Penerang Kegelapanku

Penerang Kegelapanku
#1


__ADS_3

Maaf apabila susunan katanya tidak tepat author juga masih belajar dan maaf jika banyak typo bertebaran jangan lupa vote like dan komen yah


#Selamat Membaca


***


Assyifa Salshabila gadis berusia 23 tahun yang hidup bersama kedua Orang Tuanya dia memiliki 2 Kakak Laki-laki yang telah menikah dan tinggal bersama istrinya. kini Salsha bekerja sebagai Guru Bahasa Indonesia di SMA Negeri Kenanga Makassar.


"Caca kamu mau kemana? sarapan dulu" ucap wanita paruh baya yang tak lain adalah bundanya


"Caca udah telat Bun, kasih aja makanan Caca ama anak kesayangan bunda" ucap Syifa dengan wajah datar lalu berlari keluar menuju motornya.


Syifa melajukan motornya menuju sekolah yang biasanya di tempuh selama 15 menit tetapi karena Syifa membawa motor dengan kencang sehingga hanya butuh 7 menit Syifa sampai di parkiran sekolah. lalu Syifa memarkirkan motornya dan kembali berlari ke arah kantor Guru.


"Assalamualaikum hos..hos..hos" salam Syifa dengan nafas yang tersengal-sengal


"Walaikumsalam Bu Syifa kenapa? tumben telat" tanya rekan Guru yang bernama Rani


"iya lupa nyetel alarm Bu Rani jadinya telat bangun" jawab Syifa


"lah biasanya juga kamu gak pake alarm buat bangun Syif?" ucap Rara Sahabat Syifa


"semalam tidurnya lama jadi harus setel alarm aku kira udah di setel ternyata belum Ra" ucap Syifa sambil menghela nafas lelah


Kring...kring...kring (suara bel sekolah)


"udah bel tuh masuk yuk Bu" ucap Rani


"duluan aja Bu Rani saya mau minum dulu cape lari-lari" ucap Syifa


"yaudah duluan Bu Syifa Bu Rara" ucap Rani dengan senyuman


"iya Bu" balas Syifa dan Rara dengan senyuman juga


Setelah Rani pergi kini hanya tinggal Syifa dan Rara di dalam Ruang Guru lalu Syifa berjalan menuju dispenser untuk minum, saat Syifa minum Rara tiba-tiba menanyakan apa yang telah terjadi semalam hingga Syifa telat bangun.


"Syif, ada apa? berantem lagi?" tanya Rara hingga membuat syifa berhenti meminum airnya


"huft(menghela nafas) Ra, gue boleh nyerah gak? gue rasanya cape dan tertekan batin terus menerus kalau gue di rumah itu" ucap Syifa dengan pandangan yang kosong


"Syif, gue tau lo cape tapi jangan pernah berfikir untuk nyerah ingat perkataan Nenek lo sebelum Almarhumah meninggal beliau ingin lo dan keluarga lo berdamai dan lo memaafkan semua kesalahan yang pernah mereka lakukan biar gimana pun mereka keluarga kandung lo" ucap Rara menasehati


"kadang gue berfikir apa benar gue anak kandung mereka? seakan-akan gue ngerasa kayak anak tiri dan mereka malah selalu belain anak kesayangan mereka padahal gue disini tertekan batin karena ulah anak kesayangan mereka itu" ucap Syifa masih menatap kosong ke depan


"sabar Syif, semua akan indah pada waktunya dan Allah gak akan menguji diluar batas kemampuan hambanya kan lo yang selalu bilang seperti itu" ucap Rara menguatkan Syifa


"kayaknya hidup gue emang selalu penuh masalah deh karena bukan hanya keluarga gue aja yang buat gue tertekan tapi orang-orang yang gue anggap sebagai Kakak dan bahkan orang yang gue cintai dan penerang di kegelapan gue pun juga buat gue tertekan batin haha gak lama lagi gue bisa jadi gila Ra" ucap Syifa sambil tertawa miris akan kehidupannya


