
Jangan lupa Vote dan Comen ya hehe
#Selamat Membaca
***
Syifa pun akhirnya memilih menemani Vano menonton berita sambil memainkan ponsel Vano sedangkan Vano fokus menatam tajam siaran berita yang ada di Tv sambil tangannya terus mengelus surai rambut Syifa yang sedang bersandar di dadanya.
Lalu tak lama terdengar bunyi suara perut Syifa yang keroncongan minta diisi saking kerasnya suara perutnya Vano yang sedang serius menonton Tv malah memalingkan wajahnya dan melihat Syifa yang sedang menutup wajahnya dengan tangannya karena malu.
"astaga aku sampai lupa kamu kan tadi laper" ucap Vano terkejut
"hehehe jadi malu deh ketahuan gara-gara bunyi perut aku" ucap Syifa tertawa malu
"yaudah yuk sayang kita ke ruang makan" ucap Vano tersenyum gemas melihat tingkah malu-malu Syifa
"ayuk Kak" ucap Syifa lalu menarik tangan Vano ke ruang makan
***
*Ruang Makan
"buset makanan holkay mah gini yah? banyak banget mana makanan mahal semua lagi hadeh fiks nih perut aku bakalan ngambek kalau kayak gini" batin Syifa menatap sendu makanan di depannya sambil mengusap perutnya.
"kamu mau makan pakai lauk apa sayang?" ucap Vano sambil mengambilkan nasi ke piring Syifa
"Caca pengen masakan Kakak" ucap Syifa agak pelan takut pelayan Vano tersinggung
"lain kali aku masakin lagi yah sekarang kamu makan aja yang ada" ucap Vano mencoba membujuk Syifa
"tapi Caca gak tau makan makanan mewah kayak gini" ucap Syifa cemberut
"padahal ini masakan indonesia loh sayang tuh ada ikan bakar ayam sama kerang, kamu mau yang mana? " tanya Vano
"perutnya Caca kampungan tau Kak gak bisa masuk makanan enak kayak gini nanti malah sakit terus repotin Kakak" ucap Syifa mencoba menjelaskan permasalahannya dengan malu-malu
"yaudah gini aja kamu makan ikan bakar ini aja kalau memang kamu gak bisa makan yang lain" ucap Vano mengerti bahwa Syifa tak pernah memakan makanan mahal
"tapi itu ikan apa kak?" tanya Syifa hati-hati
"diliat dari penampilamnya sih Lele ama Gurame" ucap Vano sambil memeriksa ikan yang ada di atas meja
"mampus deh aku kan gak bisa makan si Kumis sama Gurame tapi aku juga gak ingin Kak Vano marah karena aku gak makan dan kasian juga mereka semua udah capek-capek masak eh akunya gak ngehargain" batin Syifa merasa serba salah
"emm...yaudah deh Caca makan ikannya" ucap Syifa ragu
Syifa pun terpaksa memakan ikan yang sangat tak disukainya itu untuk menghargai pelayan yang telah memasak makanan yang ada di atas meja
***
*Kamar Syifa
*Syifa Pov*
Aku sedari tadi terus menerus bolak balik dari kamar mandi. perutku selalu mulas setiap makanan yang tidak biasa ku makan masuk ke dalam perutku, hingga suara Kak Vano membuat ku terkejut karena aku takut Kak Vano mengetahui penyebab aku seperti ini.
"sayang kamu kenapa?" tanya Kak Vano terlihat khawatir
"eng..g..gak apa-apa Kak" ucap ku tergagap
Lalu perutku tiba-tiba kembali mulas, aisss kenapa harus sekarang sih? mana Kak Vano masih disini lagi, huaaaa perutku sakit banget - batinku merasa bingung dan cemas
"sayang kenapa? hey..kok pucat gini" tanya Kak Vano khawatir dengan keadaanku
"Caca baik-baik aja Kak, ohiya Kakak bisa keluar dulu gak?" tanya Syifa sambil menahan perutnya yang sakit
"enggak sayang Kakak harus tau kamu kenapa pucat begini?" tanya Kak Vano khawatir
"gak apa-apa Kakak keluar dulu yah plisss" ucap ku memohon karena aku benar-benar sudah tak bisa menahannya
Kak Vano pun nurut walaupun dari wajahnya keliatan kayak berat banget ninggalin aku yaudahlah yang penting aku ke kamar mandi dulu.
