PEMUDA MISKIN MENJADI MILYARDER

PEMUDA MISKIN MENJADI MILYARDER
Bab 5


__ADS_3

David terkejut mendengar suara itu.


David kemudian langsung berbalik untuk melihat kebelakang untuk mencari sumber suara.


David menemukan seorang pemuda berdiri di belakangnya yang tak lain adalah Anto.


Kemudian David dengan hormat menyapa Anto. " Owh, Tuan Anto? Ada yang bisa saya bantu? "


Mendengar David mengatakan itu, Anto tak membalasnya. Tanpa mengatakan apapun, Anto langsung meninju wajah David dengan sangat keras.


" Bukkk. "


Anto melanjutkan pukulannya beberapa kali di wajah David, Anto memukul David sampai membuat David tersungkur dan jatuh.


Semua mahasiswa lainnya yang ada di pintu gerbang saat itu terkejut menyaksikan kejadian ini. Bagaimanapun Anto secara tiba tiba memukuli David dengan sangat brutal.


David menepis beberapa pukulan Anto sambil bertanya. " Tuan Anto, apa kesalahanku? Kapan aku pernah memprovokasi anda? Mengapa anda memukuliku seperti ini. "


Anto tidak membalas pertanyaan David, melainkan dia terus meninju dan memukuli perut David dengan gila. Setelah beberapa saat, Anto berhenti memukuli David.


Anto menarik kerah baju David sambil berkata. " Jangan dekati nona Nadia. Jika hidup mu ingin tenang dan damai. Jika kamu tetap bersikeras mendekati nona Nadia, maka jangan harap kamu bisa berkuliah di universitas ini lagi. "


David yang mendengar perkataan Anto ini membuatnya mengangguk menyetujui.


Kemudian setelah Anto mengatakan itu, dia langsung pergi dari tempat kejadian tersebut meninggalkan David yang di kerumuni mahasiswa lainnya.


Sedangkan Nadia baru saja tiba di pintu gerbang universitas. Pandangannya langsung menuju ke kerumunan jadi Nadia tertarik untuk melihatnya juga.


Nadia maju menghampiri kerumunan itu dan berusaha untuk melihat situasi nya. Namun Nadia pada saat itu terkejut menyadari kalo sosok David yang menolongnya kemarin sedang berbaring lemah di tanah.


Melihat David seperti itu membuat Nadia tidak bisa tinggal diam. Walaupun dia terkenal sangat dingin dan jarang berbicara, tetapi saat itu Nadia langsung menerobos kerumunan. Dia tidak tega melihat orang yang pernah menolong dalam keadaan yang kesusahan, jadi Nadia akan berusaha membantunya.

__ADS_1


Semua orang terkejut melihat sosok Nadia muncul dari belakang dan ingin masuk ke dalam kerumunan. Mereka semua dengan cepat memberi jalan kepada Nadia yang hendak masuk untuk menyaksikan David.


Nadia maju dan berdiri tepat di depan David sambil berkata. " Siapa yang berani melakukan ini kepada mu? "


David mendongak mendengar pernyataan itu dan dengan cepat, David menyadari kalau ada sosok Nadia yang berdiri di depannya dan menyapanya juga.


David langsung berdiri ketika melihat sosok Nadia. " Aku baik baik saja, jangan menghawatirkan ku. "


David masih mengingat kata kata yang keluar dari mulut Anto kalau dia tidak boleh mendekati Nadia lagi. Jika itu dia langgar, maka dia akan di usir dari universitas.


Ketika Nadia mendekati dirinya, David dengan cepat langsung berdiri dan langsung pergi tergesa gesa dari kerumunan itu.


Nadia terkejut melihat David mengabaikannya begitu saja. Nadia penasaran, apa yang sedang terjadi pada David, dan apa yang membuat David menjauhinya.


David berlari meninggalkan Nadia Karena dia tidak mau masalah datang kepadanya gara gara Nadia. Jadi, David akan berusaha untuk menghindari Nadia walaupun ia sendiri ingin dekat dengan Nadia.


Setelah David pergi dari kerumunan orang itu, ia dengan cepat Nana untuk mengembalikan uang Nana karena Nana kemarin membayangkan obat untuknya.


