Pendekar Pedang Matahari

Pendekar Pedang Matahari
Pukulan Tapak 9 Ular


__ADS_3

"Hehehe" Jiau An tertawa terkekeh "Jika kau masih juga belum mau angkat kaki dari sini bersama budak-budakmu itu, jangan menyesal jika kalian harus tinggalkan nyawa disini!". Segera keempat anak buah Sheng Duyao menghunuskan senjatanya masing- masing begitu melihat tuan mereka terkena pukulan, kemudian bergerak melindunginya, tampang mereka begitu sangar seakan-akan hendak menelan bulat-bulat Jiau An. Wajah Sheng Duyao menjadi merah padam menahan amarahnya "Kalian mundurlah" setengah membentak Sheng Duyao memerintah anak buahnya. Mereka pun mundur perlahan.


Tiba-Tiba Sheng Duyao mengangkat kedua tangannya.. Jari-jari nya terpentang berwarna kelam membesi, Kedua kakinya merenggang. Tangan kiri dipentang lurus-lurus ke muka. Tangan kanan ditarik tinggi-tinggi ke belakang di atas kepala. Pelipisnya bergerak-gerak. jari-jari tangannya kemudian kelihatan berubah dari warna hitam kelam menjadi sembilan warna dan bergetar. "******* tua bangka!" bentak Sheng Duyao, "Lihat dan sambutlah ajalmu....!" Jiau An mengerutkan kening. Matanya memandang lekat-lekat ke tangan Sheng Duyao yang semakin lama semakin bertambah pekat warnanya.


Meski dia sudah hidup hampir tujuh puluh tahun, meski pengalamannya di dunia persilatan setinggi langit dan sedalam lautan namun kali ini mau tak mau bergetar juga hatinya melihat jari-jari tangan lawan itu, ditambah lagi dia sama sekali tidak tahu ilmu pukulan apakah yang akan dilancarkan oleh lawannya! Akan tetapi Xiao Xia, begitu melihat tangan Sheng Duyao yang berubah warna itu, terkejut bukan main. Dengan cepat dia memberikan bisikan pada Jiau An dengan mempergunakan ilmu "menyusupkan suara." "Paman Jiau, hati-hati. Pukulan yang hendak dilepaskan itu adalah pukulan Tapak 9 Ular. Pukulan itu sangat hebat dan sangat beracun....!" "Pukulan Tapak 9 Ular....," batin Jiau An terkejut.

__ADS_1


Hampir-hampir tak dapat dipercayanya kalau tidak menyaksikan sendiri. Dia tahu betul bahwa di dunia persilatan hanya ada satu manusia yang memiliki ilmu pukulan yang dahsyat ini yaitu seorang Pertapa Sakti berjuluk Tapak Sakti yang berdiam di lereng Gunung sangiang. Tapi kini muncul orang lain yang memiliki ilmu pukulan itu. Apakah Sheng Duyao ini muridnya Tapak Sakti?


"Apa hubunganmu dengan Pertapa Tapak Sakti?" kata orang tua bungkuk itu. Sheng Duyao membentak. "Kalau sudah tahu guruku mengapa tidak segera berlutut, anjing tua?!" "Hanya pengecut yang akan berlutut di hadapanmu. Terimalah ini....!" bentak Jiau An, tangannya mendahului melepaskan pukulan tangan kosong yang dahsyat, angin pukulan yang menghembuskan maut itu menerjang tubuh dan kepala Sheng Duyao.


Namun Sheng Duyao meninjukan tangan kanannya ke depan! Setiap angin yang datang langsung buyar ketika bertemu dengan pukulan Tapak nya. Jiau An pun segera terdorong, namun orang tua itu telah mempersiapkan ilmu pukulannya, kedua tapak nya kelihatan menyala seperti percikan api.. Jiau An melompat ke samping dan kemudian melepaskan pukulannya "Api ganas Angin Naga" teriaknya.

__ADS_1


Meng Meili setengah menjerit dan menutup mukanya dengan kedua tangan, ia tak tahan melihat orang tua itu berteriak setinggi langit. Tubuhnya terguling di tanah. Kulitnya kelihatan menghitam. Dia mengerang dan menggelepar-gelepar seketika, kemudian berhenti bergerak, ketika pukulan Sheng Duyao mendarat tepat didadanya.


"Manusia biadab!" Teriak Xiao Xia "Orangku tidak ada permusuhan dengan engkau. Mengapa kau bunuh dia?!" Sheng Duyao tertawa mengekeh. "Sebentar lagi kau juga akan mampus Xiao Xia! Tapi aku masih berbaik hati untuk membiarkan engkau angkat kaki dari sini. Kalau kau masih keras kepala, jangan salahkan jika nyawa mu pun akan tinggal disini!" Sheng Duyao pun tertawa. "Hari ini aku mengadu nyawa dengan engkau manusia iblis!" bentak Xiao Xia.


"Serang..!" teriak Xiao Xia, maka orang-orang yang sedari tadi menonton dibelakang berhamburan menyerang, namun rombongan Sheng Duyao pun menerjang kearah rombongan Xiao Xia. Pertempuran sengitpun terjadi, terdengar teriakan-teriakan melengking. Namun karena kurangnya pengalaman dan ilmu silat, maka sebentar saja kelihatan kalau pertempuran itu tak berimbang, maka bertumbanganlah anak buah Xiao Xia tewas bermandi darah.

__ADS_1


"Manusia keparat yang tidak tahu diri, hari ini engkau akan mampus di tanganku!" bentak Sheng Duyao seraya mengangkat lengan kirinya untuk menangkis pukulan lawan. Dua lengan beradu dengan keras, Xiao Xia terpelanting ke belakang sedang Sheng Duyao hanya terjajar beberapa langkah saja. Lengan Xiao Xia yang beradu dengan lengan Sheng Duyao kelihatan kemerahan dan perih. Laki-laki ini menggigit bibirnya menahan sakit. Dia maklum bahwa tenaga dalamnnya lebih rendah dari lawan. Karena itu dengan mempergunakan ilmu meringankan tubuhnya yang sudah sampai ke puncaknya, Xiao Xia tidak lebih kuat dari Jiau An.


Sementara itu di beranda rumah terdengar jeritan Meng Meili pada kedua orang yang berkelahi itu. "Sheng Duyao! Kanda Xia'er! Hentikanlah perkelahian ini! Hentikanlah! Kalian berdua tidak mempunyai permusuhan mengapa harus berkelahi?!" "Mei'er masuklah ke dalam!" sahut Xiao Xia kepada isterinya. Sambil bersalto di udara mengelakkan pukulan lawannya. Sheng Duyao sudah tentu tidak akan berniat untuk menghentikan perkelahian. Bahkan teriakan-teriakan Meng Meili tadi mendorongnya untuk lebih cepat untuk membunuh Xiao Xia! Dalam sekejap saja kedua orang itu telah bertempur delapan puluh jurus dan kelihatanlah Xiao Xia terdesak dengan hebat.


__ADS_2