
Mobil Pak Sukkie 'tlah terparkir mulus dihalaman kampus Aigreen, ia lihat jam ditangannya tlah menunjukkan pukul 2 Siang.
Tak lama Aigreen terlihat keluar dari gedung bersama Dika.
Pak Sukkie menatap tajam pada Aigreen yang terlihat begitu akrab dengan Dika.
"Eh ada Pak Sukkie" sapa Aigreen canggung melihat tatapan tak suka Pak Sukkie terhadap Dika.
"Siapa Aii.?" Tanya Dika
"Eee ini..."
"Saya calon suami Aigreen" sambar Pak Sukkie sebelum Aigreen menyelesaikan ucapannya.
'Hah..? calon suami?' Ucap Aigreen dalam hati.
Dika menaikkan satu alisnya seolah meminta jawaban atas apa yang dikatakan Pak Sukkie benar atau tidak pada Aigreen.
Sedang Aigreen hanya tersenyum.
"Masuk mobil Aii" Titah Pak Sukkie
"Oh iya Pak, Kak Dika, aku duluan ya" Ucap Aigreen memasuki mobil.
"Ok.. hati-hati ya" Jawab Dika tersenyum masam.
Hati Dika begitu sakit mendapati kenyataan bahwa Aigreen telah memiliki calon suami. Ia kecewa, Cinta yang baru saja bersemi dalam hatinya, kini terpaksa harus ia kubur dalam-dalam.
"Mana ada calon suami dipanggil Pak?" gumam Dika menyeringai melihat mobil Pak Sukkie berjalan meninggalkan area kampus.
~
Disisi lain Pak Sukkie hanya terdiam mengendarai mobilnya.
'Tumbenan diem bae nih laki gue' Gumam Aigreen
Aigreen yang merasa diabaikanpun akhirnya membuka suara.
"Tadi dari sekolahan ya Pak"
"Hemm" Pak Sukkie hanya berdehem mendengar Aigreen bicara.
"Lama dong tadi nungguinnya"
__ADS_1
"hemm" Lagi-lagi Pak Sukkie hanya berdehem.
"Ham hem mulu ih dari tadi" rajuk Aigreen sedikit meninggi.
Pak Sukkie yang masih diam seribu bahasa membuat Aigreen geram.
'Haa... gue keluarin nih jurus gue' Aigreen tersenyum nakal dibalik otak jahilnya.
Aigreen membalikkan badan mendekatkan dirinya pada Pak Sukkie, kemudian 'Cup' Aigreen mencium sekilas bibir Pak Sukkie.
'Lah masih diem bae ini Oppa gue'
Kesal karna tak ada respon dari sang Empunya, justru Aigreen mengulanginya lagi lebih lama, hingga membuat Pak Sukkie tak dapat menahan diri dan menghentikan mobilnya.
Kini Pak Sukkie membalas ciuman Aigreen, lama mereka saling mengesap,dan saling menyentuh, hingga masing-masing dari mereka kehabisan nafas.
"Jangan terlalu dekat dengan pria lain" Ucap Pak Sukkie lembut yang masih memegang dagu Aigreen.
"Cieee cemburu cieeee" Goda Aigreen.
'Pletakkk'
"Ya ampun demen banget sih Pak nyentil ini jidat" Rengek Aigreen sambil mengusap-usap jidatnya.
"Tenang Pak, saya tuh gak ada perasaan apa-apa sama Kak Dika"
"Iya kamunya gak ada, tapi cara pria itu menatap kamu gak biasa" Jelas Pak Sukkie.
"Ih sok tau Bapak nih"
"Ngeyel mulu kamu nih kalo dibilangin, gelud kuy..!" Ucap Pak Sukkie membalikkan badan kearah Aigreen.
"Kuy lah"
"Dimana hayu"
"Kalo diranjang gimana?" goda Aigreen sambil mengedip-kedipkan matanya.
Pak Sukkie terkejut lalu mendorong wajah Aigreen yang membuat ekspresi sok imutnya itu.
"Kebiasaan, gak lucu Aii " ucap Pak Sukkie dengan wajah datar. Sedangkan Aigreen hanya tertawa terpingkal-pingkal melihat Pak sukkie.
"Kita makan dulu ya Aii" Ajak Pak Sukkie.
__ADS_1
"Oke, " sahut Aigreen singkat.
"Mau makan apa?
"Gimana kalo baso depan komplek Pak..?" Tawar Aigreen yang diangguki Pak Sukkie.
"Boleh, saya juga lama gak makan disana"
Lalu Pak Sukkie mempercepat kendaraannya menuju komplek.
~
"Baso 2 ya Mang" Aigreen memesan baso pada Mang Diman.
"Eh mbak Aigreen, wah sama Mas guru ganteng juga toh, duduk dulu mbak, Mas" Sambut mang Diman sang penjual baso.
"Iya Mang, kebetulan nganter Aigreen ini" sahut Pak Sukkie.
"Lama gak kelihatan Mas, pindah dimana mas?" Tanya Mang Diman seraya meracik baso.
"Saya pindah ke Apartemen yang deket dari sekolahan Mang." Jelas Pak Sukkie.
"Oh Ibuk juga Mas?" Tanya Mang Diman lagi.
"Gak Mang, Mama di Jepang"
"Ihh Mang Diman kepo banget" sambar Aigreen.
"Kepo itu bikin pinter tau Mbak hehe" jawab Mang Diman mengantarkan pesanan mereka.
"Dihh, bisaan" Aigreen terkekeh.
Hening, tak ada percakapan diantara mereka, yang ada hanya suara sendok dan garpu yang saling beradu. Sesekali mata Pak Sukkie melihat Aigreen, begitu pula dengan Aigreen.
Pak Sukkie yang terlebih dulu selesai makan memainkan ponselnya, Sedang Aigreen masih sibuk dengan basonya.
Pak Sukkie masih berselancar dimedsos Instagramnya, lalu mengambil foto Aigreen yang sedang minum kemudian ia unggah dan ia beri caption 'Beloved'.
"Makasih ya Aii, sudah mau menjadi bagian hidup saya" ucap Pak Sukkie memegang tangan Aigreen.
Jangan lupa vote, like, serta tinggalkan komennya ya para reader, biar Author makin semangat lagi upnya Ok!!! ππ
Thankyou πππ
__ADS_1