"hey percaya sama gue suatu saat nanti akan ada orang yang bakalan benar-benar bantuin lo keluar dari kegelapan dan cahaya itu adalah seseorang yang benar-benar tulus mencintai dan membantu lo untuk bebas dari kegelapan karena tekanan batin lo itu okey" ucap Rara dengan senyuman menenangkan


"semoga saja" ucap Syifa pelan


"yaudah kita ke kelas yuk udah 5 menit kita disini" ajak Rara sambil mengambil buku pelajaran miliknya.


Mereka menelusuri lorong koridor yang sepi karena saat ini jam pelajaran tak lama kemudian mereka berdua sampai di depan kelas XII IPS 2 kelas yang akan di masuki oleh Rara sahabat Syifa. setelah Rara memberi semangat pada Syifa lalu Syifa berjalan ke kelas sebelah yaitu XII IPS1.


Saat ingin masuk kedalam kelas Syifa melihat ada pembullyan di dalam kelas dan semua murid baik siswa maupun siswi ikut menyoraki si korban sehingga kelas menjadi seperti pasar dan sosok yang di bully oleh teman sekelasnya adalah seorang laki-laki nerd yang memakai kacamata diwajahnya, lalu dengan cepat Syifa menghentikan pembullyan tersebut.


"BERHENTI" teriak Syifa


semua murid yang bersorak tadi terdiam melihat Syifa yang berteriak. Syifa dikenal dan mendapat julukan dari murid SMA Negeri Kenanga Makassar sebagai Teacher Angvil atau singkatan dari Angel and Devil sesuai julukan Syifa bisa menjadi Malaikat dan bisa juga berubah menjadi Iblis.


Jadi saat Syifa menjadi Devil semua murid tidak ada yang bisa membantah seperti sekarang ini.


"apa-apaan kalian? kenapa membully teman kalian?" tanya Syifa dengan tegas


"maaf Bu tapi dia itu gak pantes berada di sekolah favorit kita ini dia hanya anak kampung dan culun Bu apalagi si culun masuk ke sekolah ini hanya menggunakan beasiswa" ucap salah satu murid bernama Dion dengan sedikit takut


"terus kenapa? apakah ada yang salah? itu berarti kalau dia lulus dan mendapatkan beasiswa berarti dia cerdas karna bisa mendapatkan prestasi dan masuk ke sekolah mahal tanpa mengeluarkan biaya harusnya kalian bangga punya teman seperti itu" ucap Syifa lalu menghela nafas lelah


"tapi Bu, si culun gak selevel ama kita dia hanya anak kampung yang kebetulan mendapatkan keberuntungan dan kami tidak menyukai keberadaannya Bu" ucap salah satu murid yang bernama Siska dengan berani


"dengarin Ibu, kalaupun kalian tidak menyukainya harusnya kalian diamin aja dan anggap dia sebagai angin lalu karena dia juga gak bakalan mungkin gangguin kalian" ucap Syifa dengan lembut


"Bu gak bisa gitu dong Bu kami gak mau dia ada di sini kalau perlu pindahkan saja dia di kelas lain" ucap murid di samping Siska yang bernama Sindy


"pokoknya Ibu gak mau dengar ada pembullyan lagi ke depannya dan mau tidak mau kalian harus menerima dia di kelas ini MENGERTI" ucap Syifa tidak terbantahkan


"mengerti Bu" ucap semua murid XII IPS 1


"kamu kembali ke tempat duduk mu" ucap Syifa dengan tegas


"baik Bu terima kasih" ucap siswa tersebut dengan senyuman tipis


'aku merasa seperti anak ABG yang baru memasuki masa pubertas dia sungguh manis aku penasaran dengannya' batin siswa tersebut


