
Jangan lupa Vote dan Comen ya hehe
#Selamat Membaca
***
"tujuan aku kesini emang mau ngasih tau identitas aku yang sebenarnya Syif" ucap Alvano seraya tersenyum manis
"yaudah katakan siapa kamu" ucap Syifa penuh selidik
"aku adalah Alvano Putra Yudistira kamu pasti tau nama itu dan sebenarnya umurku itu 25 tahun bukan 17 tahun aku sengaja merubah diri karena aku ingin melarikan diri dari Mami ku yang ingin menjodohkan ku dengan perempuan yang gak aku sukai dan Paman ku menyarankan aku datang ke kota ini katanya mungkin aku bisa bertemu jodohku disini sama seperti Paman yang menemukan wanita sebaik dan setulus Bibi dan 5 bulan yang lalu aku menemukan mu sayang aku ingin menikahimu dan membawa mu ke jakarta dan kita tinggal bersama aku akan mengeluarkan mu dari neraka itu" ucap Alvano menjelaskan jati diri dan tujuan kedatangannya dengan senyuman
"kamu pemilik Alvan Grub perusahaan terbesar di Indonesia itu kan" ucap Syifa dengan shok
"bukan hanya di Indonesia sayang kamu akan mengetahui semua tentang aku saat kita menikah" ucap Alvano dengan senyuman sambil mengelus puncak kepala Syifa
Syifa yang mendengar itu seketika lemas dan jatuh terduduk dia tidak menyangka si penguntit ini adalah seorang Presdir Perusahaan besar tetapi kenapa mau saja di bully sama anak umur 17 tahun pikir Syifa dengan shok.
Alvano yang melihat Syifa lemas hingga jatuh terduduk di rerumputan langsung memeluk Syifa membuat Syifa kembali dari kesadarannya.
"bentar-bentar tadi kamu mengajak ku menikah dengan mu? seorang Presdir Perusahaan besar? apa aku bermimpi?" ucap Syifa kembali shok saat mengingat perkataan Alvano
"mau ya kamu nikah sama aku" ucap Alvano dengan senyuman
"nikah? ama seorang Presdir Perusahaan besar? aku gak pernah menyangka hal ini akan terjadi bahkan nikah pun aku gak pernah mau mikirin bahkan kamu lebih tua dari ku maaf Kak tapi aku gak ingin menikah" ucap Syifa dengan lirih
"kenapa sayang?" ucap Alvano dengan nada yang terluka
"aku gak percaya pada pernikahan yang bahagia lebih baik kamu mencari seseorang yang bisa membahagiakan mu lagian kita juga berbeda keyakinan" ucap Syifa sambil menunduk
"tatap aku, kita emang beda keyakinan kamu punya Tuhan sedangkan aku gak percaya dengan keberadaan Tuhan dan aku tau kamu gak mau nikah karena kamu takut kan aku bakalan sama kayak mereka? sayang dengarin aku, aku gak akan menyakiti kamu dan ninggalin kamu begitu saja liatlah sayang cinta aku tulus ke kamu apa lagi yang kurang" ucap Alvano berusaha menahan emosinya
"Kak aku gak percaya cinta dan kalau Kakak menanyakan apa kekurangan Kakak jawaban aku gak ada karena disini aku yang bermasalah jiwa ku menolak untuk melihat orang-orang yang tulus menyayangiku dan berhenti mencari semua informasi tentangku Kak hanya ingin hidup tenang tolong hargai keputusan ku Kak" ucap Syifa dengan tatapan penuh luka ke arah Alvano
'apa yang kamu alamin sayang sehingga kamu segitu terlukanya? bahkan kamu tidak bisa merasakan ketulusan lagi aku berjanji sayang aku akan membawa mu keluar dari lingkaran penderitaan mu dan aku akan membahagiakan kamu memberikan semua yang gak pernah kamu dapatkan' batin Alvano
"aku gak terima penolakan setelah sampai di rumah kamu aku akan melamar kamu dan bulan depan kita akan menikah" ucap Alvano dengan nada perintah
"aku mau pulang hiks" ucap Syifa terisak
***
Akhirnya mereka pun pulang ke Kediaman keluarga Syifa. sepanjang perjalanan tidak ada yang membuka suara Alvano sibuk dengan pikiran dan harus konsentrasi menyetir sedangkan Syifa hanya menangis diam sambil memandang ke arah luar jendela mobil.
