!" meneguk minuman, Mega diam sejenak.
"katanya kemaren mau cerita."
"bentar A-lou, masih ngos-ngosan nih"
"ha ha ha.. ya udah Istirahat dulu!"
"jadi gini A-lou, beberapa hari kemaren itu aku pulang sekolah lewat jalan pintas"
"lewat situ lagi? kayaknya aku udah pernah ngingetin kamu buat gak lewat situ kan?"
"iya iya inget. ya selama ini gak ada masalah. trus baru kemaren lusa pas aku lewat situ adalah tuh kakak kakak lagi mabuk,mana mereka manggil manggil lagi suruh ikut"
"trus kamu ikut?"
"ya gak mungkin lah A-lou!! secara liatnya aja nyeremin, untung pas itu ada temen lagi jalan juga, trus bantuin aku lewatin kakak kakak mabuk itu. Lebih tepatnya aku yang nyeret dia sih"
"Adam?"
"iya, tapi yang aneh itu dia kan gak pernah jalan apalagi rumahnya juga gak lewat situ. sok-sokan bilang mau anter pulang segala. trus pas aku tanya motor nya mana dia bilang motornya di jual padahal besoknya aku liat dia pake motor itu. eh bentar.. kapan aku pernah cerita tentang Adam ke A-lou?"
__ADS_1