"baiklah kita lanjutkan materi kita minggu lalu, tentang Cerita Pendek jadi Cerita pendek merupakan salah satu karya sastra yang memusatkan diri


pada satu tokoh dalam satu situasi. Dalam cerita pendek, kita akan banyak


menemukan berbagai karakter tokoh, baik protagonis maupun antagonis. Keduanya merupakan cerminan nyata dari kehidupan di dunia. Namun,


dari karakter tokoh kita dapat menemukan nilai-nilai kehidupan,


seperti perbuatan baik yang harus kita tiru dan perbuatan buruk yang harus


kita jauhi. nah Ibu beri contoh seperti perilaku kalian kepada teman kalian tadi kalian tau tindakan pembullyan itu termasuk perbuatan buruk dan itu bisa di sebut bahkan kita merupakan tokoh antagonis bla...bla...bla" ucap Syifa menjelaskan


Kring...kring...kring

__ADS_1


"baiklah anak-anak kita lanjutkan pelajaran kita minggu depan dan ingat tugas kalian harus mengumpulkan cerita pendek apa masih ada pertanyaan sebelum Ibu keluar? " ucap Syifa sambil membereskan buku-bukunya


"Bu cerita pendek ini harus dari buku atau cari referensi lain Bu?" tanya salah satu murid yang bernama Citra


"terserah kalian mau mencari darimana baik dari kisah kehidupan nyata, buku, koran, ataupun imajinasi kalian sendiri" jawab Syifa dengan senyuman


"apa masih ada pertanyaan? atau kalian sudah paham semuanya? " tanya Syifa


"gak ada Bu" jawab murid serempak


"baik kalau tidak ada pertanyaan saya akhiri pertemuan ini Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh selamat siang semua" ucap Syifa lalu bergegas keluar setelah muridnya menjawab


Saat Syifa telah berada di depan pintu Syifa kembali lagi ke dalam kelas lalu memanggil si pembully dan korban pembullyan tadi.


kini mereka berada di Ruang BK dan mereka semua di persilahkan untuk duduk.


"maaf Bu kenapa saya juga ikut? padahal saya dan teman-teman saya tidak ikut membully si culun" tanya Siska merasa heran


"siapa bilang? satu kelas memang menyoraki anak ini tapi kamu dan geng kamu membantah perkataan Ibu dan malah ingin mengusir dia dari kelas" ucap Syifa menatap mereka dengan tajam


"Siapa nama kalian maaf Ibu lupa" tanya Syifa


"nama saya Alvano Bu" ucap si korban pembullyan


"Saya Dion Bu dan keempat teman saya ini bernama Adi Wawan Kipli dan Dimas Bu" ucap Dion sambil menunjuk teman-temannya saat dia menyebutkan namanya


"Saya Siska Bu dan mereka berdua Sonia dan Sindy" ucap Siska melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan Dion


"The Sky and geng macan geng yang terkenal sebagai pembully di sekolah ini benar" ucap Syifa menebak


"Ibu jangan macam-macam saya ini anak Kepala Sekolah dan Ibu baru bekerja di sekolah ini selama 1 tahun walaupun Ibu di takuti di sekolah ini tapi saya bisa membuat Ibu di keluarkan dari sekolah ini" ucap Siska mengancam


"wow saya sangat terkejut, brak(gebrakan meja) kamu mau ngancam saya karena kamu anak Kepala Sekolah? silahkan saja kalaupun saya di keluarkan dari sekolah ini saya malah bersyukur karena setidaknya saya tidak akan melihat ketidakadilan lagi" ucap Syifa dengan sinis


'ada apa dengannya? seperti ada luka yang mendalam saat dia menyebut ketidakadilan' batin Alvano


"kalian kenapa diam saja? kita harus melawan dong jangan jadi pengecut seperti ini" bentak Siska


"iya Sis, lo bener kita harusnya melawan" ucap Dion yang mulai menunjukkan keberaniannya


"wah wah wah rupanya kalian mulai berani melawan saya okey kalau begitu biar orang tua kalian melihat kelakuan kalian yang berani melawan gurunya" ucap Syifa dengan senyuman


Lalu Syifa menelpon Orang Tua dari 8 murid tersebut setelah selesai menelpon Syifa memainkan ponselnya sambil menunggu Orang Tua mereka bahkan Syifa tidak menanggapi ocehan mereka dan tetap duduk tenang.


