
" David! " Nana memanggil David
David yang mendengar Nana memanggilnya, tetapi David tidak memperdulikan panggilan Nana itu karena dia tidak mau memperpanjang masalah, David terus fokus berjalan keluar pulang universitas itu.
David tidak ingin menambah masalah jika ia berlama lama dengan keadaan seperti ini.
Isabella hanya tersenyum kecut saat melihat David dengan muka penuh luka yang sepertinya habis di pukuli oleh seseorang.
David berjalan keluar gerbang kampus dan keluar.
Nana merasa sangat bersalah melihat David seperti itu karena dia tidak bisa membantunya.
Dulu ketika di SMA, hanya Nana orang yang sering melindungi David dari bulyy an teman temannya.
Namun sekarang, dia tidak sepenuhnya bisa melindungi David, karena dia juga sudah sedikit dewasa dan Nana malu jika semua mengira dia ada apa apa dengan David.
David berjalan keluar dari universitas nya untuk pulang ke kos kosan kecilnya.
Sebelum ia pulang ke kosnya David terlebih dahulu menuju ke apotek untuk membeli beberapa obat dan mengobati luka lukanya.
Ketika David tiba di apotek, dia sudah tau obat jenis apa yang ia butuhkan, karena ia sudah sering membeli obat jenis ini untuk mengobati luka lukanya.
Kemudian David mengambil beberapa obat yang ia butuhkan untuk mengobati beberapa luka lukanya.
Pada saat David hendak membayar obat itu, tetapi Tian tiba dia kekurangan uang. David tidak tau cara lagi, sebab kosnya sangat jauh dari apotek itu.
" Pak, saya kekurangan uang $ 8, bisakah saya membawa obat ini dulu kembali kerumah saya? Nanti saya akan membawa uangnya kembali untuk melunasi uangnya? " Ucap David dengan hormat.
Penjaga toko memandangi David sambil berkata " Maaf, ini bukan bank untuk kamu meminjam. Pulang saja lalu ambil uangmu baru datang ke sini lagi. "
David bingung harus berbuat apa lagi, David juga sepertinya tidak bisa pulang dulu mengambil uanagnya. Sebab lula lukanya harus segera di obati.
David kebingungan harus berbuat apa lagi, tetapi tiba tiba ada suara yang terdengar dari belakang David,
" Aku yang akan membayar semuanya." Ucap seseorang dari belakang David.
David terkejut mendengar suara yang sediki
terdengar familiar di telinganya. Kemudian tanpa tersadar David berbalik dan melihat sesosok gadis cantik yang tak lain adalah Nana.
Nana ternyata diam diam mengikuti David, dia juga tau pasti David akan mampir ke apotek untuk membeli beberapa obat.
Sebab pengalaman ini Nana sering alami ketika semasa SMA bersama David, dia akan menemani David membeli beberapa obat di apotek.
__ADS_1
David terkejut dan langsung barkata." Sejak kapan kamu mengikuti ku Na? "
Mendengar pertanyaan David, Nana hanya membelas dengan senyuman kepada David kemudian ia pergi tanpa mengatakan apapun.
David sama sekali tidak bingung dengan tingkah Nana, bagaimanapun David sudah lama mengenal Nana ketika berada di bangku SMA. jadi dia juga sedikit akrab dengan sifat Nana kepadanya.
Setelah mendapat obat yang dia butuhkan, David langsung pulang ke kosnya untuk mengobati luka lukanya.
Kejadian seperti ini sudah biasa di alaminya sejak dulu.
Mengobati luka lukanya juga sudah menjadi kebiasaan David, karena David adalah sasaran bulyy sejak kecil.
Setibanya di kos, David langsung mengobati luka lukanya dengan obat dari apetok yang ia beli tadi.
Rasa perih dan sakit di bagian seluruh yang terlukan sudah David tidak rasakan lagi, David sudah mati rasa ketika mengobati luka lukanya karena terlalu sering.
Setelah mengobati beberapa luka lukanya, David tidak langsung istirahat untuk menyembuhkan lukanya. Tetapi David langsung memakai pakaian kerjanya.
David tidak mau hanya karena luka kecil seperti ini membuatnya tidak masuk kerja dan tidak mendapatkan uang. Karena ia harus memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa ada bantuan dari orang lain.
Jika ia tidak bekerja, maka bisa jadi David tidur di jalanan dan tidak mempunyai tempat tinggal.
