
Sheng Duyao berkenalan secara tidak sengaja dengan Meng Meili, seorang gadis cantik dari desa awan terbang, gadis tersebut memiliki tubuh yang ramping dan kulit seputih giok, rambut panjang terurai sepinggang dengan mata yang indah berwarna cokelat terang dan bibir merah jambu alami.
Dia tahu gadis tersebut tidak terlalu menyukainya, namun demikian Sheng Duyao pantang menyerah. Hari demi hari dia terus menemui Meng Meili dan berharap suatu ketika gadis itu akan luluh juga hatinya dan menerima cintanya yang begitu mendalam.
Memang akhirnya Meng Meili mau sedikit menanggapi dan berbicara dengan Sheng Duyao, namun bukan karena dia telah luluh hatinya melainkan karena merasa risih dan sedikit iba kepada Sheng Duyao yang tanpa mengenal lelah terus menerus mengejar cintanya. Celakanya Sheng Duyao salah kira, dia menduga kini gadis cantik itu telah terpikat kepadanya.
Suatu ketika Sheng Duyao dipanggil oleh gurunya, seorang yang sakti dan cukup terkenal di dunia persilatan. Sebelum pergi Sheng Duyao menemui Meng Meili dan berkata "Mei'er, aku akan pergi menemui guruku di gunung ular. Mungkin satu atau dua tahun lagi baru aku kembali. Kuharap engkau bersedia menunggu dengan sabar. Jika nanti aku kembali aku akan menemui orang tua mu untuk melamar engkau.... " "Tapi saudara Duyao..... aku....." Meng Meili menghentikan kata-kata nya seraya mundur selangkah karena saat itu juga Sheng Duyao melangkah kehadapannya hendak memeluknya. "Jangan saudara Duyao, nanti dilihat orang..." seru Meng Meili.
Sheng Duyao segera berlalu tanpa ada kesempatan bagi Meng Meili untuk menjelaskan bahwa ia tidak mencintai pria itu dan hendak menolak lamaran tersebut.
Setahun lebih ketika Sheng Duyao pergi ke gunung ular Meng Meili menikah dengan Xiao Xia anak dari kepala desa awan terbang yang kemudian menjadi kepala desa meggantikan ayahnya yang telah wafat.
Xiao Xia adalah pemuda yang mencintai Meng Meili dan ia pun mencintai pemuda itu. Bagi Meng Meili pernikahannya dengan Xiao Xia bukanlah penghianatan atas diri Sheng Duyao karena ia tidak mencintai lelaki tersebut dan tidak pula pernah menyatakan cintanya kepada pria tersebut.
__ADS_1
Ketika Sheng Duyao kembali dari gunung ular kabar pertama yang didengarnya membuat amarahnya naik sampai keubun-ubun, tak lain adalah kabar pernikahan Meng Meili dengan Xiao Xia, keduanya bahkan telah memiliki seorang putra. Kehidupan mereka walaupun sederhana namun mereka begitu berbahagia dengan ditambahnya kelahiran putra pertamanya yang baru lahir beberapa bulan ini, maka lengkap sudah kebahagiaan keluarga kecil mereka.
Jika Sheng Duyao memiliki jiwa kesatria dan memiliki harga diri, sebenarnya ketika ia mengetahui Meng Meili telah berkeluarga mesti bersikap mundur karena akan sangat memalukan jia ia terus menerus mengejar cinta Meng Meili, sedangkan gadis tersebut tidak pernah mencintainya, apalagi kini telah memiliki seorang putra. Tapi dasar dibakar oleh api kecemburuan dan kemarahan Sheng Duyao tidak berpikiran jernih dan membabi buta dalam kemarahannya. Maka hari itu juga dikirim anak buahnya kedesa awan terbang membawa sepucuk surat ancaman kepada Xiao Xia.
Sheng Duyao kini terkenal dengan nama "Tapak 9 Ular" bangkit dari kursinya dan melihat kedua anak buahnya meninggalkan markasnya meninggalkan debu gemuruh langkah kaki kuda dihalaman markas tersebut. Jari jarinya mencengkram erat pegangan kursi kebesarannya yang terbuat dari marmer hitam berkilau. "Meng Meili harus ku dapatkan... Harus........" Katanya dalam hati yang penuh amarah. "Jika tidak....," Sheng Duyao tidak meneruskan kata katanya. sebagai gantinya tangan kirinya bergerak memukul pegangan kursinya 'BRAKKKK' pegangan kursi itu harcur berantakan dan puing puingnya berterbangan ke segala arah.
.............
"Benar benar perempuan iblis! Perempuan laknat!" Serapah laki laki itu. Tangannya bergetar hebat, dipukulnya meja marmer hitam didepannya 'BRAK...' Meja tersebut hancur berkeping keping. Kaki meja masuk sampai beberapa senti kedalam lantai ubin dan ubin itu sendiri retak retak! Kemudian ia berdiri, tubuhnya bergetar menahan nafsu membunuh, sumpah serapah kembali terlontar dari mulutnya.
"Perempuan iblis,,, perempuan laknat,,, baru setahun lebih aku pergi, engkau kini menikah dengan orang lain.... Lihat saja nanti, kau akan menyesal iblis betina!"
Laki laki tersebut tidak lain adalah "Tapak 9 ular" atau Sheng Duyao. ia berdiri dengan hembusan nafas yang keras akibat kemarahan lalu melangkah pergi. Diambilnya sebuah teko teh lalu mengarahkan mulut teko itu kedalam mulutnya, ketika baru seteguk air masuk dalam kerongkongannya ternyata teko itu telah kosong, langsung saja dibantingnya teko itu dan kemudian kembali megeluarkan sumpah serapahnya kepada Meng Meili.
__ADS_1
.........
**Hallo para pembaca yang budiman, ini adalah karya pertama saya, dan masih dalam proses belajar menulis. Apabila ada kata atau kesalahan alur cerita, mohon untuk dimaafkan.
Saya akan berusaha menyajikan cerita yang terbaik dan menarik.
Harapan saya kiranya karya ini setidaknya dapat memuaskan hasrat para pembaca dan masuk dalam alur petualangan dari cerita ini.
Mohon dukungannya agar kedepannya saya bisa menyajikan kisah kisah yang menarik.
Salam Hormat..
Author**
__ADS_1