
Lala adalah sahabat baik Mona,dari mereka duduk di bangku sekolah menengah pertama, Dan juga kuliah di luar kota.
tangisan Mona dari dalam kamarnya terdengar oleh adiknya Mona
"Kak .. kak Mona "
Serlin mengetuk pintu kamarnya, mereka memang tak ada yang suka dengan hubungan toxid Boim dan Mona, apa lagi kedua orangtuanya Mona sangat tak suka, karena Boim dinilai mereka memiliki penampilan yang sangat aneh, maklumlah orang tua ingin anaknya memiliki pacar yang sudah kerja, walaupun Boim tidak pelit alias sangat royal sekali, namun mereka pikir juga jalan Mona masih panjang jadi mereka lebih memilih untuk Membiarkan saja keputusan Mona untuk berteman dekat dengan Boim.
"Iya dek, ada apa?"
"Di depan ada kak Lala tu udah nungguin, cepatlah keluar"
"Iya sebentar, suruh kak Lalanya nungguin kakak ganti baju dulu"
"Baik kak,"
Mona langsung buru-buru ganti pakaian dan berpamitan dengan mama dan papanya untuk main keluar sebentar bersama Lala
"Ma, nanti palingan Mona sore udah pulang ya, jangan khawatir"
"Iya Nak, hati-hati ya"
Mona melewati Serlin yang dari tadi menatapnya dengan curiga "Kak Mona nangis lagi gara-gara kak Boim ya?"
Mona langsung melambaikan tangannya "Ntar aja kakak ceritain, kakak mau pergi dulu dengan kak Lala"
Serlin adalah adik perempuan satu-satunya Mona sekaligus juga teman berceritanya.
Lala yang sudah menunggu dengan mobil mewahnya buru-buru membukakan pintu mobil untuk Mona
"Lala ..."
Tatapan matanya nampak begitu sangat iba sekali
__ADS_1
"Sudah jangan pakai acara nangis-nangis segala, aku tak mau mendengarnya nanti saja aku ceritakan"
Mona sudah tak Kuasa menahan air matanya,
"Sudah tenangkan dirimu. aku sudah menduga selama ini ia tak pernah serius denganmu, sekarang aku tanyakan padamu, apa kau tau siapa teman-temannya?"
Mona mengangguk "iya aku tau kak firman, dan kak Riko"
"Mereka itu kakak kelas kita waktu SMA kan?"
Mona langsung mengangguk
"Jadi kau tidak pernah dikenalin sama teman kampusnya?"
Mona menggelengkan kepalanya
"keluarganya?"
"Tidak juga"
"Baru kali ini aku merasakan jika pintar didalam akademik itu tak menjamin jika pintar juga dalam masalah hati, pantas saja kau selalu menangis dengan sangat Tolo* sekali!"
Lala nampak benar-benar sangat kesal sekali pada Mona "Lalu apa yang ia katakan padamu"
"Ia mengatakan jika aku akan menjadi calon istrinya nanti, jadi aku akan ia jaga dengan cukup di rumah saja , tak boleh kemana-mana dan juga tak boleh main dengan teman laki-laki"
Lala langsung mengusap wajahnya " Sebentar lagi kita sampai, aku akan mencuci otakmu agar kau tau jika laki-laki di dunia ini bukan hanya Boim saja!"
Mona terus saja menangis, karena Boim adalah pacar pertamanya, ia juga tak pernah mengenal cinta sebelumnya.
saat mereka sampai di rumahnya Lala, ia langsung menyuruh Mona untuk mendengarkannya
"Mona, aku tak mau lagi mendengarkan apapun lagi tentang Boim, kau tau tidak saat kita menjalin hubungan dengan laki-laki, kau jangan bertindak bodoh dengan menggunakan hati mu ,tapi otakmu harus bermain juga! kau bayangkan saja setelah bertahun-tahun lamanya kau menjalin hubungan dengan Boim aku tak melihat perubahan pada dirimu, lihatlah cara berpakaianmu dan juga penampilanmu itu, apa kau tak sadar jika kau itu cantik. dan kau bisa mendapatkan laki-laki manapun yang aku mau!"
