
Dengan cepat Nana juga angkat bicara sambil menatap Isabella. " Aku baik baik saja Isabella. Tidak ada hubungannya aku menagis David. "
Isabella yang mendengar itu hanya bisa menahan kekesalan kepada David.
Setelah mengatakan itu, Nana menunduk hormat kepada David sambil tersenyum dan menarik tangan Isabella pergi dari tempat itu.
Mendengar pernyataan Nana membuat David sangat kebingungan. ' apa yang membuat Nana tiba tiba menagis seperti itu. ' ucap David bertanya dalam hati.
Setelah melihat Nana pergi memasuki kelasnya.
Tetapi tiba tiba, hal yang mengejutkan terjadi saat itu juga. Nadia datang ke gedung jurusan bisnis untuk mencari sosok David. Nadia merasa David sangat aneh dengan laki laki pada umumnya yang pernah ia temui.
Laki laki lain semua terus terusan mengejarnya, tetapi David malah kelihatan menjauhinya. Ini benar benar membuat Nadia penasaran dengan sosok David walaupun David tidak enak di pandang di mata.
" Whattt... Apa yang membuat nona Nadia yang cantik ini datang ke gedung jurusan kita.
" Ini benar benar sejarah baru !!! Ayo abadikan momen ini. "
Seisi gedung jurusan bisnis itu sedikit ribut dengan kehadiran sosok Nadia di gedung itu.
Semua orang bertanya tanya dalam keheranan, apa yang membuat Nadia datang ke gedung mereka.
Nadia memasuki kelas jurusan bisnis itu satu persatu untuk mencari David. Dia di ikuti banyak sekali mahasiswa dari belakang seperti ratu, tetapi tidak ada yang berani sedikitpun yang mendekatinya dan menyapanya.
Setelah beberapa saat mencari kelas David, Nadia menemukan David yang sedang duduk melamun menatap menatap jendela kelasnya itu.
Dengan cepat Nadia masuk dan memanggil David. " David... "
Mendengar namanya di panggil, David menoleh untuk mencari sosok yang memanggilnya. Namun David begitu sangat terkejut menemukan kalau orang yang adalah Nadia si anak kedokteran yang paling cantik di universitas itu.
Semua orang menonton adegan itu. Jendela kelas di penuhi dengan mata dengan berkaca kaca melihat Nadia menemui David.
Sebagai besar dari mereka sangat terkejut melihat keputusan Nadia menemui David si anak miski itu. Banyak dari mereka melihat sangat iri.
" Nona Nadia? Untuk apa anda datang ke kelasku? " Tanya David penuh keterkejutan.
Nadia mengabaikan semua mata yang memandangnya. Karena hal ini sudah biasa terjadi kepadanya kemampuan dia pergi.
Nadia menatap David dengan sedikit kesal dan berkata. " Aku kesini hanya untuk bertanya kepada mu, kenapa kamu sepertinya menjauhiku barusan? Dan siapa yang memukulimu barusan? Jawab dengan jujur pertanyaan ku. "
Nadia merasa memiliki hutang Budi kepadanya, karena David pernah menyelamatkan tas miliknya dari pencurian. Jadi Nadia tidak bisa hanya tinggal diam, melihat David seperti itu, dia ingin membalas Budi kepadanya.
David menggaruk kepalanya yang tidak gatal. " Untuk apa nona Nadia report report mencariku hanya untuk bertanya hal itu. "
__ADS_1
Nadia menatap David dengan kesal. " Jawab pertanyaan ku, jangan mengatakan omong kosong. "
David tentu saja tidak berani mengatakan itu. Apalagi ini di saksikan oleh banyak mata, yang ada David akan mengalami masalah besar nantinya.
Dan juga David mendengar dan masih mengingat ancaman dari Faisal sebelumnya, jika ia berani mendekati Nadia lagi, maka Anto akan menghajarnya dan mengusirnya dari investasi ini.
" Ayo katakan saja David, kamu tidak perlu takut. " Ucap Nadia sambil menatap David.
David hanya menundukkan kepalanya dan tidak berani menatap Nadia. Kemudian dengan cepat David mengambil aba aba lalu pergi berlari meninggalkan Nadia.
Nadia hanya menatap kosong ketempat David berdiri sebelumnya dengan pikiran yang kebingung. dia masih ingat tau, apa yang membuat David seperti ini.
Nana dan Isabella di belakang Nadia juga terkejut melihat tiba tiba datang ke jurusan bisnis hanya untuk mencari sosok David.
Dengan penuh hormat, Isabella menyapa Nadia. " Nona Nadia, apakah dia membuat masalah dengan mu? Aku bisa memberinya pelajaran jika nona Nadia menginginkannya. "
Mendengar Isabella mengatakan itu membuat Nadia marah dan kesal. Tanpa menoleh melihat Isabella, Nadia langsung berbalik dan pergi meninggalkan Kelas itu.
Isabella langsung menyeringai melihat Nadia begitu sombong dengan tidak membalas pertanyaan. Sedangkan Nana hanya melonggo kebingungan dalam situasi.
***
Setelah David meninggalkan Nadia di dalam kelasnya tadi, David dengan cepat langsung berbalik pergi untuk pulang ke kosnya. Hari itu David memutuskan untuk lebih awal pulang, karena dia merasa kalau dia terus tinggal di universitas, maka kemungkinan Nadia akan terus menanyakan hal ini. Dan kemungkinan besar akan menjadi masalah lagi baginya nanti.
Di kos David hanya bisa memainkan ponselnya sambil sesekali melihat perkembangan investasinya.
