
Sepanjang perjalanan pulang Boim terus saja memakai helmnya tanpa membuka wajahnya Tapi lagi-lagi Mona tak berprasangka buruk pada laki-laki yang telah lama menjadi kekasihnya itu sesampainya di rumah. Boim langsung mengeluarkan bukunya dari dalam tasnya
" ini ambillah, jangan lupa kerjakan yang bagus ya kekasihku. karena aku harus buru-buru pulang untuk istirahat lagi"
Mona tersenyum bahagia "Iya sayang hati-hati di jalan ya ..."
Melambaikan tangannya
Boim tersenyum dengan sinis sekali
"Dasar perempuan bodoh, mana mungkin aku akan pulang kerumah. aku akan menjemput Caca dulu untuk nonton bioskop berduaan dengannya saja, lagi pula aku sudah bosan melihatnya, tapi ia masih bisa aku gunakan untuk mengerjakan seluruh tugas-tugasku dari kampus kan itu lumayan sekali "
Boim langsung tancap gas, sedangkan Mona langsung buru-buru masuk kedalam rumah, dan mengerjakan tugas-tugasnya
"Hai kak Mona, terburu-buru sekali. apa yang sedang kakak lakukan"
"Ngerjain tugas kampus, lihatlah ini bnyak sekali"
Serlin hanya bisa diam saja tak berani untuk membantah ucapan kakaknya apa lagi terlihat jelas kakaknya sangat terburu-buru sekali.
Rasa cinta remaja labil yang buta akan cinta membuat Mona yang setia lebih memilih mengerjakan tugas kekasihnya dari pada tugasnya sendiri di kampus.
Sekitar lima belas menit tugas kampus milik Boim selesai ia selesaikan dengan sempurna.
"Baiklah sudah beres, aku akan memberitahukan Boim"
__ADS_1
Berkali-kali Mona menelponnya tapi Boim tak mengangkat telponnya ia sedang asik bercumbu mesra dengan Caca didalam gedung bioskop tersebut
"Sayang handponemu berbunyi itu?"
"Sudah abaikan saja sayang, itu juga paling teman-teman ku yang iseng"
Boim sudah mengganti nama Mona di handponenya dengan nama Udin
"Coba lihat dulu sayang"
Caca mengeluarkan tangan Boim dari pakaiannya
"Ah kamu ini nggak percaya sekali, ini lihat.
si Udin memang bisanya ganggu saja"
Caca dan Boim pun langsung melanjutkan kemesraannya .
"Ya dimatikan, mungkin Boim lagi tidur mungkin ya ..."
Mona masih berpikiran positif .
Setelah itu ia melanjutkan istirahat siangnya
namun tiba-tiba handponenya kembali berbunyi
__ADS_1
Mona pikir Boim lah yang menelpon kembali, tapi ternyata ia mendapatkan pesan masuk dari sahabatnya Lala
"Lala tumben?"
Mona langsung membuka pesannya dan ia sangat kaget saat melihat Poto-poto yang dikirimkan oleh Lala
"Astaga Boim!"
Air matanya langsung menetes dari pelupuk matanya
"Dia ..."
Lala langsung menelpon Mona ia tau jika pasti saat ini Mona sedang sangat hancur sekali karena Boim selalu ia banggakan di depan teman-temannya.
"Halo Mona..."
"Lala, bagaimana kau mendapatkan ini?"
Suaranya terdengar sangat parau sekali
"Aku baru pulang dari Bandung, dan kebetulan pacar baruku langsung mengajakku untuk pergi nonton, ya sudah aku ikut saja. tapi kami risih dengan pasangan yang duduk di samping kami berdua, langsung saja aku melihat dengan jelas ternyata itu Boim dengan seorang suster sepertinya"
"Seorang suster?"
"Ya aku rasa perempuan itu mahasiswi juga seperti kita hanya saja kuliah di kampus kesehatan, aku melihat mereka sangat mesra sekali, untunglah aku memakai masker dan topi jadi ia tak mengenaliku, setelah selesai menonton aku melihat perempuan itu langsung merapikan rambutnya dan juga pakaiannya yang sudah berantakan"
__ADS_1
"Lala, Boim tega mengkhianati aku La, dia keterlaluan sekali!"
Lala langsung menenangkan Mona "Aku akan menjemputmu sebentar lagi, kau bersiap-siap lah"