Kini mereka sampai di rumah Syifa dan Alvano ikut masuk ke dalam rumah bersama Syifa. saat di Ruang tamu semua memandang ke arah mereka tetapi Syifa tidak memperdulikan dan malah berjalan ke kamarnya dengan tatapan kosong.
***
Kini Alvano berada di Ruang tamu bersama keluarga Syifa. Alvano menatap mereka dengan datar dan membicarakan mengenai tujuannya Alvano juga tak ingin berlama-lama berhadapan dengan mereka.
"kedatangan saya kesini ingin meminta izin pada Orang Tua dan Saudara Syifa untuk menjadikannya sebagai istriku" ucap Alvano to the point
"apa pekerjaan kamu? saya tidak ingin anak saya menderita hidup dengan mu kalau kamu belum punya kerja" ucap Ayah Syifa dengan tegas
"saya mungkin memiliki penghasilan yang tidak terlalu banyak dari pekerjaan saya tapi setidaknya cukup untuk menghidupi Anak dan Istri saya kelak" ucap Alvano dengan tegas
'mungkin ini saatnya Caca bahagia selama ini Syifa selalu tertekan berada di keluarga ini setidaknya ini bisa mengurangi rasa bersalah ku sebagai Ayah yang tak bisa menjaga Putri satu-satunya' batin Ayah Syifa
__ADS_1
"baiklah saya mengizinkan mu menikahinya kapan kalian akan menikah?" ucap Ayah Syifa sembari menghela nafas lelah
"bulan depan" ucap Alvano dengan mantap
"tidak saya sebagai Kakaknya tidak setuju kamu menikahinya Adik ku akan menikah dengan laki-laki pilihan ku" bantah Raditya dengan lantang
"Radit jangan menghalangi kebahagiaan Adik mu belum cukup kamu menorehkan luka pada Adik mu itu" ucap Ayah Syifa dengan lantang
"Yah Radit benar Bunda gak ingin Caca menikah dengan sembarangan orang biar Radit yang akan memilih Calon Suami untuk Caca" ucap Bunda Syifa membela Anaknya
"udahlah Bun, Dit, kita harus melepas Caca sampai kapan kalian ingin membuat Caca tertekan? Rasya merasa bersalah dan gak becus karena Rasya juga ikut andil dalam menorehkan luka pada hati Caca" ucap Rasya mencoba membuat Ibu dan Adiknya mengerti
"enggak Kak aku gak setuju Caca bakalan aku nikahkan dengan Dandi teman aku" ucap Radit dengan lantang
"apa-apaan kamu Dit, kamu ingin merusak masa depan Adik mu sendiri dengan menikahkannya dengan laki-laki kasar dan bermasalah seperti Dandi"ucap Rasya marah
"berhenti kalian semua pokoknya Ayah udah memutuskan Caca akan menikah dengan nak Vano gak ada bantahan" ucap Ayah Syifa dengan lantang dan berlalu pergi ke kamarnya.
'dia sungguh ingin membuat Adiknya hancur dengan menikahkan Adiknya dengan laki-laki yang di sebutkan Rasya tadi, sayang sabar ya tinggal 1 bulan setelah itu aku akan membawa mu ke jakarta dan kita akan tinggal di sana dan aku akan membuat mu bahagia' batin Alvano marah melihat perlakuan keluarga dari wanita yang dicintainya.
Mereka tak menyadari kehadiran Syifa yang berada di tangga Syifa menangis dan menyalahkan keadaan Syifa ingin memilih tapi pasti mereka tidak ingin mendengarkan Syifa apalagi Alvano yang tidak bisa di bantah.
