
Siang tadi, Pak Wira dan Fitri menikmati makan dengan lauk Ikan yang Pak Wira tangkap dari sungai. Sedangkan Malam ini, hanya ada Nasi Goreng sisa siang tadi, begitulah kehidupan sederhana di Keluarga yang tengah Bara tinggali.
" Kang, kita makan malam bareng yuk. Setelah itu Fitri obatin luka Akang. " ajak Fitri.
Bara pun mengangguk, dan dia berjalan menuju ruang tamu dibantu Fitri berjalan.
" Ayo makan dulu, seadanya saja ya Nak. " ucap Pak Wira.
" Ini juga saya rasa sudah lebih dari cukup kok Pak. " balas Bara, Pak Wira tersenyum mendengar ucapan Bara. Beliau semakin yakin bahwa Bara adalah Laki-laki yang baik untuk Anak sematawayangnya tersebut.
Mereka ber 3 pun menikmati makan malam dengan lahap, ditambah Fitri yang sudah sedikit tidak canggung lagi dengan Bara. Karena besok dia dan Bara akan Menikah.
Setelah selesai makan malam, Bara meminta izin untuk duduk diluar. Karena dia merasa bosan terbaring terus menerus di dalam kamar.
Pak Wira mengangguk, dan saat Fitri tengah berada di belakang. Pak Wira datang menghampiri Firtri untuk meminta Fitri membuatkan secangkir teh jahe hangat dan diberikan kepada Bara.
" Baik pak, setelah selesai nyuci piring Fitri kedepan. " ucap Fitri.
" Bapak harus kerumah Pak Lurah dulu, ngurus keperluan untuk buku Nikah kamu dan Nak Bara. " pamit Pak Wira.
Fitri mengangguk dan kembali meneruskan pekerjaan, 10 menit kemudian Fitri menghampiri Bara dan membawakan minuman untuk Bara.
" Di minum dulu Kang. " ucap Fitri, Bara yang menatap langit itupun menoleh. Kemudian mengangguk dan duduk disamping Fitri.
Srup!
__ADS_1
" Terimakasih ya Fit, kamu sudah baik kepada saya. " ucap Bara.
" Sudah seharusnya Kang, kita sama Manusia harus saling tolong menolong bukan? " tanya Fitri sambil tersenyum.
Bara menatap Fitri yang tersenyum, senyum Fitri semakin membuat Bara merasa bahwa sebelum itu mereka pernah bertemu.
" Akang teh kenapa mau Nikah sama Fitri? Fitri ini mah Gadis Desa biasa aja Kang. Sekolah hanya sampai SMA aja. " ucap Fitri.
Bara diam untuk sesaat, dia kembali menikmati minuman yang diberikan oleh Fitri barusan.
" Saya merasa berhutang budi dan juga Nyawa sama Keluarga ini. " jawab Bara.
" Apa Akang di Kota tidak punya Istri? " tanya Fitri.
Pertanyaan yang terlontar begitu saja membuat Bara tersedak, Fitri pun segera berdiri dan mencoba untuk mengelap lengan Bara yang terkena tumpahan teh hangat.
" Maaf teh Kang, Fitri bukan bermaksud lancang. " ucap Fitri disela-sela aktifitasnya.
" Udah, udah Fit. Saya enggak apa-apa kok. " balas Bara.
Fitri pun menunduk dan kembali duduk, dia merasa bersalah karena tidak memikirkan apa yang akan dia pertanyakan.
" Kalau saya punya Istri, kenapa sampai sekarang belum ada Wanita yang datang kemari untuk mencari saya? " tanya balik Bara.
Fitri terdiam, betul juga apa yang Bara ucapkan, jika dia adalah Lelaki beristri kenapa sampai sekarang adem ayem saja kehilangan Bara yang berwajah tampan.
__ADS_1
" Masuk dulu yuk Kang, Fitri obatin lukanya Akang. " ucap Fitri.
" Kamu obatin di luar saja Fit, saya juga sudah mulai membaik kok. " sahut Bara, Fitri pun mengangguk dan masuk kedalam rumah.
Beberapa saat Fitri kembali dengan membawa semangkuk Obat yang dia racik sendiri. Bara pun diam saja saat Fitri mulai mengoleskan racikan Obatnya, terkadang rasa sakit membuat Bara harus menggigit bibir bawahnya untuk menahan rasa perih tersebut.
" Udah Kang. " ucap Fitri.
" Terimakasih. " sahut Bara, Fitri mengangguk dan tersenyum.
" Kamu tidur dulu saja, biar saya yang nungguin Bapak kamu. " ucap Bara.
" Eh enggak usah, Akang aja yang tidur duluan. Saya udah biasa nungguin Bapak sendirian. " jawab Fitri.
" Bisa enggak kamu manggil saya Bara aja? " tanya Bara.
" Maaf teh Kang, disini sudah menjadi kebiasaan para Gadis manggil Laki-laki lebih tua diatasnya dengan sebutan Akang. " jawab Fitri.
Bara menghela nafas, dia merasa Fitri benar-benar Gadis polos yang pernah dia temui.
" Oke, kalau gitu kamu cukup manggil saya Mas Bara saja. Jangan Akang, okey? " tanya Bara.
" Iya Kang, eh. Mas Bara. " jawab Fitri.
Bara pun memalingkan wajahnya dan menghabiskan sisa teh buatan sang calon Istri.
__ADS_1