Pembalasan Dendam Perempuan Setia

Pembalasan Dendam Perempuan Setia
Perkenalan


__ADS_3

Mona hanya bisa tertawa melihat orang-orang yang sekelilingnya melirik dan memujinya,


wajar saja selain memiliki paras yang cantik,


tinggi, bohay dan memiliki rambut hitam panjang. ia juga selalu berpenampilan modis setiap pergi ke kampusnya, dengan aroma parfumnya yang juga cetar membahana.


"Hah mereka semua benar-benar tidak tau jika aku belum mandi dari pagi. Dasar para manusia hanya menilai seseorang dari penampilannya saja, apa kalian tidak tau jika aku juga tidak sempat gosok gigi, bangun pagi-pagi adalah suatu penyiksaan setiap hari.


oh Tuhan sampai kapan harus seperti ini!"


Mona terlihat acuh saja saat melihat beberapa pria yang juga satu kampus dengannya sibuk membicarakannya, karena itu adalah hal yang biasa baginya


"Terserah kalian saja"


Mona menunggu jemputan kekasihnya yang sudah lama sekali tak kunjung datang menjemputnya. Sudah berkali-kali ia menelpon tapi tak juga di angkat telponnya, membuat Mona menjadi sangat kesal sekali

__ADS_1


"Kemana sih si Boim lama banget, udah satu jam juga!"


Boim adalah kekasih Mona dari sejak duduk di bangku SMA, sebagai kakak kelas Mona dulu ia lah yang lebih dulu mengejar Mona sampai kerumahnya,Boim memiliki wajah yang tampan dan juga cerdas, selain itu ia memiliki kendaraan roda dua yang hitz sekali untuk anak-anak muda seusia mereka, Mona dan Boim berpacaran sudah cukup lama, meski dibelakang Mona Boim kerap kali mendua, tapi Mona yang lugu masih saja setia tidak tau apa yang sebenarnya, padahal yang sudah mengantri dibelakang Mona bukan hanya dia saja


Brummm....


Brummm ...


Motor Boim langsung berhenti dihadapannya, Boim yang selalu mengenakan jaket dan juga helm dikepalanya, saat pergi kemana-mana dengan Mona, Mona tak tau jika sebenarnya Boim sengaja berpenampilan seperti itu agar identitasnya tidak diketahui oleh selingkuhannya yang juga berada dikampus itu, yah Mona dan Boim sudah sering putus, nyambung berkali-kali. Meski Boim bukan pacar pertamanya Mona, Tapi Mona baru kali ini merasakan pacaran yang sesungguhnya.


"Kenapa lama sekali jemputnya?"


"Tadi lagi kena macet dijalan ada ayam yang ketabrak mobil, jadi antrian"


Mona benar-benar tak bisa marah karena ujung-ujungnya nanti bertengkar, ntah sudah berapa banyak air mata tumpah karena permasalahan sepele mereka,tapi hebatnya Boim selalu punya cara untuk membuat Mona bahagia

__ADS_1


"Sudah makan Yank, pasti belum kan? itu buktinya masih ada ilernya, belum mandi kan?"


Boim tertawa, ntah apa yang ada dihatinya saat melihat ternyata kekasih yang sudah lama menjalin hubungan dengannya tersebut benar-benar sangat lugu,( Luar biasa goblok sih lebih tepatnya)


Mona pun langsung tersipu malu ( hoyy harga beras mahal, pacaran aja )


ucap para malaikat yang berterbangan disekitar mereka


Dan akhirnya Mona naik diatas motor Boim yang tempat duduknya benar-benar seperti perosotan itu, Untunglah ada tas Mona yang ditaruh ditengah-tengahnya, Mona masih tetap jaga imagenya, soalnya ia juga tak pernah boleh menjalin hubungan dengan siapa saja, sampai tamat kuliah, bekerja dan mencari uang sendiri itu kata ibunya.


"Yank nanti jangan lupa ya, kerjain tugas mata kuliah aku"


"Mata kuliah apa?"


"Tugas bahasa Indonesia aku, kan kamu pintar ahli di bidangnya, nanti kalau sudah siap aku belikan mie ayam sama isi pulsa kamu"

__ADS_1


"Oke yank baiklah"


ucap Mona dengan tololnya.


__ADS_2