Setengah jam kemudian Orang Tua mereka datang satu persatu dan menanyakan kenapa mereka dipanggil dan kenapa juga ada anak mereka disini dan mereka berdelapan jangan ditanya lagi wajah mereka ketakutan hanya Siska yang masih menantang Syifa padahal Kepala Sekolah juga ada di Ruangan tersebut.


"maaf Bu Syifa ada apa ya?" tanya Orang Tua Dion bingung


"silahkan anda menanyakan kepada Anak anda sendiri" ucao Syifa dengat santainya


"Dion apa yang kamu perbuat?" tanya Orang Tua Dion dengan tegas


"pintar banget kamu berdalih ya Sis, kamu yang bersalah malah ibu yang dilimpahkan oleh semua kesalahan kamu baiklah saya terima dan Bu Soraya jadi keputusan Ibu apa saat mendengar cerita dari mulut anak anda" ucap Syifa dengan begitu santainya


"maafkan saya Bu Syifa maaf karena saya kurang mendidik anak saya hingga tidak sopan pada Ibu" ucap Soraya memohon dan membuat Siska tercengang


"Mama apa yang Mama lakukan? jelas-jelas Bu Syifa yang salah Ma" ucap Siska protes


"Siska Mama sangat mengenal kamu dan Bu Syifa dan Mama tau pasti kamu menggunakan jabatan Mama sebagai Kepala Sekolah untuk mengancam Bu Syifa agar pergi dari sekolah ini kan? Bu Syifa sudah menjelaskan akar permasalahan yang sebenarnya saat Mama menanyakannya di chat jadi kamu tidak bisa mengelak lagi dan kamu dan teman-teman mu ini membully Alvano kan" ucap Soraya dengan tegas pada anaknya


"Ma Siska emang menyoraki dan membantah ucapan Bu Syifa tapi Siska gak ikut ngebully si culun Ma Dion dan teman-temannya yang memukul si culun bukan Siska" ucap Siska membela diri


Semua Orang Tua dari mereka terutama Dion and the geng terkejut dan memarahi anak-anaknya karena melakukan tindakan yang tidak bermoral.


"silahkan kalian bawa pulang anak kalian dan didik baik-baik tapi ingat jangan main fisik takutnya jiwa mereka bakalan terguncang" ucap Syifa dengan lembut


"baik Bu terima kasih kami permisi Assalamualaikum" ucap mereka semua


"walaikumsalam" jawab Syifa dan Alvano


***


Tak terasa sekarang jam pulang sekolah semua berkemas-kemas untuk pulang begitupun Syifa dan Rara yang kini membereskan meja mereka agar terlihat rapi.


"Ra kamu pulang duluan aja ya aku pengen ke taman sekolah" ucap Syifa dengan senyuman


"yaudah kalau ada apa-apa kabarin aku ya" ucap Rara sedikit khawatir dengan sahabatnya


"okey, duluan semuanya Assalamualaikum" ucap Syifa lalu pamitan kepada semua Guru yang ada di Ruangan itu


"iya Bu Syifa Walaikumsalam" ucap semua Guru serempak


***


Taman Belakang Sekolah


Syifa duduk di rerumputan sambil menatap ke arah depan dengan tatapan kosong tanpa Syifa sadari seorang laki-laki berseragam putih abu-abu ikut duduk di sampingnya dan menatap Syifa dengan pandangan yang sulit di artikan.


