
Mona mengikuti apa yang di ucapkan oleh Lala, setelah mengganti nomor handphonenya dan juga menghapus poto-poto Boim dari akun media sosialnya.
dia sudah siap menaklukkan dunia tanpa sosok Boim lagi.
"Jangan ada air mata bodoh, karena cinta dan lelaki yang tak menghargai aku" ucapnya dengan sangat lantang sekali
"Aku putuskan mulai saat ini aku harus yakin dengan diriku sendiri" rambutnya yang panjang ia gerai kembali, dan kali ini Mona sungguh tampak sangat segar
Bunyi klakson mobil Lala, terdengar sangat keras di luar, ya sahabat baiknya itu tentu saja, akan dengan sangat bahagia mengantarkan Mona ke kampus, apa lagi dia juga sedang libur kuliah tentu saja ini momen yang sangat pas sekali untuk Lala menemani Mona yang sedang berjuang untuk mengobati luka di hatinya.
"Ayo cepat naik, kita akan segera pergi"
"Iya sabar"
Lala langsung tersenyum melihat sahabatnya itu yang begitu segar sekali
__ADS_1
"Nah aku baru melihat bidadari yang cantik akhirnya"
"Jadi maksudnya selama ini aku terlihat sangat jelek dan tak terurus kah?"
Mona tertawa, meksipun sebenarnya ia juga sedang berusaha untuk kuat setelah semalaman membakar semua tentang Boim.kali ini ia berhasil membuat perubahan besar dengan menghilang tanpa jejak dengan tidak memperjelas hubungan mereka.
"Sudah siap?"
Mona mengangguk, mereka berdua langsung tersenyum, jika mereka sudah bersatu itu artinya semua rintangan akan dengan mudah mereka lewati.
"Sudah masuk sana, nanti aku akan menjemputmu, aku mau ke perpustakaan dulu cari buku" ucap Lala langsung turun
"Ingat buka hatimu, meskipun kau belum sembuh, cobalah lihat sekelilingmu, semuanya, kau akan menemukan banyak hal yang indah"
"Baik sahabatku, aku akan mencobanya"
__ADS_1
Mona pun langsung masuk kedalam kampusnya, memang kampus mereka sangat luas, dan letak fakultas antara satu dan yang lainnya sangat jauh sekali, jadi tentu saja membuat Boim dan Mona tak bisa mengetahui aktivitas mereka masing-masing.
Namun hari ini Mona merasa bebannya sedikit lega, meskipun rasa sakit itu masih ada "Selamat pagi cantik" canda Rio teman sekelas Mona
"Rio?" baru kali ini Mona melihat wajah pemuda itu dengan seksama, karena selama ini ia sama sekali tak memperdulikannya, ternyata kedua bola mata Rio berwarna coklat, pantas saja teman-teman sekelasnya banyak yang mengatakan ia tampan, hanya saja Mona sama sekali tak pernah peduli.
"Kau cantik sekali hari ini, dan itu membuat aku semakin yakin dan percaya jika bidadari itu nyata adanya"
Rio memang terkenal sebagai tukang rayu cewek cantik di kampus, karena sesuai dengan wajahnya yang tampan, namun sampai hari ini tak pernah ada seorang perempuan pun yang mengaku jadi kekasihnya.
"Terimakasih karena telah memujiku Rio, tapi aku sangat bahagia sekali, karena memiliki teman yang tampan seperti mu"
sambil tersenyum
ucapan Mona langsung membuat Rio kaget karena selama ini memang Rio menaruh hati pada Mona, namun tak pernah di gubris sama sekali, dan baru kali ini Mona memberikan respon yang luar biasa.
__ADS_1
"Oh may God, Mona mengatakan aku tampan" ucap nya dengan wajah yang langsung memerah.