__ADS_1
"akhirnya udah gak mules lagi tapi perutku masih sakit banget hadeh mana gak ada minyak kayu putih lagi" ucap ku meringis
Lalu aku merasa pandanganku mulai kabur dan ini adalah efek dari lambungku yang tidak bisa menolak makanan enak, asing ataupun yang tidak ku sukai kesadaran ku mulai hilang bersamaan suara pintu yang terbuka.
*All Pov*
Vano yang sejak tadi menunggu di luar merasa semakin cemas dan dilanda ketakutan tanpa pikir panjang Vano masuk ke kamar Syifa dan melihatnya pingsan di lantai kamar.
Vano panik dan segera membawa Kekasihnya ke Rumah Sakit terdekat.
***
*Rumah Sakit*
"Dok tolong Kekasihku" teriak vano di lobi Rumah Sakit
Suster dan Dokter segera mengambil brankar Rumah Sakit lalu menyuruh Vano meletakkan Syifa ke tempat brankar dan mereka pun mendorongnya ke UGD.
Vano yang melihat Dokternya seorang Laki-laki merasa cemburu.
"Sus, apa tidak ada Dokter Perempuan disini" ucap Vano dingin
"maaf Pak, tapi semua Dokter Perempuan sedang sibuk hanya ada Dokter Akbar yang kebetulan sedang kosong" ucap Suster tersebut
"yaudah lakukan apapun untuk Calon Istriku kali ini saya mengizinkannya" ucap Vano dingin
Dokter Akbar dan para Suster pun masuk ke dalam UGD untuk memeriksa Syifa.
Vano uring-uringan menunggu pemeriksaan Syifa yang belum selesai dari 30 menit yang lalu, bahkan Reno datang pun tidak di gubris oleh Vano.
"Van, tenanglah Syifa baik-baik aja dari tadi gue datang gak lu tanggapin saking cemasnya ama Syifa" ucap Reno jengah dengan tingkah Vano
"gue takut Ren, dari tadi Dokter belum keluar dan ini udah 30 menit loh" ucap Vano gelisah
Tak lama Dokter akbar keluar dari UGD dan menemui Vano dan Reno.
"gimana Dok?" tanya Reno mewakili Vano yang sedari tadi terus gelisah
***
maaf guys aku ngarang aja aslinya aku gak terlalu tau soal ilmu kesehatan maaf yah kalau salah
***
"Astagfirullah ini salah ku Caca tadi udah bilang ingin makan masakan ku ternyata alasannya ini! karena tidak bisa makan makanan yang tersedia di atas meja tadi" ucap Vano shok
"yaudah saya pamit dulu masih ada pasien yang harus saya periksa" ucap Dokter Akbar dan mulai berlalu setelah Reno mengatakan 'iya'.
Suster pun membawa brankar Syifa menuju ruang perawatan yang telah di pesan Vano melalui Reno.
*Kamar VVIP*
Vano merasa sakit melihat Syifa yang menutup mata karena kecerobohannya.
Vano berjanji akan mencarikan Dokter Psikiater terbaik di Jakarta nanti supaya Syifa bisa melupakan semua tekanan batinnya itu.
"Yang hiks bangun, kamu harus cepat sembuh dan kita nikah setelah itu kita akan ke Jakarta ke Rumah Mami" ucap Vano terisak
"*baru kali ini aku melihat Vano nangis setelah pengusiran Ayahnya yang dilakukan oleh Tante Anita"
*Syifa Pov*
aku mendengar ada suara seseorang yang sedang menangis dan aku sangat tau ini suara siapa tapi mataku kenapa tidak bisa dibuka.
aku terus memaksa membuka mataku hingga mata ku bisa terbuka secara perlahan dan melihat Kak Vano menangis di tanganku dan Kak Reno yang sedang menatap kami iba.
"Syifa" ucap Kak Reno melihatku membuka mata sehingga Kak Vano mendongak melihatku
"sayang kamu udah bangun? kamu mau apa sayang? mau minum? makan buah?" ucap Vano antusias
"Kakak Berisik Caca pengen tidur tapi karena Kakak nangis yah Caca terpaksa bangun" ucap ku dengan nada lemah
__ADS_1
"enggak, kamu gak boleh tibur lagi kamu temenin Kakak saja disini Kakak takut kamu ninggalin Kakak" ucao Vano takut
"Kakak lebay Caca kan cuman pingsan" ucap ku tak habis pikir dengan pemikiran Kak Vano
"tau tuh Syif, Laki lo kayaknya otaknya geser" ucap Kak Reno mulai usil
"diem lu" ucap Kak Vano menatap tajam Kak Reno
Ingin rasanya aku tertawa melihat sikap mereka tetapi aku masih lemas sehingga hanya bisa tersenyum menanggapinya.
