
Dua orang laki laki menghentikan kudanya tepat di halaman sebuah rumah sederhana namun sedikit lebih mewah dan berhalaman luas jika dibandingkan dengan rumah yang lain di sekitar nya.
Nampak seorang lelaki tua kurus bertopi jerami sedang berjongkok membersihkan halaman rumah tersebut.
"Ini rumahnya Xiao Xia?" Tanya salah seorang laki laki diatas kuda dengan kasar.
Orang tua tersebut berdiri perlahan menegadahkan topi jeraminya untuk melihat siapa gerangan yang bertanya dengan kasar tersebut.
Orang tua tersebut tidak segera memberikan jawaban melainkan melihat dua orang asing penunggang kuda tersebut.
"Dasar keparat tua bau tanah, kau punya mulut atau tidak?" Bentak laki laki itu "Aku tanya apakah ini rumah Xiao Xia?"
"Ya, ada perlu apa?" jawab orang tua tersebut lalu acuh tak acuh.
"Tak perlu tanya keperluan kami, engkau minggirlah orang tua!" seru teman penunggang kuda yang tersebut.
Kedua orang itu tak lain adalah utusan "Tapak 9 Ular" Tang Fei dan Wang Jia.
Tang Fei seorang laki laki kurus tinggi namun memiliki otot yang kekar, dengan rambut sebahu yang agak berantakan dengan pedang besar tergantung punggungnya, sedangkan Wang Jia pendek dan gemuk juga tidak memiliki sehelai rambut pun dikepalanya, sekilas ia terlihat seperti seorang biksu.
Wang Jia kemudian menghentakkan tali kekang kudanya, serta merta kuda tersebut mengangkat kedua kakinya ke arah orang tua tersebut. Orang tua itu kemudian berguling kesamping dan topi jeraminya terlepas. Ia berdiri perlahan kemudian dengan cepat menendang topi jeraminya sehingga tidak dilihat oleh Tang Fei maupun Wang Jia.
"Wushh" Topi itu meluncur kencang menghantam perut kuda Wang jia.
"Kiiikkk" Kuda itu meringgkik keras sambil mengangkat kedua kaki depannya tinggi karena kaget, serta merta Wang Jia pun terlempar dari kuda dan terjembab ketanah.
Seolah olah tidak terjadi apa apa orang tua tersebut kembali berjongkok kemudian kembali membersihkan halaman.
__ADS_1
"Wang Jia apa yang terjadi kepadamu?" tanya Tang Fei. Mata lelaki pendek gemuk botak tersebut berputar putar, untuk beberapa saat ia merasa pusing karena terjatuh dengan keras dari kuda.
"Aku juga tidak tahu apa yang terjadi!"
Seru Wang Jia sambil berdiri dan mengebaskan jubahnya membersihan debu yang menempel.
Dia memandang berkeliling namun tidak melihat seorangpun kecuali orang tua tadi yang sedang jongkok sambil mencabuti rumput. Namun ketika dilihat orang tua kurus itu kecurigaanpun sedikit berkurang.
"Tak mungkin kan kakek itu yang menyerang kudaku dengan topi jerami?" Batin wang Jia.
Tang Fei juga memandang berkeliling dengan hati bertanya tanya. Dilihatnya topi jerami dan kemudian dilihatnya lagi orang tua yang sedang berjongkok tersebut.
Tang Fei melompat dari kuda dan berkata "Kurasa orang tua itu pelakunya!" diambilnya topi jerami yang tergeletak disamping nya, dipandangnya orag tua kurus tersebut kemudian melesatkan dengan cepat topi jerami ditangannya kearah kepala orang tua itu.
Dengan acuh orang tua itu mengebaskan punggung tangannya tanpa menoleh dan topi jerami yang hampir mengenai kepalanya terhempas ke sampingnya.
Orang tua itu bangkit dan mengerakkan tangannya seolah sedang membersihkan debu dipakaiannya namun hal yang terjadi selanjutnya mengagetkan Wang Jia maupun Tang Fei, karena angin tenaga dalam yang dilepaskan Wang Jia serta merta buyar.
"Apa apaan ini, mengapa engkau meyerangngku hah!?" Seru orang tua itu.