"apakah aku harus menerima Kak Vano sebagai Suami ku? tapi aku juga gak mau nikah ama Dandi laki-laki yang waktu kecil pernah menyiksa ku bersama Kak Radit hiks...hiks..." isak Syifa merasa frustasi
"tapi aku belum siap untuk menikah aku takut suatu saat Kak Vano juga bakalan kayak mereka hiks aku akui perasaan ku ke Kak Vano udah mulai tumbuh tapi aku gak mau membuat perasaan ini semakin tumbuh dan membesar aku takut hiks" isak Syifa merasa takut
*kembali ke ruang tamu
Setelah melihat Alvano telah pulang Radit memanggil Syifa yang masih berada di tangga dan menariknya menuju ruang tamu. Syifa duduk di sofa ruang tamu bertepatan dengan masuknya Nabila dan Nisa yang merasa heran melihat Syifa menangis.
"ada apa ini" tanya Nabila bingung dan menghampiri Syifa yang sedang menangis dan disusul oleh Nisa
"Ca, ada apa dek cerita ama Kakak" tanya Nabila dengan lembut
Syifa tak merespon hanya menangis ketakutan jiwanya saat ini terguncang sehingga Syifa tidak bisa melawan dan bersikap tenang seperti biasanya.
"dia mau nikah ama laki-laki yang gak jelas asal usulnya dia hanya pemuda miskin penghasilannya pun tak seberapa dibanding Dandi yang seorang Manager" ucap Radit dengan nada sinis
"siapa bilang Kak Vano gak jelas asal usulnya? Kakak tau apa tentang Kak Vano? setidaknya Kak Vano gak bakalan nyakitin Caca dan menjual Caca ke temennya sendiri" ucap Syifa marah
cukup sudah kesabaran Syifa sudah habis Syifa tidak bisa menerima hinaan yang di layangkan kepada Alvano, Syifa juga merasa heran dengan dirinya kenapa hatinya sakit dan ingin memberontak saat Kakaknya menghina Alvano di depannya.
plak (suara tamparan)
"berani kamu Ca ama Kakak!! pokoknya kamu harus menikah ama Dandi Kakak gak terima bantahan" bentak Radit keras ke arah Syifa
"ini hidup saya dan siapapun gak boleh ikut campur dalam hidup saya termasuk kamu" ucap Syifa dengan lantang dan dingin lalu melangkah pergi menuju kamarnya.
***
Keesokan harinya
Syifa berangkat ke sekolah seperti biasa pukul 06:00 pagi Syifa mengendarai motor metic miliknya dengan kecepatan sedang. 15 menit kemudian Syifa sampai di depan gerbang SMA Negeri Kenanga Makassar tetapi karena Syifa kali ini tidak bisa mengalihkan fikirannya hingga Syifa hampir menabrak motor metic yang ada di depannya.
"Astagfirullah aihsss...kenapa konsentrasi ku buyar gini kan jadinya" ucap Syifa lalu memarkirkan motornya dan berjalan ke arah yang punya motor
"maaf saya gak seng...Kak Vano" ucap Syifa yang terkejut melihat Alvano yang berpenampilan culun
__ADS_1
"pulang sekolah aku tunggu di taman belakang sekolah" ucap Alvano dengan senyum tipis dan belalu melewati gerbang takut ketahuan mungkin.
"Ca kamu harus nurut dia Calon Suami kamu jangan membantah ucapannya dan belajar menerima pernikahan ini dan Suami kamu" ucap Syifa menasehati dirinya sendiri
Setelah itu Syifa kembali menjalankan motornya menuju parkiran dan berlalu menuju ke ruang Guru. setelah Syifa duduk di meja kerjanya Syifa mendapatkan sebuah kotak makan dan terdapat juga surat di bawah kotak makan tersebut.
*Untuk Calon Istriku Tercinta❤
Sayang aku tau kamu belum sarapan makanya aku masakan nasi goreng spesial buat kamu semoga kamu suka
❤dari Calon Suamimu
Syifa tersenyum melihat nasi goreng yang di buatkan oleh Alvano Syifa pun memakannya dan benar-benar sangat enak.