David sangat pekerja keras dalam mempertahankan hidupnya. Sebab ia percaya suatu saat dia bisa hidup dengan damai.
Untung saja tempat David kerja tidak terlalu jauh dari kosnya, jadi setelah berlari beberapa saat David sudah sampai di tempat kerjanya. Sesampainya di tempat kerja, David langsung bekerja seperti biasa.
Seseorang tiba tiba bertanya kepadanya." David kenapa kamu bisa terlambat masuk kerja hari ini?"
David menjawab dengan nada meminta maaf." Maafkan saya bos, tadi di jalan ada sedikit masalah."
Mandor kerjanya itu hanya mengangguk ringan." Ooo tidak masalah kalau begitu, tapi lain kali jangan terlambat lagi ya."
Pekerjaan David adalah sebagai buruh serabutan untuk mengangkat hasil panen sayur ke gudang.
David bekerja di bawah teriknya matahari, hal seperti ini sudah lumrah baginya, ini semua David lakukan untuk menyambung hidup.
Di tengah tengah David sedang bekerja, tanpa sengaja Nana melihat David yang sedang bekerja.
Padahal sebelumnya Nana melihat David kesakitan dengan luka lukanya yang habis di pukuli. Saat itulah Nana tersadar, betapa beratnya hidup yang di alami oleh David.
Dia garis air mata mengalir di pipi Nana.
Nana meneteskan air matanya dan mengis tersedak sedak sambil membayangkan kehidupan yang di alami oleh David.
__ADS_1
Nana dari dulu sudah tau kalau orang tua David meninggal ketika dia kecil. Jadi David tidak di panti asuhan sampai ia beranjak SMA.
Nana semakin tersadar betapa beratnya hidup yang di alami oleh David. Bagaimanapun, David harus membiayai kehidupannya seorang diri.
Orang tua Nana di dalam mobil terkejut melihat tingkah Nana yang tiba tiba nangis tanpa sebab.
Ayah Nana dengan penuh kebingungan melihat Nana yang menangis tiba tiba tanpa sebab.
Kemudian ia bertanya dengan rasa ingin tau." Nana, apa yang membuat mu tiba tiba menangis seperti ini nak? "
Nana yang mendengar pertanyaan ayahnya, Nana mengusap air matanya lalu menunjuk keluar jendela mobil sambil berkata. " Ayah, apakah ayah melihat seorang yang sedang bekerja itu? "
Ayah Nana mengangguk ringan mendengar itu.
Kemudian Nana dengan cepat melanjutkan. " Bisakah ayah memberikannya pekerjaan yang lebih baik dan ringan. "
Ayah Nana melihat arah jari telunjuk Nana yang sedang menunjuk seorang anak muda yang sedang bekerja. " Ooo anak itu yang membuat anak ayah tiba tiba menangis? Baiklah nak, ayah akan menawarkan orang itu pekerjaan yang lebih baik dan layak. "
Ayah Nana sangat menyayangi Nana, apapun akan di lakukan demi melihat putrinya tersenyum.
" Nana, jangan pernah berteman dengan orang miskin, karena mereka hanya akan membawa kesialan dan memanfaatkan orang kaya seperti kita. " Ucap ibu Nana memperingati.
Nana berkata menatap ibunya. " Tidak ibu... Temanku bukan seperti yang ibu kira, dia anak yang baik dan pekerja keras.
Ayah Nana dengan cepat berkata untuk mencairkan suasana. " Sudah sudah, jangan memperpanjang pembicaraan. nanti ayah tawarkan pekerjaan yang lebih baik kepada temanmu itu. "
Mendengar itu, Nana langsung berhenti menangis, lalu ia tersenyum sambil berkata. " Terima kasih ayah, Terima kasih. "
" Nana siapa nama temanmu itu? " Tanya ayah Nana.
" David! " Nana dengan cepat langsung menjawab." Namanya David. "
Ayah Nana mengangguk ringan mendengar itu.
Kemudian, ayah Nana keluar dari mobil dan menghampiri mandor di sana.
" Tuan bisa datang... Tuan boss datang. " Ucap mandor di sana.
Jadi ternyata bos mereka adalah Ayah Nana.
Semua mereka memberi hormat.
Mandor itu berkata dengan hormat. " Ada keperluan apa boss datang hari ini? "
__ADS_1