"Orang tua bau tanah siapa kau sebenarnya?" tanya Tang Fei.
Orang tua tersebut tersenyum sinis memperlihatkan giginya yang tanggal seberapa itu "Aku hanyalah seorang tua anak muda. Bukankah engkau punya mata untuk melihat?" katanya sambil mengepalkan tangannya siap untuk menyerang.
Pada saat itu tiba tiba terdengar suara keras dari arah pintu rumah "Ada apa ini! Mengapa kalian membuat keributan disini?"
Seorang laki laki muda gagah berdiri didepan pintu rumah yang terbuka, ia kemudian memberikan isyarat kepada orang tua didepannya untuk mundur.
__ADS_1
Meskipun sedikit kesal orang tua itu menurut dan mudur kesamping lelaki gagah tersebut.
"Kaukah Xiao Xia?" Tanya Tang Fei membentak seraya maju beberapa langkah kedepan. Sejak menjadi kepala desa awan terbang barulah kali ini ia dibentak sedemikian rupa oleh orang asing dikediamannya sendiri.
Dari tampang dan perilaku kedua tamu tak diundang tersebut, tahulah Xiao Xia kalau mereka tidak membawa maksud baik.
Namun demikian dengan suara ramah ia menjawab "Betul. Saudara saudara saya Xiao Xia. Kalau boleh tahu siapakah saudara saudara, dari manakah kalian dan ada maksud apa?"
Tang Fei segera mencabut gulungan dari dalam bajunya "Ini silahkan dibaca!" Serunya seraya melempar kearah Xiao Xia. "Wusshhh singg" Gulungan tersebut meluncur berdesing dengan kencang kearah Xiao Xia karena dilempar dengan tenaga dalam.
Xiao Xia kaget, namun segera menangkap gulungan tersebut kemudian membacanya.
Tang Fei dan Wang Jia memperhatikan Xiao Xia dengan tangan bertolak dipinggang.
"Xiao Xia Keparat...! Aku berikan kesempatan padamu untuk meninggalkan Desa awan terbang paling lambat besok pagi. Bawa anakmu tetapi tinggalkan isterimu. Jika engkau menolak, jangan harap engkau bisa melihat matahari terbenam besok.... Ini perintah Tapak 9 Ular..."
Bergetar tubuh Xiao Xia, wajahnya merah padam karena amarah, dadanya panas dan giginya bergemelatuk. Dia tidak kenal manusia bernama Tapak 9 Ular dan merasa tidak punya urusan atau dendam.
Matanya melotot memandang kedua tamu tak diundang tersebut "Siapa Tapak 9 Ular ini?"
Tang Fei meludah ketanah dan berkata "Laki laki yang telah kau rampas kekasihnya, yang kini menjadi isterimu, Tapak 9 Ular inginkan jawabanmu hari ini juga, dan kalau tidak...." "hehehehehe" Tang Fei tidak melanjutkan melainkan tertawa mengejek terkekeh sambil menggosok gosok kedua telapak tangan di depan dadanya.
Xiao Xia kaget bukan kepalang, diremasnya gulungan surat tersebut dengan geram, segera dilesatkan surat itu dengan tenaga dalam kearah Tang Fei "Wushhhh siinnnng"
Surat tersebut meluncur dengan kekuatan dasyat kearah dada Tang Fei. Mendapat serangan yang datang tiba tiba, Tang Fei kaget bukan kepalang, segera diangkatnya kedua telapak tangannya kedepan dan melepaskan tenaga dalamnya. "Bumm Bangg" Kedua angin tenaga dalam bertabrakan, gulungan surat tersebut hancur berantakan, sedangkan Tang Fei termundur tiga langkah. "Kau.... *** rendahan" Dengan wajah sedikit pucat Tang Fei menunjuk dengan gemetar kearah Xiao Xia.
"Tidak usah menjual tampang busuk dihadapanku. Kalian anjing anjing budak orang yang bernama Tapak 9 ular ini, segera pulang dan katakan kepada majikan kalian supaya mencari tabib agar menyembuhkan kegilaannya" Seru Xiao Xia geram.
__ADS_1
........