
"Ian... Sebaiknya kamu harus rajin-rajin datang kesini yah. Supaya kami lebih dekat dengan mu, kamu juga harus cepat-cepat menyelesaikan kuliah mu. Kalo tidak, tante gak bisa jamin Elina gak nikah sama orang lain." Seru Mondi yang berpura-pura sedih di hadapan Elina.
"Iyyah tante, saya janji akan sering main kesini." Ucap Brian dengan tersenyum pada Mondi. Elina melototi Brian, dan mencubit pinggang nya. "Eheheh, sayang.... Kamu kan harus sibuk kuliah. Jadi gak boleh di paksain ke sini yah."
Mondi dan Diana saling menatap, menahan tawa masing-masing. "Yaudah... Kalo gitu, kamu hati-hati yah." Ucap Mondi tersenyum pada Brian.
"Iyah Tante," balas Brian, lalu masuk kedalam mobilnya. Dan berlalu pergi meninggalkan kediaman Richard.
Saat mobil Brian berada di gerbang masuk rumah Elina, dia berpapasan dengan mobil tuan Richard yang sedang ayahnya, entah dari mana.
"Brian mau kemana?" Tanya ayah Brian saat keluar dari mobil. "Hah... Brian? Maksud Ian?" Seru Elina bingung, siapa yang di maksud tuan Regnar ini.
"Eh-eh, yang di maksud om kamu itu. Brian anak mereka, yang tadi udah terbang ke Amerika." Ujar Mondi pada Elina.
"Ouhh gitu, kirain Ian. Dah lah, aku mau masuk mandi dulu. Dahh semuanya." Seru Elina lalu masuk ke dalam rumahnya.
"Mom, siapa yang kalian maksud pacar Elina?" Tanya tuan Richard ayah Elina. "Itu, Brian. Dia nggak tau, kalo pacar boonganya itu, anak nya Diana." Bisik Mondi pada suaminya.
"Ouh... Gitu, haha dasar anak muda." Seru Tuan Richard tertawa.
"Eh lagi ngobrolin apa nih?" Tanya tuan Regnar yang ikut penasaran. "Ini bro... Sjdkskdlsjcjajdk," Tuan Richard membisikkan nya pada tuan Regnar.
"Haha, sama kayak aku dulu gak sih?" Seru tuan Regnar, yang menurutnya kisah mereka sama kayak dia dulu dan istrinya. "Oh iyyah yah, dulu Diana juga gak kenal kamu. Truss sebelum di pertemuin udah jatuh cinta duluan."
"Iyyah, aku yakin. Mereka bakal jatuh cinta kok nanti." Ucap Tuan Regnar. "Semoga aja," balas tuan Richard.
"Yasudah, kalo gitu. Kita pulang dulu, kasian Brian udah nunggu sendiri di rumah." Ucap Diana berpamitan. "Iyyah besan," seru Mondi yang sudah mengubah panggilannya. "Ahahahh, iyyah besan." Balas Diana tertawa kecil.
Keluarga Regnar pun naik ke mobilnya, dan pergi dari kawasan rumah tuan Richard yang super megah.
***
Malamnya, Elina yang sedang duduk-duduk di ruang keluarga sambil nonton Tv di hampiri oleh ayah nya. "Elin..." Panggil tuan Richard.
"Yes, Daddy?" Jawab Elina berbalik. "Bagaimana dengan urusan mu Amerika? Apakah sudah selesai?" Tanya tuan Richard mengenai pembalasan dendam, putrinya itu.
__ADS_1
"Eung. Aku sudah membuat nya bangkrut, tapi... Kata anak buah ku, ada yang membantunya. Dan ingin memulai bisnis baru." Jawab Elina. "Lalu... Apakah kau akan membiarkan nya saja?" Tanya tuan Richard lagi.
"Daddy bercanda? Aku, bakal lepasin dia gitu aja? Ohohoh, itu bukan gaya aku Daddy. Aku sengaja tak menghalangi dia, untuk membuka bisnis baru. Aku belum tahu, siapa yang membantunya, dan aku akan menghancurkan bisnisnya, ketika sudah sangat berkembang. Biarkan dia duku naik, lalu ketika sudah tinggi, baru aku hempaskan lagi."