"Bu Syifa" panggil laki-laki itu yang tak lain adalah Alvano


karena tak ada pergerakan dari Syifa akhirnya Alvano menyentuh pundak Syifa hingga Syifa tersentak.


"maaf Bu bukannya saya tidak sopan tapi dari tadi saya panggilin tapi Ibu sepertinya gak denger" ucap Alvano dengan senyuman tipis


"iya gak apa-apa, ada apa? kamu mencari saya?" tanya Syifa


"iya Bu, saya hanya mau ngucapin terima kasih ke Ibu karena menolong saya dari para pembully itu" ucap Alvano


"itu sudah kewajiban saya sebagai Guru untuk menertibkan siswa siswi saya dan saya hanya tidak suka adanya ketidakadilan di hadapan saya" ucap Syifa tersenyum tulus

__ADS_1


"yaudah saya duluan ya Assalamualaikum" pamit Syifa pada Alvano lalu meninggalkan Alvano tanpa menunggu salam darinya


***


Waktu terus berjalan 5 bulan telah berlalu dan selama itu juga Alvano terus mengejar-ngejar Syifa bahkan kadang-kadang mengungkapkan rasa cintanya ke Syifa. ya Alvano akui dia telah jatuh cinta pada Syifa sejak saat Syifa menolongnya dan Alvano juga sudah mendapatkan nomor Syifa dan selalu mengiriminya kata-kata manis dan Syifa hanya menganggap Alvano sama seperti murid lainnya Syifa tak menanggapi pernyataan cinta Alvano karena persoalan umur jabatan dan masa lalu syifa tetapi ada rahasia yang tidak di ketahui Syifa tentang Alvano.


saat ini Syifa mendapatkan chat dari Alvano yang menginginkan bertemu dengannya awalnya Syifa tidak menanggapi chat dari Alvano tetapi saat ada nada ancaman di dalamnya Syifa terpaksa harus menurutinya.


*Via Chat


Tukang Nguntit


*Ibu Syifa yang manis calon masa depannya Vano ketemuan yuk ada sesuatu yang harus aku sampaikan sama Ibu


*jangan mengabaikan chat ku lagi Bu kalau Ibu gak balas chat aku, aku bakalan datang ke rumah Ibu dan menerobos ke kamar Ibu


"astaga nih anak ngeri aku liatnya dia kan orangnya nekat apa yang di ucapin pasti terjadi ihhhh....jangan sampai dia kayak waktu itu deh merinding aku bayanginnya" ucap Syifa lalu memperbaiki posisinya yang awalnya terlentang menjadi duduk di atas ranjangnya.


Assyifa Salshabila


*shendlock


Tukang Nguntit


*jalan nuri di taman bunga


Assyifa Salshabila


*jangan bercanda kamu disana jalan buntu


Tukang Nguntit


*yaudah saya jemput Ibu saja takutnya nyasar


*10 menit lagi saya sampai


Assyifa Salshabila


*okey saya siap-siap


Kini Syifa telah bersiap-siap untuk menemui Alvano si murid penguntitnya. siapa yang menyangka ternyata di balik penampilan culunnya Alvano adalah seorang stalker yang mengerikan bahkan Alvano juga seorang yang nekad apabila keinginannya tidak dituruti.


Setelah Syifa selesai bersiap-siap yang kini menggunakan dress selutut berwarna pink muda dengan rambut yang di gerai Syifa kini berjalan ke arah pintu keluar tetapi saat di Ruang Tamu Syifa di hadang oleh kedua Kakaknya.


