
Entah mendapatkan keberanian dari mana tiba-tiba aku mencium Aigreen.
Yang jelas aku begitu terluka melihatnya meneteskan air mata diruanganku hari ini.
Aigreen terlihat terkejut ketika aku mencium tipis bibirnya, wajahnya begitu manis saat memejamkan mata. Kurasa ini baru pertama kali untuknya.
Pagi ini kujalankan rutinitasku seperti biasa, sebelum berangkat mengajar tiba-tiba ponselku berdering, kulihat nama Papa tertera pada layar ponselku.
"Hallo Pa, Tumben jam segini nelfon,ada apa Pa?" ucapku menjawab panggilan Papa.
"Kkie, Papa sudah memesankan tiket ke Jepang untukmu sore ini. Papa ada sedikit masalah,Papa rasa Papa bisa mengandalkanmu" jelasnya.
"Baiklah, kalau begitu sore ini Sukkie langsung berangkat, hati-hati disana Pa" sahutku menyetujui permintaan Papa.
Jadwal penerbanganku sore ini pukul 16.15 , segala persiapan matang kulakukan mengingat resiko yang mungkin saja terjadi disana nanti.
'Ah Aii,, aku pasti akan merindukanmu'
Tiba di Jepang, Han salah satu orang kepercayaan Papa dan anggotanya sudah menungguku diLobi.
"Tuan Sukkie, silahkan mobilnya disebelah sana" ucap Han menunduk hormat padaku seraya menunjuk arah yang dimaksud.
"Terimakasih Han" sahutku berjalan menuju mobil diikuti Han dan beberapa anggota lainnya.
Ditengah perjalanan menuju Mansion Papa, terlihat beberapa mobil asing mencoba menabrakkan mobilnya pada mobil yang kunaiki.
Han mencoba mengendalikan kemudi mobil kami, sedang aku dan anggota lainnya dibelakang menyiapkan senjata yang sudah siap dimobil kami.
"Hati-hati tuan, arah jam 9" Han mencoba mengingatkan.
Segera kulepaskan tembakan pertama dan mengenai sang pengemudi mobil tersebut.
Na'as, disaat bersamaan sebuah truk tangki menghantam mobil kami hingga kehilangan keseimbangan dan terpental sejauh 50 meter hingga aku tak sadarkan diri.
Sesaat aku tersadar telah berada diruangan kosong dan gelap, kepalaku terasa sakit, badanku terasa remuk.
Tangan dan kakiku terikat pada kursi yang kududuki, Ohh 'shitt' rupanya mereka menjadikanku tawanan disini.
__ADS_1
Terdengar suara langkah kaki berjalan dari arah belakangku.
"Hahahaa Tuan Sukkie, bagaimana tidak sulit bukan untuk mendapatkanmu" Suara seorang pria yang berjalan kearahku.
Seketika aku menoleh kearah dimana dia berada.
"Breng**k kau Darma, apa maumu haa??" umpatku pada pria tua dihadapanku ini.
Darma dahulunya adalah salah seorang kepercayaan Papa, karna sifatnya yang serakah membuat ia begitu membenci Papa dan ingin melenyapkan keluargaku.
"Jangan banyak bicara kau anak ingusan !" ia berteriak dan menghantamku dengan sebuah balok hingga tersungkur dilantai.
'Ahh'
Nafasku tersenggal,Seketika semua terasa gelap.
~~
Aku tengah berada diruangan serba putih disertai beberapa kabel dan selang yang menancap ditubuhku.
Papa dengan sigap menekan tombol didekat tempat tidurku memanggil Dokter.
Tidak menunggu lama Dokter dan beberapa perawat datang dan memeriksaku.
"Bagaimana Dok, keadaan anak saya" Tanya Papa pada Dokter tersebut.
"Syukurlah, Tuan Sukkie sudah melewati masa kritis,ini sungguh keajaiban, terus terang selama 3 bln ini kami sudah merasa putus asa dengan kesembuhan Tuan Sukkie" Dokter menjelaskan.
'Ah, aku tak sadarkan diri selama 3 bulan? '
"Terimakasih Dokter," ujar Papa.
"Pa, bagaimana Darma" tanyaku
"Dia sudah dibunuh Han," ucap Papa lirih.
__ADS_1
"Baguslah, setidaknya dia takkan membuat masalah lagi, Ah dimana ponselku Pa..?"
Papa membuka laci dekat ranjangku, mengambil benda pipih itu dan memberikannya padaku.
Aku terkejut melihat 116 pesan masuk dari Aigreen diponselku.
[ Pak, gimana kabarnya..? ]
[ Pak, saya rindu ]
[ Jangan buat saya khawatir Pak ]
[ Kenapa nomornya tidak aktif Pak ]
Dan masih banyak lagi pesan dari Aigreen yang kuterima.
Aku tau betapa khawatirnya ia terhadapku,
'Maafkan aku Aigreen'
Tak berselang lama ponselku berdering, kulihat panggilan video dari Aigreen, kugeser tombol warna hijau pada ponselku.
"Hallo, Aii.." sapaku, Aigreen tersenyum namun kulihat matanya berkaca-kaca.
"Pak Sukkie kemana aja, kenapa gak bales pesan dari saya" ucap Aigreen menahan genangan air dimatanya.
"Jangan nangis Aii, banyak hal yang harus kamu dengar.Tunggu saya pulang yaa.?" pintaku.
"Jangan buat saya menunggu Pak" ucap Aigreen manja.
"Tidak akan Aii" kemudian kuakhiri percakapanku dengan Aigreen.
Mohon kritik dan sarannya..
*Ja**ngan lupa vote yaa*..
Terimakasih ππ
__ADS_1