Ketika beberapa saat memainkan ponselnya, David langsung tertidur pulas sampai malam hari.
Ketik David masih tertidur pulas, dia terbangun dari tidurnya, karena ada suara panggilan dari ponselnya. David perlahan terbangun untuk melihat siapa yang meneleponnya. Tetapi nomor tersebut tidak di kenal. Dengan cepat David langsung mengangkat telpon itu.
David menyapa dengan hormat. " HALLO, ini dengan siapa. "
Tiba tiba terdengar suara wanita dari ujung telpon dan menjawab David. " Ini aku Nadia, apa kamu masih mengingat ku? "
David begitu terkejut setelah mengetahui kalau orang di sebrang telpon adalah nona Nadia yang cantik itu. Tentu tak mudah bagi Nadia untuk mendapatkan nomor David, karena jaringan Nadia sangat kuat dengan anak anak orang kaya di kota Bristolleun itu.
Kemudian dengan cepat David langsung bertanya kepada Nadia dengan rasa ingin tau. " Ada apa nona Nadia menelpon saya malam malam seperti ini? "
Nadia langsung menjawab pertanyaan David. " Maaf sebelumnya mungkin saya menganggumu, tetapi saya sangat penasaran dengan mu, kenapa kamu menjauhiku seperti itu hari ini? Dan kamu terlihat tadi siang habis di pukuli? Siap yang melakukan itu kepada mu? "
David tertegun sejenak untuk memikirkan sesuatu untuk membalas Nadia. " Ooo tadi siang itu. Tidak ada yang memukuliku, aku hanya tiba tiba terjatuh di depan orang orang banyak. "
Nadia di ujung telepon merasa lega mendengar hal itu. " OOO seperti itu rupanya... Awalnya aku mengira bahwa kamu habis di pukuli, jika ada yang berani memukulimu, beritahu aku, aku memberi mereka pelajaran. Ingat, aku masih memiliki hutang Budi kepadamu, jika kamu membutuhkan bantuan ku, maka jangan ragu ragu untuk menghubungi ku. "
__ADS_1
David mendengar hal itu langsung mengangguk setuju. " Baik nona Nadia, Terimakasih atas bantuan anda. "
Setelah mendengar David mengatakan itu, dengan cepat Nadia memutuskan telpon itu.
Hati David sangat berkaca kaca ketika Nadia mengkhawatirkan dirinya. David benar benar memiliki perasaan yang mendalam kepada Nadia.
David berbaring sambil tersenyum mengingat Nadia yang mengkhawatirkan dirinya. ' selain Nana, ternyata masih ada Nadia yang tidak memandang rendah diriku. ' ucap David dalam hati.
Setelah membayangkan wajah Nadia yang cantik, David langsung melanjutkan tidur malamnya yang terganggu.
***
Setelah bangun pagi David langsung bergegas untuk mencari pekerjaan baru. Setelah berjalan dan mencari pekerjaan sepanjang hari tapi tak membuahkan hasil, tak ada yang mau menerimanya.
David pulang ke kosnya, dan langsung berangkat ke universitas nya. Sesampainya di sana, David langsung masuk ke kelas.
Pada hari ini adalah hari pembayaran uang semester mereka.
Semua orang maju satu satu kedepan kelas untuk membayar uang semester pada saat itu.
" David apakah kamu akan membayar uang semester juga hari ini? " Ucap Baim menanyakan David.
David tersenyum menatap Baim sambil berkata. " Sepertinya... "
Baim menanyakan hal itu karena dia mengetahui jelas kondisi ekonomi David. Setiap semester sebelumnya, David selalu kesusahan dalam membayar uang semester bahkan sering menunggak berbulan bulan.
Setelah beberapa saat menunggu temannya yang lain membayar uang semester. Kini giliran David untuk membayar.
Semua orang sudah menduga kalau David akan melakukan cicilan untuk membayar semester ini sama seperti bulan bulan sebelumnya. Tetapi itu semua tidak terjadi pada hari ini. David baru saja mendapatkan keuntungan besar dari investasinya. Jadi tentu saja dia memiliki unag yang cukup untuk membayar uang semesternya hari ini.
Semua orang sudah mulai berbisik dan siap menertawakan David ketika pembayaran David tidak berhasil. Namun mereka semua di sana terkejut tidak menyangka kalau pembayaran David berhasil kali ini.
Seketika orang orang di kelasnya tepuk tangan melihat David tidak menunggak uang semester ini.
Faisal dan Isabella yang melihat David membayar itu membuat mereka terlihat sangat kesal sekali. Mulanya, mereka berdua yang akan paling awal mengejek David jika pembayaran itu gagal.
Tetapi siap sangka pembayaran David berhasil.
Faisal benar benar tidak senang melihat David berhasil melunasi uang semester. Faisal akan selalu memiliki cara untuk menyalakan David dan membuly David.
Faisal dengan cepat berdiri dan berkata kepada David. " Tunggu, dari mana kamu mendapatkan uang $3 ribu dolar itu untuk membayar uang semester? Apakah kamu berfikir akan berhasil membodohi kami semua kalau kamu itu tidak mencuri uang itu. "
Isabella juga ikut berdiri dan berkata. " Betul, aku juga tidak yakin itu uangnya. Pasti dia mencuri dari seseorang.
__ADS_1
Faisal tertawa mengeluarkan ponsel dari sakunya sambil berkata. " Santai saja Isabella, aku sudah siap siap untuk menghubungi polisi dan menjemputnya ke kantor polis. "