"Sayang kenapa kamu gak bilang ke aku kalau kamu gak bisa makan makanan yang di siapin para Pelayan?" tanya Kak Vano sambil mengelus surai rambutku
Aku tak menjawab pertanyaannya dan memilih menutup mata sambil menikmati elusan tangannya di kepalaku.
"Sayang" panggil Kak Vano sambil terus mengelus puncak kepalaku
"Kakak gak ngasih tau Keluargaku kan kalau aku di Rumah Sakit?" tanyaku sambil terus menutup mata menikmati kenyamanan yang di berikan Kak Vano
"aku nanya apa malah kamu jawabnya apa" ucap Kak Vano yang bisa ku tangkap dari nadanya bahwa dia tidak suka pertanyaannya diabaikan.
"lagian mana sempat aku nelpon mereka yang ada dipikiran aku itu cuman kamu Sayang aku panik takut dan gelisah saat liat kamu pingsan di lantai kamar, sekarang jawab pertanyaan Kakak" ucap Kak Vano dengan nada tegas di akhir ucapannya
saat aku ingin menjawab perut ku tiba-tiba kembali sakit aku meringis menahan sakit di perut ku ini
"Sayang ada apa? perut kamu sakit lagi? aku panggilkan Dokter yah" ucap Kak Vano khawatir lalu berniat menuju arah pintu
Aku jadi merasa bersalah melihat kekhawatiran Kak Vano bahkan Kak Vano lupa kalau disini ada bel panggilannya.
"Kak gak usah keluar Kakak disini saja sssttt(anggaplah suara ringisan)" ucap ku
"aku harus panggil dokter sayang" ucap Kak Vano
"gak usah kak pencet tombolnya aja lagian sakitnya udah mulai reda kok" ucap ku menahan tangan Kak Vano yang ingin pergi
"Astagfirullah aku lupa" ucap Kak Vano seperti orang linglung dan Kak Reno hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Sahabat sekaligus Atasannya.
Aku ingin ketawa karena tingkah Kak Vano tapi aku sadar perutku gak bisa di ajak kompromi.
*All Pov"
Dokter pun datang setelah Vano memencet bel.
"gimana Dok?" tanya Vano harap harap cemas
"Nona Syifa baik-baik saja hanya saja sisa makanan itu masih ada jadi saya harap Nona Syifa bisa menahannya sedikit dan saya juga sudah meresepkan obat agar sakitnya bisa sedikit mereda dan perbanyak makan buah Pepaya atau petei agar lambungnya kembali bersih" ucap Dokter Akbar menerangkan
****
Tak terasa 5 hari Syifa di rawat di Rumah Sakit dan sekarang telah berada di Rumah Vano.
Syifa merengek ingin cepat-cepat nikah agar bisa pindah ke Jakarta. Vano merasa heran dengan sikap Syifa tetapi Syifa harus melakukan itu selama di Rumah Sakit Orang Tuanya selalu datang menjenguk dan Bundanya selalu memaksa serta mengancamnya.
Karena Syifa takut dengan kejadian yang di pikirkannya di masa depan maka Syifa merengek ke Vano untuk segera menikah dan pindah ke Jakarta.
"Kak Vano ayo kita ke KUA terus langsung ke Jakarta Caca gak mau lagi disini" rengek Syifa
"Sayang sabar yah kamu kan baru sembuh Kakak juga masih nunggu pekerjaan ini selesai" ucap Vano dengan penuh sayang
"gitu aja terus sampai Lebaran Monyet nyebelin" ucap Syifa cemberut
"lagian kamu aneh tiba-tiba minta Pernikahan kita di percepat padahal waktu itu kamu yang kukuh banget buat ngundurin Akadnya kenapa sekarang malah maksa" ucap Vano merasa heran atas sikap Kekasihnya
"Sebenarnya..."
****
Hayo pasti penasaran yah hahaha tunggu kelanjutan selanjutnya yah salam semangat dari Aku!!!
Mohon dukungannya🙏
maaf klau bnyak typo atau kesalahan dlm penulisan 🙏😊
__ADS_1
Assyifa R. Shesyilia Anastasya