PEMBALASAN DENDAM ISTRI SANG MAFIA

PEMBALASAN DENDAM ISTRI SANG MAFIA
Party


__ADS_3

"Angela......" Elina berlari menuju seorang gadis yang seksi yang baru turun dari mobilnya. Dia adalah Angela, sahabat Elina yang baru datang sekitar 2 jam setelah dia datang.


"Aaaaah kau sungguh sangat cepat." Seru Elina senang sambil memeluk Angela. "Tentu saja, aku mengambil penerbangan tercepat. Karena aku tak ingin ketinggalan dari Jisoo dan juga Lili." Seru Angela tertawa.


"Hahaha, tapi sepertinya kau tetap terlambat datang nya. Kami tadi habis makan kimchi dan bercerita tentang masa lalu." Ucap Lili.


"Oh yah? Aduh... Kalian benar-benar tega." Seru Angela sedih. "Kau tenang saja, nanti malam kita akan party." Ucap Jisoo memperlihatkan sekotak bir. "Wah... Kau memang yang terbaik." Ucap Loli memberikan jempol.


"Tentu saja, aku adalah yang terbaik. Hahah," seru Jisoo tertawa. "Sudah-sudah, ayo kita ke villa yang telah ku beli. Kita party di sanaaaa." Teriak Elina melompat-lompat.


"Oh yah? Ok ayo kita ke sana!" Balas Angela dan mereka pun naik mobilnya menuju villa Elina yang dia maksud.


"Wahhh... Villa mu benar-benar megah. Aku penasaran dengan harganya." Seru Lili terpukau. "Emm, aku tak tahu." Jawab Elina.


"Oh yah? Mengapa kau tak tahu?" Tanya Lili heran. Bukan aku yang membeli nya, tapi asisten ku. Aku hanya memilih dia yang bayar." Jawab Elina. "Wah, sepertinya kau sudah sangat kaya. Bahkan beli villa saja kau tak ingin tahu harganya. Dan membelinya saja."


"Iyyah, sepertinya teman kita yang satu ini. Mengalahkan kekayaan kita semua." Seru Jisoo bercanda. "Mana mungkin, aku sama sekali tak berkembang seperti kalian. Kalian semuanya sukses, sedangkan aku? Aku hanya jadi anak yang boros." Seru Elina dengan wajah cemberut.


"Tak apa kawan. Kau tetap saja hidup enak." Ucap Angela menepuk bahu Elina. "Yah... Tapi aku juga ingin mandiri." Seru Elina sedih.


"Bagaimana jika kau jadi idol?" Usul Lili. "Kau bodoh? Umurku sudah 25 tahun." Ucap Elina.


"Iyyah sih, aku.... Berharap sekali bisa jadi Idol juga, tapi umur ku sudah tua." Seru Jisoo. "Sebenarnya kita bisa kok jadi idol." Ucap Angela.


"Hah.... Bagaimana caranya?" Tanya mereka bertiga. "Kita bikin agensi kita sendiri dan membuat grup K-Pop bagaimana?" Usul Angela.


"Hmmm..." Mereka semua berpikir, menimbang-nimbang tentang usulan Angela itu. "Nona... Sebenarnya nona bisa saja masuk ke grup K-Pop yang anda mau sesuka hati." Ujar Loli pada Elina.


"Bagaimana caranya?" Tanya Elina. "Nona bisa meminta nyonya besar untuk memasukkan anda. Saya yakin, tak ada agensi yang akan menolak anda." Jawab Loli.


"Wah... Sepertinya ibu mu benar-benar berkuasa." Seru Lili takjub. "Hmm tapi aku ingin bersama teman-teman ku juga. Aku ingin membuat agensi baru." Balas Elina.

__ADS_1


"Anda boleh kok membawa teman nona juga, semua itu hal yang mudah bagi nona. Saya akan memberitahukan pada nona sebentar..." Ujar Loli lalu pergi menelpon Mondi ibu Elina.


"Hah... Ini beneran nih? Jadi aku... Harus pindah agensi dong. Kontrak aku gimana girl?" Ucap Lili pusing. "Kau tenang saja, aku yang akan menanggung nya." Seru Elina menepuk dada.


"Wah... Kau memang teman terbaikku." Ucap Lili lalu ingin mencium Elina, tapi Elina menjauh darinya. Angela dan Jisoo hanya tertawa melihat tingkah mereka berdua.


"Halo nyonya?" Ucap Loli yang sedang menelpon nyonya besar nya, dan tak lain adalah Mondi ibu Elina. "Yah... Ada apa?" Tanya Mondi.


"Begini nyonya, skcjxjsjfishcsjakcjswrefse." Loli memberitahukan apa yang diinginkan oleh Elina dan kawan-kawan nya. "Oh begitu... Itu hal yang mudah bagi keluarga Richard. Lagi pula, Brian bukannya punya agensi terkenal di Korea?"


"Eh, betul nyonya. Kenapa saya bisa lupa. Haha." Seru Loli tertawa, karena sudah pikun. "Yasudah, biar aku yang menghubungi Brian untuk mengurusnya. Kau temani saja dia, bilang kalo semuanya bakal di urus sama saya."


"Baik nyonya, saya mengerti." Seru Loli lalu mematikan sambungan telepon nya. Dia berjalan lagi menghampiri empat sekawan yang sedang duduk-duduk nyantai di taman.


"Nona...." Seru Loli memanggil Elina. "Yah, ada apa?" Tanya Elina. "Anda tenang saja nona, karena nyonya besar sudah mengurus nya." Jawab Loli memberitahukan Elina.


"Oh yah? Wah... Mommy memang yang terbaik. Xixi. Yasudah, sekarang kau urus kontrak Lili pada agensi nya saat ini." Seru, Elina senang.


