PEMBALASAN DENDAM ISTRI SANG MAFIA

PEMBALASAN DENDAM ISTRI SANG MAFIA
Bertemu kembali


__ADS_3

"Tuan, perusahaan cabang BRC yang dulu di lelang oleh almarhum tuan besar, telah bangkrut." Ucap seorang pemuda berambut rapih pada bos nya yang duduk di kursi membelakangi nya.


"Beli perusahaan itu, aku ingin mendapatkan saham 60% nya." Seru bos nya sambil membalikkan kursi nya, menghadap sekertaris nya.


"Itu... bukan hal yang mudah tuan." Ucap sekertaris nya itu. "Memang nya ada apa? Perusahaan yang sudah bangkrut itu, mana mungkin akan menolak nya." Ucap bos nya dengan lantang.


"Sebenarnya... penyebab kebangkrutan perusahaan itu... adalah organisasi MR," seru sekertaris itu.


"Apa itu organisasi MR?" Tanya bos nya. "Jawab tuan, itu adalah organisasi mafia terbesar di Eropa. Di ketuai oleh keluarga Richard Mark." Jawab sekertaris nya itu.


"Hmmm mafia? Richard? Sepertinya aku kenal dengan keluarga Richard ini." Gumam bos nya itu. "Tetapi, aku Brian. Mana mungkin takut dengan mafia. Jors! Ajak ketua organisasi itu, bertemu dengan ku. Aku ingin tau, apa tujuan mereka membangkrutkan perusahaan kecil BRC." Seru bos nya, yang bernama Brian.


"Baik." Jawab Jors, sang sekertaris.


"Hmmmm aku ingin tau. Apakah organisasi itu, benar-benar dari keluarga gadis kecil itu?" Gumam Brian sambil menautkan kedua tangan nya di atas meja.


**


"Iyah halo mom," saat ini Elina tengah telfonan dengan ibu nya, yang sekarang berada di Australia. Ternyata Elina, adalah warga negara Australia dan bukan dari negara Amerika serikat.


Saat Elina berusia satu tahun, dia di culik oleh musuh orang tuanya. Dan dia di buang di kota new York, dan di selamat kan oleh orang tua angkatnya yaitu keluarga Melina. Saat itu, mereka berdua belum mempunyai anak, dan setelah lahirnya Melina. Mereka sudah tak mempedulikan Elina lagi.


"iyyah mom, aku mengerti. Besok aku akan kembali." Elina memanyunkan bibirnya, ibunya menyuruh nya untuk pulang. Karena dia akan di pertemukan oleh kerabat dekat orang tuanya. Dan dia sudah berfirasat buruk tentang itu.


"Huh~pada akhirnya, aku bakal di jodohin lagi kayak nya." Gumam Elina kesal.

__ADS_1


Keesokan harinya, dia pun berangkat menuju Melbourne Australia. Menggunakan Jet pribadi nya, dia di temani pengawalnya yang sangat banyak. Sebenarnya Elina bisa menjaga dirinya sendiri, dia sudah jago dalam berkelahi, dan ahli dalam menembak, maupun menggunakan senjata tajam, seperti pisau.


Saat Elina sampai di bandara, dia sudah di sambut oleh seribu orang pengawal yang berbaris rapih menuntut Elina. Yah begitulah seorang keluarga mafia.


Elina sebenarnya cukup risih dengan semua itu, tapi dia sudah letih di rendahkan. Sekarang saatnya bagi dia buat membalikkan itu semua.


"SELAMAT DATANG NONA" ucap semua pengawal yang berbaris itu. Elina hanya mengangguk-angguk dan tersenyum pada mereka.


Di dalam mobil, menuju rumah nya. "Nona, apa perlu nona untuk berdandan sebentar, atau berganti pakaian?" Tanya Loli, pengawal di samping Elina. "Untuk apa?" Tanya Elina heran.


"Keluarga Regnar, sudah berada di rumah anda. Mereka sudah menunggu kedatangan anda nona," jawab Loli. Elina membulat kan mata nya kaget, "Apa! Me-me mereka udah di rumah?" Elina tak habis pikir, bisa-bisanya mereka langsung nungguin Elina langsung ke rumah nya.