"Wah. Sepertinya putri ku, mewarisi sifat Mommy nya. Tapi itu bagus, jangan biarkan orang yang menindas mu, dapat berbahagia di dunia ini. Tak ada kebahagiaan, bagi orang yang menindas keluarga Richard." Seru tuan Richard mengepalkan tangannya.
"Yes Daddy. Aku bakal kasih mereka pelajaran. Untuk tidak memperlakukan, manusia semaunya." Ucap Elina dengan tersenyum miring.
"Tapi, Daddy masih penasaran. Siapa pacar baru kamu itu? Kata mommy kamu, namanya Ian?" Tanya tuan Richard yang sengaja mempermainkan putrinya.
"Eh, itu.... Anu, aku sama dia baru kenal. Jadi belum terlalu tahu tentang dia. Hehe," senggah Elina berbohong.
"Ouh gitu," seru tuan Richard yang menahan tawa nya. "I-iyah Daddy. Kalo gitu... Aku masuk kamar dulu yah, pen tidur dadah. Ummach."
Elina kabur, berlari masuk kedalam kamarnya, karena takut, ayah nya akan mengintrogasi nya. "Hahaha. Putri ku ini, mirip sekali... Dengan ibunya." Seru tuan Richard tertawa, melihat tingkah Elina.
"Huh~ Untung bisa kabur." Seru Elina lega. "Hmmm gua lupa, minta nomor dia lagi. Gua harus tanya-tanya tentang dia, jadi kalo Daddy sama Mommy, nanyak-nanyak tentang dia. Aku tinggal jawab aja, gak perlu kabur kayak gini. Huh!"
Elina berbaring di kasurnya dan memainkan handphone nya. Dia membuka media sosial dan melihat foto seorang wanita yang tak asing baginya. "Tunggu! Ini kan... Lili! Oh my god. Dia beneran jadi K-Pop. Aaah aku jadi pengen juga, tapi udah telat huh! Umur aku udah 25 tahun ini." Seru Elina cemberut.
"Huh~ Temen-temen ku udah pada sukses semua. Aku nya belum hiks-hiks. Angel ama Jisoo sibuk main film sama iklan ambasador nya. Sedangkan Lili sibuk sama lagu solo nya yang bakal rilis. Dan aku malah sibuk di jodohin. Huhuhu entah apa kesalahan ku di kehidupan sebelumnya."
"Udahlah, besok aku harus cepat bangun. Besokkan mau ketemu sama mereka." Ucap Elina lalu meletakkan handphone nya, dan tidur.
Keesokan harinya. Elina membujuk ibu nya agar di perbolehkan ke Korea selama 3 hari. Dan ibunya memperbolehkan dia pergi tanpa syarat, juga tanpa batas waktu. Entah apa yang di rencanakan ibunya, tapi dia memilih untuk tak memperdulikan nya.
"Yeay! Akhirnya bisa ke Korea. Gak kerasa udah 5 tahun gak kesana." Seru Elina senang. Angel, Lili, dan Jisoo adalah teman sekolah saat Elina dan Ibu angkatnya pindah ke Korea, karena adik Elina yaitu Melina. Ingin menjadi trainee di salah satu agensi, tapi karena tak berhasil debut mereka kembali ke Los Angeles.
"Nona! Angel sekarang berada di Prancis, sedangkan Lili dan Jisoo kini berada di Seoul." Ucap seorang wanita memberitahukan nya pada Elina. "Temukan lokasi tempat tinggal nya, dan hubungi Nino untuk mencari nomor telepon mereka." Ujar Elina pada asisten nya itu.
"Baik nona," balas asisten Elina yaitu Loli. "Hah~ Senang nya bisa bertemu dengan mereka lagi." Seru Elina yang sudah tak sabar.
Beberapa saat kemudian, akhirnya jet pribadi yang di gunakan Elina. Mendarat di bandara Korean Air. Elina langsung buru-buru turun, saking tidak sabar nya.
"Sayangku... Aku datang kembali." Seru Elina berteriak. "Nona, mari." Ucap Loli mempersilahkan Elina naik ke mobilnya. Dan Elina pun langsung masuk ke mobilnya dan berangkat menuju apartemen Jisoo saat ini.