"Eh, itukan..." Loli mengingat-ingat nama agensi itu, karena namanya sedikit familiar. "Itu, bukannya agensi dari perusahaan tuan Brian?" Ucap Loli dalam hati.


"Ah... Sepertinya Anda tak perlu keluar dari agensi itu, mungkin anda hanya akan berpindah grup saja." Seru Loli tersenyum. "Hah... Apa maksud nya?" Tanya Lili bingung. "Agensi yang akan menaungi grup K-Pop kalian adalah BRC entertainment. Jadi gak perlu bayar denda nya, mungkin hanya pindah grup saja." Jawab Loli menjelaskan.


"Oh gitu... Bagus dong, jadi Lili gak perlu repot-repot pindah agensi sasm bayar denda nya." Seru Elina senang. "Iyyah, sepertinya dunia memang mendukung kita membuat grup K-Pop. Haha," seru Angela yang ikut senang.


"Iyyah, aku berharap kita akan menjadi bintang dunia... Yeayyy!" Seru Lili yang sangat senang sekali. "Yah... Mari kita merayakan nya..." Ucap Jisoo mengangkat gelas juz nya.


"Chirss...." Seru mereka memantulkan gelas masing-masing.


"Jors...!" Panggil Brian pada asisten sekaligus asisten pribadi nya. "Segera pesan tiket pesawat untukku menuju Seoul." Perintah Brian pada Jors.


"Baik tuan. Segera saya laksanakan." Ucap Jors lalu pergi dari ruangan Brian. "Hahaha entah sampai kapan aku harus menutupi identitas ku ini." Gumam Brian sambil tertawa kecil. "Sudahlah, misi utama ku saat ini adalah membuat nya jatuh cinta padaku. Lalu aku akan membuat nya memaksa ibu nya untuk menikahkan dirinya dengan ku." Sembung Brian damn tersenyum tipis.

__ADS_1


Malamnya di Villa Elina. Empat sekawan itu, kini sedang minum-minum bersama sembari menceritakan kisah mereka masing-masing setelah berpisah. Seperti Elina yang di jodohkan lalu di berencana di bunuh, tapi di selamat kan oleh ibu kandungnya. Dan Jisoo yang dulu mengatakan ingin menjadi idol K-Pop tapi malah terjun ke dunia perfilman. Dan masih banyak cerita mereka yang di habiskan dalam topik pembicaraan mereka malam ini.


Mereka juga saling curhat-curhatan dengan masalah mereka masing-masing. Seperti Angela yang kini sedang ada rumor tentang perselingkuhannya dengan tuan Frak pemilik perusahaan ambassador nya.


Dan malam ini, mereka menumpahkan semua beban mereka bersama. Bercerita satu sama lain, sambil meneguk bir dan makan kimchi. Sampai mereka semua tertidur di sofa dan ada juga yang tidur di lantai, karena saking mabuk nya.


"Huahh... Aku sangat lapar." Elina bangun dari tidurnya dan masuk ke dapur. "Emm coba kita cari sesuatu yang bisa di makan." Elina membuka kulkas nya dan menemukan selai kacang. "Wow... Ini kesukaan ku." Lalu Elina mengambil selai itu dan mengambil roti tawar di atas lemari.


"Elina... Lu dimana?" Tanya Lili yang ikut terbangun. "Di sini...." Teriak Elina. "Huh! Kau baru bangun langsung makan." Ucap Lili melihat Elina yang sedang makan roti yang sudah di panggang.


"Tentu saja. Makan nomor satu, Lili." Ucap Elina mengunyah roti nya. "Aku juga mauuuu," ucap Lili yang juga ingin roti. "Yasudah, tunggu roti nya matang." Elina mengambil roti yang sudah dia panggang dan mengolesi nya dengan selai kacang.


"Nyam-nyam. Enak banget." Seru Lili mengunyah roti nya. "Eh, Angela sama Jisoo kayaknya belum bangun deh." Ucap Lili pada Elina. "Udah biarin aja. Semalam mereka benar-benar mabuk."


"Yah. Kepala ku juga masih sakit" Seru Lili memegang kepalanya. "Elin, mantan suami kamu nasib nya gimana sekarang?" Tanya Lili penasaran. "Yah... Gitulah. Aku udah bikin dia bangkrut, tapi masih ada yang membantunya. Tapi aku takkan membiarkan nya berjalan mulus." Jawab Elina santai.


"Wah... keluarga mafia memang benar-benar hebat." Ucap Lili terkesan. "Kalian keluarga mafia pasti keren-keren. Aku jadi pengen kayak mafia." Ucap Lili.


"Hahaha. Boleh, tapi kau harus jadi bawahan ku." Seru Elina tertawa kecil. "Huh! Baiklah." Ucap Lili menerima apa adanya.


"Ting.


Di saat mereka lagi bercanda tawa. Handphone Elina pun berbunyi dan terlihat ada pesan dari ibu Elina.


My mom


: Kau ke cafe Thanks Nature Cafe jam 3. Kau harus bertemu dengan manager pemilik perusahaan BRC. Mommy udah Sherlock yah. Byy


"Hmmm, mommy ih. Masa aku harus ketemu sih? Gimana kalo dia cowok, terus mesum? Ihhh gak banget." Ucap Elina dalam hati dengan bergidik ngeri.


"Lu Napa?" Tanya Lili melihat wajah Elina. "Ng-nggak papah, nggak papah. Aku mandi dulu yah. Dahh." Ucap Elina pergi meninggalkan Lili di dapur.

__ADS_1


"Hmm tuh anak kenapa sih." Ucap Lili heran melihat tingkah Elina.


__ADS_2