__ADS_1
"Tapi a-aku?"
"Aku sudah mencari tau semua tentang Boim, dan kau tau dia juga memiliki pacar yang sama di kampus kalian itu, hanya saja beda fakultas. aku juga mencari info dari temanku jika kau sama sekali tak pernah di akui Boim sebagai kekasihnya. apa kau tak melihat bagaimana perlakuannya padamu? sungguh aku benar-benar marah padamu Mona!, kau cantik, cerdas tapi tolo* untuk masalah hati aku sungguh sangat kecewa sekali!"
Mona menangis tersedu-sedu "Lalu sekarang aku harus bagaimana Lala,apa yang harus aku lakukan "
Lala memang tak cerdas dalam pelajaran sekolah, tapi ia sangat ahli dalam masalah hati, jangan ditanyakan sudah berapa laki-laki yang bertekuk lutut dihadapannya untuk mengemis cintanya.
"Apa aku harus memutuskan Boim saat ini juga?"
Lala terdiam "Tak perlu kau putuskan dia, aku hanya ingin kau berpura-pura tidak tahu saja atas apa yang ia lakukan padamu, kau akan tetap menjalani hubungan dengan Boim tapi kau juga akan membuka hatimu untuk laki-laki lain"
"Maksudnya aku selingkuh?"
Lala tersenyum "Obat hati adalah hati yang baru kawan"
"Tak mungkin La, lalu apa bedanya aku dengan dia, apa bedanya!"
"Mona aku sudah mengatakan jangan bermain hati gunakan otakmu, ini bukan hubungan rumah tangga, kau bebas dan dia juga bebas melakukan apapun.kalian tak memiliki ikatan apapun, suami istri saja yang sudah menikah bisa bercerai, apa lagi kau dan Boim yang hanya sekedar status pacaran saja"
Mona terdiam,tapi dalam diamnya itu apa yang dikatakan oleh Lala itu memang benar adanya, meski salah membalas hal yang sama, namun rasa sakit atas penghianatan yang diberikan oleh Boim padanya memang benar-benar sudah menyakitinya, perasaan setia yang selama ini ia jaga, malah di balas dengan perselingkuhan dibelakangnya dengan semena-mena"
"Mona, aku tak ingin kau menangis lagi, kau itu cantik. kau tau ada Andre yang dari dulu tergila-gila padamu tapi demi Boim kau tolak ,Ada Jack yang juga rela melakukan apapun untukmu tapi tak kau perdulikan, aku mohon padamu,jika kau masih menganggapku sebagai teman baik.maka mulai saat ini gunakan otakmu untuk berpikir, karena hidup ini terkadang tak memerlukan hati untuk membuat laki-laki seperti Boim itu mendapatkan apa yang sepantasnya ia dapatkan"
Mona mengangguk mengerti, Lala tau jika Mona masih mencintai Boim, semakin besar rasa sakit yang ditimbulkan oleh seseorang pada kita itu artinya rasa cinta juga semakin besar.
"Bagaimana? aku berikan waktumu untuk berpikir malam ini, jangan kau hubungi dia lagi sebelum dia yang menghubungimu duluan, jangan lagi kau mengemis-ngemis bertanya ia dimana, dan lagi apa. karena kau tak penting baginya, aku tau jika setiap malam minggu Kau sama sekali tak pernah diajaknya berkencan kan?"
Mona kembali menangis "Bagaimana kau tau La?"
memegang dadanya
"Ya karena Boim setiap malam Minggu selalu bersama pacar-pacarnya yang lain!"
__ADS_1
Lala ikut terbawa emosi karena teman baiknya yang disakiti Boim.
Padahal dulu Boim lah yang selalu mengejar-ngejar Mona sampai kerumahnya.hingga akhirnya Mona menerima cintanya, ya memang Boim sangat tampan.tapi kelakuannya juga tampan sekali.hadeh....