
Lala dan Mona sudah duduk. berdua, dan kali ini ia langsung memberikan cermin pada Mona
"Untuk apa?"
tanyanya dengan heran
"Ini cermin dan aku mau kau bercermin ?" Lala melipat kedua tangannya.
dia tau jika sahabatnya tersebut sangat lugu, makanya selalu mendapatkan perlakuan semena-mena dari Boim
"Lalu untuk apa Lala, aku ini sedang galau Kenapa malah kau berikan cermin"
ucapnya sambil tersenyum sendiri melihat kelakuan Lala
"Hah payah sekali, sama sekali tak mengerti maksudku" Lala menggelengkan kepalanya
__ADS_1
"Filosofi cermin adalah, kau harus tau dan bercermin jika kau harus segera berubah untuk menemukan cinta yang lain, kau tak perlu mengemis cinta pada Boim, kau mengerti!" Lala begitu emosional sekali saat. mengatakan hal tersebut berulang kali.
"T-tapi bagaimana nanti jika aku melihatnya berjalan bersama pasangan barunya yang jauh lebih cantik dari aku?" Mona terlihat khawatir karena memang Boim adalah laki-laki yang menurutnya sangat sempurna
"Kau belum mencobanya Mona, setidaknya kau harus berusaha untuk mencari yang terbaik dari yang paling baik, ingat kawan kau belum menikah, kau masih bebas memilih siapapun yang akan menjadi pasangan mu nanti, ini bukan lah sebuah kesalahan besar, karena hakekatnya kesetiaan adalah hanya untuk orang yang juga setia, jika didalam hubungan pacaran saja dia bisa menghianatimu, maka kau pun berhak melakukan hal yang sama, ini pacaran, tidak ada dalil dalam agama manapun yang memperbolehkan ada jalinan cinta sebelum menikah, dia saja bisa melakukan hal seperti itu, kenapa kau tidak bisa, buka matamu dan berpikir menggunakan otakmu bukan dengan hatimu lagi" Lala tampak berapi-api memberikan nasehat pada Mona.
"T-tapi..."
"Tidak ada tapi-tapi, kau ingin mendengarkan aku kali ini atau tidak, yang terpenting jangan sampai kau tidak mengikuti apa yang aku katakan ini, karena jika kau tak mengikuti apa yang aku katakan padamu saat ini, maka cukuplah sampai di sini saja pertemanan kita"
Mona terdiam, ia tak bisa berbuat apapun, tapi apa yang dikatakan oleh Lala ini benar adanya, ia sangat bodoh sekali jika harus terus berjuang sendiri tanpa hasil yang pasti
Nampak Lala sudah mengeluarkan kartu dari dalam handponenya Mona,
"Lala apa yang akan kau lakukan"
__ADS_1
Lala nampak cemas
"Aku rasa kau sudah setuju, jadi mulai saat ini kau harus mengganti nomor handphone mu, dan juga handphone barumu"
Lala langsung mengeluarkan satu kotak handpone yang lebih bagus dari milik Mona dan langsung mematahkan nomor ponsel milik Mona karena dia juga tahu jika Mona memiliki kelemahan yaitu tidak bisa mengingat nomor handphone.
"Beres, mulai besok kau akan memulai semuanya menjadi Mona yang tak memiliki perasaan apapun kepada orang yang tidak tulus titik"
Lala tersenyum puas karena tahu jika sahabat nya ini adalah perempuan yang baik, yang memiliki perasaan yang sangat lembut sekali
"Jadi mulai besok pagi ya?" tanya Mona polos
"Tidak bisa di tunda dulu ya" Mona kembali memberikan penawaran lagi
"Sudah aku putuskan,tidak ada penawaran lagi titik"
__ADS_1
"Tapi bagaimana kalau dia mencari ku, dan berusaha untuk menemui aku?"
"Mona, please. kau harus menampar wajah mu, selama ini setiap kau memutuskannya,apa dia mencarimu,dan berusaha untuk meminta kau kembali menjadi kekasihnya? tidak kan,jadi jangan berpikir tolol, hentikan semua ini!"