Kebetulan sekali David bertemu Nana di tangga universitas ketika ia hendak masuk kelas.


Nana yang mendengar suara itu langsung berbalik badan. Dia melihat David sedang menyodorkan uang kepadanya.


Nana dengan cepat melambaikan tangan dan berkata. " Tidak perlu mengembalikannya, uang itu untuk kamu saja. "


" Tidak... " David menggelengkan kepalanya. " Ini adalah uang mu yang aku pinjam kemarin, jadi bagaimana mungkin uang ini menjadi hakku? "


Nana melihat tekad David untuk mengembalikan uang, jadi dia hanya bisa menerimanya dengan berat hati. Nana tau, David sedang membutuhkan uang itu dari pada dirinya, maka dia bersikeras menolak David mengembalikan uangnya.


Yang membuat Nana mau menerima uang itu kembali karena, ayahnya kemarin baru saja memberikan kerja yang bagus. Jadi mungkin saja David mendapat uang lebih banyak lagi menurut Nana.


Setelah David mengembalikan uang itu, David langsung pergi dengan cepat meninggalkan Nana. Tapi Nana dengan cepat memanggilnya kembali dan menghampirinya.

__ADS_1


" David! Tunggu sebentar. " Panggil Nana sambil berjalan menuju David.


David berbalik menengok ke belakang. " Ada yang bisa ku bantu. "


Nana dengan malu malu berkata. " Apakah kamu sudah mendapatkan pekerjaan? "


Mendengar itu David menjadi heran kenapa Nana menanyakannya tentang pekerjaan yang tidak ada hubungannya dengan dia.


David mengaruk kepala dengan kebingung. " Ada apa kamu menanyakan hal itu? Tidak seperti biasanya. "


Nana menunduk malu. " Tidak! aku hanya ingin tau, apakah kamu sudah mendapatkan pekerjaan? "


" Pekerjaan. " David tersenyu masam sambil menatap Nana dan berkata. " Untuk saat ini aku belum memiliki pekerjaan. Kemarin aku baru saja di pecat oleh bos ku tanpa alasan. Tapi kamu tidak perlu khawatir, aku sendiri bisa mencari pekerjaan yang lain. "


Mendengar itu wajah Nana berubah menjadi pucat karena ayahnya baru saja berbohong kepadanya kalau David di berikan pekerjaan yang bagus tapi dia malah memecatnya.


" Apakah benar yang kamu katakan kalau kamu baru saja di pecat. " Tanya Nana untuk memastikan.


David tersenyum masam sambil mengangguk ringan. " Sepertinya begitu, aku juga tidak tau alasan di balik pemecatan ku. "


Dua garis air mata mengalir di pipi Nana, dia benar benar tidak habis pikir kalau ayahnya begitu tega memecat David.


Pada awalnya Nana mengira kalau ayahnya sudah memberinya pekerjaan yang layak dan bagus. Bukan hanya ayahnya tidak mau memberikan pekerjaan pada David, bahkan lebih parahnya lagi, ayahnya memecat David dari pekerjaan sebelumnya. Ini yang membuat Nana benar benar sangat sedih dan marah kepada ayahnya.


David yang melihat Nana tiba tiba menangis membuat dirinya kebingungan. " Nana, apa yang membuat mu tiba tiba menangis seperti ini? "


Nana dengan cepat mengusap air matanya menyadari kalau David melihatnya menangis. " Aku tidak apa apa, tadi mataku kelilipan debu, makanya aku mengeluarkan air mata. " Ucap Nana membuat alasan menyembunyikan dirinya menagis.


Tiba tiba Isabella datang menghampiri Nana. Dia terkejut melihat Nana yang baru saja menangis. Dia juga melihat David di dekat Nana, jadi Isabella beranggapan kalau David lah penyebab Nana menagis.


" Nana, apa yang dia lakukan kepada mu? Mungkinkah dia menyakitimu? "

__ADS_1


Nana dengan cepat melihat kesamping dan menemukan sosok Isabella yang sedang mengatakan itu.


David juga terkejut melihatĀ  kehadiran Isabella saat ini. Dengan cepat David melambaikan tangan sambil berkata. " Bukan, aku tidak pernah melakukan apapun kepada Nana. Kamu jangan salah paham dulu. "


__ADS_2