Pengagummu

Pengagummu
Episode 8.


__ADS_3

Malam ini kali pertama kami berkencan, itupun berdasarkan ajakan Aigreen.


Kukenakan kaos putih dengan hoddie yang kupadu padankan dengan celana jeans,serta tak lupa topi hitam favoritku.


Pukul 7.30 kulajukan mobilku menuju rumah Aigreen. Dan rupanya kedatangankupun disambut baik oleh orangtua Aigreen.


"Oh jadi nak Sukkie ini anaknya Bu Tari yang dulu tinggal dideket jalan masuk itu ya" Ucap Bu Nana mama Aigreen setelah aku memperkenalkan diri ,dan kutanggapi anggukan disertai senyuman.


"Saya minta izin mau mengajak Aigreen keluar sebentar boleh Tante?"


"Tentu boleh dong, bawa aja kasian dia selama jadi jomblo gak ada yang ngajak kencan hahaa" Bu Nana tertawa terbahak-bahak.


"Ih Mama, gitu banget ama anak sendiri" rengek Aigreen manja.


"Udah sana buruan pada jalan, keburu kemaleman nanti"


"Kalau gitu kami pamit dulu Tante"


~


Mobilku berjalan membelah ramainya Ibu Kota. Sepanjang jalan mataku tak henti-hentinya memandang kagum pada Aigreen.


Gadis kecilku ini sekarang telah menjelma menjadi gadis dewasa, ia begitu cantik dengan balutan dress hitam selutut dengan rambut yang terurai.


"Gak pegel Pak liatin saya terus dari tadi" suara Aigreen membuyarkan lamunanku tentangnya.


"Pede sekali kamu" aku mengelak.


"Ih udah ketauan juga masih gak mau ngaku" goda Aigreen dengan tawa khasnya.


"Jangan nakal yaa" Pintaku memegang kepala Aigreen.


"Apasih Pak" Aigreen tersipu.

__ADS_1


~


Satu jam sudah kami menikmati riuhnya Ibu Kota.


"Makan yuk" Ajakku


"Gak laper Pak" Sahutnya.


"Kalau gitu pulang aja yuk" Ajakku kembali.


"Baru juga jam berapa, udah ngajak pulang aja Pak, " ucap Aigreen cemberut.


"Ya sudah ke apartemen saya aja ya, mendung mau ujan kayaknya"


"Gass kuy" Seru Aigreen bersemangat. Aku hanya tersenyum menggelengkan kepala melihat kelakuannya.


~


Aigreen duduk disebelahku menyandarkan badannya disofa. Aku menelan saliva dalam-dalam melihat Aigreen mengikat rambutnya yang memperlihatkan leher jenjangnya.


Tiba-tiba Aigreen menoleh tepat didepan wajahku dan mencium bibirku. Sontak aku membulatkan mata mendapati apa yang ia lakukan.


"Berhenti menggoda saya, saya ini pria normal Aii." Ucapku mendorong Aigreen kembali ketempat duduknya. Sedangkan Aigreen hanya tertawa cekikikan.


"Kenapa gak nempatin rumah yang lama aja sih Pak, kan disini jauh" Ucap Aigreen berkeliling melihat-liat isi apartemenku.


"Kalau dari sana jauh kesekolahan Aii"


"Kan yang penting deket rumah saya pak" bantah Aigreen yang tersenyum memperlihatkan gigi putihnya


"Kalau serumah malah lebih deket lagi Aii" Ucapku berjalan mendekati Aigreen yang tengah berdiri memandangi foto-foto keluargaku.


"Dih bisa bangett" Aigreen tertawa renyah.

__ADS_1


"Kenapa tertawa,emangnya kamu gak mau?" Tanyaku memeluk Aigreen dari belakang, membuat Aigreen terkejut dengan apa yang kulakukan.


"Apasih Pak" ucap Aigreen yang masih tersenyum malu.


Aigreen masih membiarkan daguku bersemayam ditengkuknya, kulihat beberapa kali ia memejamkan matanya.


"Terimakasih ya Aii" gumamku yang masih terdengar oleh Aigreen.


"Terimakasih terus ih dari kemarin" protes Aigreen membalikkan badan kearahku.


"Ya emang harusnya gimana Aii..?"


"Nikahin saya Pak" Ucapnya yang mengalungkan tangannya keleherku.


Aku melonggarkan pelukanku lalu menatapnya dan tersenyum, kecupan singkat mendarat dibibirku.


Reflek aku menarik tubuh Aigreen mendekat tubuhku, lalu kubalas kecupan singkatnya dengan ciuman yang penuh gairah.


Aigreen mulai mengeratkan tangannya pada leherku, dan aku dapat mencium aroma wangi pada tubuhnya dengan begitu jelas..


Tak kusangka Aigreen memperdalam ciumannya mencoba mengimbangi permainanku, namun tiba-tiba ia menghentikan aktifitasnya dengan nafas terengah-engah.


" Hey bernafaslah" Godaku yang membuat Aigreen membenamkan wajahnya didadaku.


"I Love You Aii"


"I love you too Pak"


~


~


Mohon kritik dan sarannya ya..

__ADS_1


Dan jangan lupa vote, like dan komennya biar Author makin semangat up'nya.


Thankyou 😘😘


__ADS_2