__ADS_1
"Kring....
"Kring....
"Hello.... Siapa?" Tanya seorang gadis cantik yang tengah yoga. "Jisoo! Aku sangat rinduuuu!" Teriak seseorang di seberang yang membuat telinga gadis cantik hampir meledak.
"Astaga! Kau hampir membunuhku. Sepertinya aku mengenal suara ini. Tunggu! Apakah kau ini Elina?" Tanya gadis itu dan tak lain adalah Jisoo.
"Yaaahh ini aku sayang." Jawab Elina yang berteriak tadi. Loli yang berada di samping Elina, hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya, melihat tingkah Elina.
"Aaaaah aku juga sangat rindu padamu. Tapi, bukankah kau sudah meninggal? Aku sungguh sangat terpukul mendengar nya, tapi aku sangat bahagia sekarang, bisa mendengar suara mu lagi. Kau di mana sekarang?"
"Aku di Korea menuju apartemen mu." Ucap Elina senyum-senyum bahagia. "Oh yah? Tunggu sebentar, aku akan siap-siap. Aku akan menyambut mu dengan meriah." Seru Jisoo lalu berlari mandi, ganti baju, setelah itu memasak. Dan handphone nya tidak dia matikan.
"Ting tong....
Suara bel Jisoo berbunyi, dan dengan sigap Jisoo membuka nya, karena sudah dipastikan bahwa itu adalah Elina. Saat Jisoo membuka pintu nya, orang yang benar-benar di harapkan kini sudah berdiri di hadapannya.
"Jisoo!" Elina berteriak lalu memeluk Jisoo sambil melompat-lompat saking senangnya. Sungguh sudah tak bisa di gambar kan lagi rasa rindu mereka.
"Aaaaah aku benar-benar senang sekali!" Seru Jisoo tersenyum bahagia. "Ayo-ayo masuk. Aku sudah memasak Kimchi untuk mu, dan juga....."
"Ttoppoki!" Seru mereka bersamaan. "Ah, kau memang tahu makanan favorit ku." Ucap Elina menepuk Jisoo. "Tentu saja. Aku paling tahu apa yang kau sukai. Dan... Aku juga punya kejutan untuk mu!" Seru Jisoo lalu membuka tirai kamarnya, dan terlihat....
"Lili! Astaga....." Elina berlari memeluk Lili dan melompat-lompat bersama, sama seperti tadi. Ternyata, Jisoo tadi menelpon Lili bahwa Elina akan datang ke apartemennya. Dan dengan sigap, Lili langsung menuju apartemen Jisoo.
"Huhuhu kalian membuat ku ingin menangis. Aku sangat senang bisa bertemu dengan kalian lagi." Seru Elina yang benar-benar meneteskan air mata nya.
"Aaaaah mengapa kau menangis... Aku juga jadi nangis kan." Seru Lili yang ikut menangis juga. "Astaga, kalian ini. Ini adalah hari bahagia, mengapa kalian malah menangis?" Ucap Jisoo tersenyum senang, melihat teman-teman nya berkumpul lagi.
"Tapi... Kita masih kurang." Seru Elina menghapus air matanya. "Yah... Kau benar. Angela ku belum datang dari Prancis." Sambung Lili dengan wajah sedih.
"Kalian tenang saja, aku sudah menghubungi nya. Dan katanya, dia akan langsung ambil tiket dan terbang ke sini." Ucap Jisoo.
"Oh yah? Aaaaah aku sungguh senang sekali." Seru Elina tersenyum haru. "Sudah-sudah, ayo kita sekarang makan dulu. Kita juga kan harus menceritakan pengalaman kita yang panjang ini." Seru Lili menarik mereka berdua.
__ADS_1
Mereka makan bersama, dan saling tertawa satu sama lain. Menceritakan sesuatu yang mengingatkan mereka pada masa lalu. Dimana Lili yang di hukum, tapi mereka semua juga ikut menemaninya. Dan Jisoo yang ketinggalan pelajaran, karena sakit. Di bantu mereka untuk mengahadapi Ujiannya. Banyak sekali cerita di masa lalu, yang membuat mereka sulit untuk melupakan nya.