"sumpah ini mah gak ada tandingannya ama nasi goreng yang di cafe ama langganan gue" ucap Syifa berbinar lalu melahap habis makanannya
"tumben lo bawa bekel Syif, tapi ini baunya enak banget loh kenapa gak disisain buat gue" ucap Rara cemberut
"enak aja ini masakan Pangeran gue jadi hanya gue yang boleh makan" ucap Syifa dengan sombong
"Pangeran? hahahaha ngehalu lo Syif bangun bebs sejak kapan lo punya Cowok elo kan galak" ucap Rara menertawakan Syifa
"ihk...liat aja nanti lo bakalan ngiri ama gue pas liat Pangeran gue tampan kayak Iqbaal Dhiafakhri" ucap Syifa dengan kesal
"hahahaha lucu lo eh tapi ngomong-ngomong itu si bocah culun masih ngejar lo ya?" tanya Rara penasaran
"masih bahkan Vano ngelamar gue dan bulan depan kami nikah dan yang gue maksud Pangeran itu ya Vano dia yang buatin gue sarapan" ucap Syifa dengan santainya
"what!!! lo sakit jiwa ya? Vano itu murid lo kalian juga beda umur Syif, Vano masih di bawah umur lo jangan gila deh" ucap Rara terkejut
"siapa yang gila? dia udah ngelamar gue ke Ortu gue kok dan Ortu gue setuju dan satu lagi ini rahasia" ucap Syifa lalu melihat kanan kiri
"Kak Vano umurnya 25 tahun bukan 17 tahun dan dia memakai identitas sebagai Anak SMA hanya untuk menghindar dari Ibunya karena Kak Vano gak mau dijodohin ama wanita pilihan Ibunya" bisik Syifa ke Rara dan membuat Rara seketika shok dan hampir terjatuh untung Rara segera menopang tangannya di meja kerja Syifa
"ini gak bisa di percaya" ucap Rara masih shok
" udah ah mending ke kelas udah mau bel tuh, sana lo kan ngajar di kelasnya Kak Vano gue duluan ya jadwal gue di kelas X IPA 2 Assalamualaikum" ucap Syifa lalu pamit ke Rara dan berjalan menuju kelas X IPA 2 yang berada di lantai 3
***
Kring...kring...kring
Kini jam pulang sekolah pun tiba dan Syifa bergegas ke ruang guru. saat di ruang guru Syifa bertemu Rara yang sedang cemberut entah karena apa dia seperti itu.
"lo kenapa Ra?" tanya Syifa penasaran
"gila Ra laki lo ajaib banget" ucap Rara dengan kesal
"kenapa dengan Kak vano?" tanya Syifa lagi
"tadi kan Siska buat ulah lagi terus laki lo nolongin gue kan pikiran gue udah muji-muji tuh kalau laki lo itu baik saat dia bantuin gue berdiri lo mau tau gak dia ngomong apaan?" ucap Rara menggantung ucapannya agar Syifa makin penasaran
"emang apa?" tanya Syifa makin penasaran
" dia bilang gini sambil bisikin gue 'gue tau Syifa udah cerita soal identitas gue jaga rahasia ini kalau lo sampai bongkar identitas gue ke siapapun termasuk keluarga Syifa maka lo bakal tau akibatnya dan gue saranin lo harusnya bisa lebih tegas ke murid supaya lo gak di tindas ama mereka dan satu lagi gak akan ada cowok yang tergoda ama tubuh tepos lo itu.' sumpah nyeselin banget laki lo Syif pengen gue lempar tuh orang" ucap Rara kesal
***
__ADS_1
Maaf apabila banyak kesalahan kata atau penyusunan kata author juga baru belajar hehehe
Jangan lupa untuk meninggalkan jejak vote dan comen supaya author semakin bersemangat untuk menuangkan ide-ide yang menarik lagi.