"mau kemana Ca" tanya Kakak tertuanya yang bernama Rasya


"cari angin" ucap Syifa dingin


"Caca kalau orang ngomong itu diliat bukannya begitu dan apa-apaan kamu menjawab dengan nada dingin seperti itu siapa yang medidik kamu hingga menjadi seperti ini" tegur Kakak keduanya yang bernama Raditya


"saya seperti ini ya karena melihat sikap kalian bukannya kalian itu adalah contoh untuk Adiknya? dan bukannya Orang Tua juga yang mendidik anak kan? jadi saya hanya bersikap sesuai apa yang di ajarkan dan yang ku lihat di rumah ini" ucap Syifa dengan tenang


"CACA JAGA UCAPAN KAMU" bentak Rasya yang langsung di tenangkan oleh Istrinya


"Ca, udah yah disini ada ponakan kamu dek nanti dia merekam semua ini dan malah membuat jiwanya terguncang kasian ponakan kamu dia masih kecil" ucap Istri Rasya yang bernama Nabila


"saya gak peduli biarin aja dia tau seberapa tertekannya Tantenya di keluarga ini" ucap Syifa dengan sinis lalu berjalan keluar rumah.


"CACA" teriak Rasya dan Raditya yang tak diindahkan oleh Syifa


***


Saat Syifa di luar rumah Syofa terkejut saat melihat Alvano dengan pandangan yang khawatir padanya bahkan Alvano terus memperhatikan Syifa takut ada yang terluka.


"Syifa ada apa? kamu gak apa-apa kan? mereka gak lukain kamu kan?" tanya Alvano dengan cemas


"gak sopan panggil Gurunya dengan sebutan nama ayo pergi" ucap Syifa berusaha mengalihkan pembicaraan


"Syifa aku khawatir ama kamu aku dengar mereka neriakin kamu aku takut mereka juga mukulun kamu" ucap Alvano dengan tatapan sendu penuh kekhawatiran


"gak usah ikut campur jangan terlibat dengan masalah orang lain nanti kamu juga yang bakalan susah" ucap Syifa sembari menghela nafas lelah


'tatapannya itu membuat aku sedikit goyah tapi aku takut bila suatu saat nanti dia juga bakalan menjadi seperti oarang-orang itu aku gak mau lagi hal itu terjadi, jadi sebelum kejadian itu terjadi aku harus mengokohkan dinding pertahanan ku jangan sampai dia berhasil masuk dalam kehidupan ku dan menjadi cahaya untuk ku' batin Syifa merasa takut


"yaudah ayo kita pergi" ucap Alvano lalu menuntun Syifa ke arah mobilnya


"loh kol mobil? bukannya kamu..." ucap Syifa menggantung ucapannya merasa bingung dengan kendaraan yang ada di depannya


"nanti aku ceritain sekarang kita naik ya" ucap Alvano lembut sembari meyelipkan anak rambut Syifa


Setelah itu Alvano melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. selama perjalanan Alvano terus menggenggam tangan Syifa tetapi Syifa selalu menepisnya hingga membuat Alvano merasa lucu dengan tingkah Syifa yang tidak mau digenggam olehnya.


20 menit kemudian mereka sampai ke taman bunga yang belum ada satu orang pun yang tau kecuali Alvano.


"indah banget darimana kamu mendapatkan tempat ini?" ucap Syifa terpanah hingga Syifa tak menyadari Alvano memeluknya dari belakang


"tempat ini sudah aku beli dan aku menyuruh orang-orangku untuk membuatkan taman bunga yang indah untuk kamu sayang" ucap Alvano tersenyum sambil terus memeluk Syifa dengan nyaman


"buat aku? Vano siapa kamu sebenarnya?" tanya Syifa membalikkan badannya ke arah Alvano dan menatap Alvano dengan tatapan penuh selidik


"tujuan aku kesini emang mau ngasih tau identitas aku yang sebenarnya Syif" ucap Alvano seraya tersenyum manis


"yaudah katakan siapa kamu" ucap Syifa penuh selidik


***


Maaf apabila banyak kesalahan kata atau penyusunan kata author juga baru belajar hehehe


Jangan lupa untuk meninggalkan jejak vote dan comen supaya author semakin bersemangat untuk menuangkan ide-ide yang menarik lagi.

__ADS_1


__ADS_2