"Aduh...gimana nih..." Elina memutar otak nya untuk bisa menghindari pertemuan itu. "Aha! Aku tahu," ucap Elina mendapatkan suatu ide cemerlang.


"Loli! Aku ingin ke Mall sebentar. Soalnya, aku lupa bawa baju yang bagus-bagus. Sekalian kan makeup di sana. Hehe" seru Elina, memulai rencana nya. "Oh baik nona," balas Loli mengangguk.


Elina buruh-buruh masuk, dan menuju tempat pakaian wanita bersama para pengawal nya. Hanya 10% yang ikut masuk, karena jika mereka masuk semua. Kemungkinan, ruangan akan sangat-sangat penuh.


"Ini nona, pakaian yang Anda inginkan." Ucap Loli memberikan sebuah pakaian outfit merek Dior. "Oh, Iyah. Makasih," Elina masuk ke ruang ganti dan mengganti bajunya, lalu membuka pintu sedikit, dan menyuruh Loli, untuk mengambilkan dia baju yang dia tunjuk, jauh dari mereka saat ini.


"Baik nona, anda tunggu sebentar." Ucap Loli, lalu pergi mengambil baju itu. Setelah Loli agak jauh, Elina keluar dengan menggunakan topi, dan masker lalu pergi dari sana.


"Tuan...mungkin ini cocok di jadikan hadiah untuk nona Richard." Ucap Jors memperlihatkan kalung bermerek Tiffany. "Hmm itu lumayan. Ok, aku juga ambil itu." Ucap Brian, lalu lanjut melihat-lihat perhiasan-perhiasan yang lainnya.


"Hmmmm sepertinya, perhiasan ini sudah cukup. Kita pergi cari pakaian untuk nya lagi." Brian dan Jors, berpindah tempat menuju tempat pakaian wanita.

__ADS_1


"Duh...gimana nih, pengawal di sini, banyak banget lagi." Elina tampak kesusahan untuk kabur, karena sangat banyak pengawal nya yang berjaga.


"Nona, apa yang anda lakukan di sini?"


"Ctarrrr" Elina sangat kaget, dan refleks lari dari pengawal nya. Elina berlari tanpa melihat arah, dan pada akhirnya.....


"Bruk.." Elina menabrak, tubuh lelaki kekar dan hampir jatuh, tapi di tangkap oleh lelaki itu. "Ma-ma maaf," ucap Elina tanpa melihat wajah lelaki itu.


"Nona! Anda di mana?" Teriak wanita yang mengenakan Jaz hitam dan tak lain adalah Loli. "Ha! Loli!" Elina menarik tubuh pria itu menutup dirinya, dan posisi mereka saling berhadapan.


Loli terkejut melihat Brian yang menutupi Elina, dan Brian memberikan kode padanya untuk pergi saja. Saat Loli sudah menjauh dari mereka, Elina menghembuskan nafas lega.


"Huff...makasih" Elina mengangkat kepalanya, dan bertatapan dengan Brian, yang berada di hadapannya. "Wow. Ganteng banget." Gumam Elina, tapi di dengar oleh Brian. Brian hanya tersenyum melihat tingkah Elina ini.


11, AQ s


"Eh-eh, so-sorry. Sekali lagi makasih, aku pergi dulu." Elina lari, dan meninggalkan Brian yang tertawa kecil melihat tingkah Elina.


"Ternyata...dia tidak pernah berubah." Ucap Brian dalam hati. "Tu-tuan, apa yang anda tertawa kan?" Tanya Jors heran. "Tidak ada, sudah-sudah. Kau lanjut sana cari pakaian untuk nona kecil ku." Perintah Brian.


"Ba-baik."


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN

__ADS_1


FOLLOW FOLLOW FOLLOW FOLLOW FOLLOW FOLLOW FOLLOW FOLLOW FOLLOW FOLLOW FOLLOW FOLLOW FOLLOW FOLLOW FOLLOW FOLLOW FOLLOW FOLLOW FOLLOW FOLLOW FOLLOW FOLLOW FOLLOW FOLLOW FOLLOW FOLLOW FOLLOW FOLLOW FOLLOW FOLLOW FOLLOW FOLLOW


__ADS_2