Pengagummu

Pengagummu
Episode 7


__ADS_3

Beberapa hari kemudian dokter mengizinkanku untuk pulang, Papa memaksaku agar tetap tinggal di Jepang mengingat aku baru saja keluar dari rumah sakit, Namun karna rinduku pada Aigreen membuatku bersikukuh untuk pulang ke Indonesia.


Pesawat yang kunaiki tiba di Jakarta pukul 10 pagi. Hari ini aku sengaja tak memberi kabar pada Aigreen mengenai kepulanganku ke Indonesia, aku berencana memberinya kejutan dengan tiba-tiba datang didepannya hehe.


Taxi yang mengantarku tiba-tiba berhenti, sepertinya akan ada demo besar-besaran.


Sudah setengah jam kami terjebak diantara lautan pendemo yang sepertinya semuanya dari kalangan Mahasiswa.


"Lho demo apa ini ya Pak kok Mahasiswa semua?" Tanyaku pada Pak Supir.


"Oh ini Pak, Demo tolak UU CiptaKerja Pak. Omnibus Law itu, udah 3 hari Pak para Mahasiswa turun dijalan menyuarakan aspirasinya " Jelasnya.


Aku hanya ber'Oh ria mendengar penjelasannya, dan melihat para Mahasiswa yang penuh semangat ditengah teriknya Ibu Kota ini..Rupanya banyak yang tak kuketahui selama di Jepang beberapa bulan ini.


Sesaat mataku tertuju pada sosok gadis bermasker hitam yang tengah berdiri diatas mobil bak berteriak lantang menyampaikan pendapatnya.


Mataku membulat kala gadis tersebut membuka maskernya,


" Aigreen.?" Aku terkejut, betapa tidak, gadis yang kukenal pemalu ini dengan beraninya berdiri digaris depan Mahasiswa lainnya.


Ternyata banyak hal yang belum kuketahui tentang dirimu Aii.


Kuamati ia dari kejauhan, betapa tegasnya dirimu ketika sedang berorasi. Wajahmu yang sedang serius sama sekali tak menunjukkan sikap pemalumu selama ini.


Namun kemudian suasana semakin memanas dan tidak kondusif, kericuhanpun tak dapat dihindarkan,seketika wajah Aigreen panik ketika sekelompok polisi menembakkan gas air mata kearah pendemo.


Aku berlari keluar dari dalam taxi menuju tempat Aigreen,


" Pak mau kemana Pak, bahaya" sergah supir taxi tersebut.


"Sebentar Pak, Bapak tunggu saja saya disini" teriakku berlari.


Aku berlari melewati beberapa orang yang sedang menghindari tembakan dari para Polisi.


'Bertahanlah Aii'.


Kutemukan Aigreen terduduk menundukkan kepala diatas mobil bak tersebut.


"Aii, turunlah" teriakku dari bawah memanggil Aigreen,


Aigreen melihatku dan tetap pada posisinya yang terkejut melihatku. seketika kutarik ia turun dari mobil kedekapanku,


"Bapak kapan pulang?" pertanyaan yang sangat bodoh, bisa-bisanya ia bertanya seperti itu ketika ia sendiri dalam bahaya.


"Diamlah," Ucapku membawa Aigreen menghindari kerumunan.


~~


Kuajak Aigreen pulang ke Apartemen yang sebelumnya Papa belikan untukku sepulang dari Jepang.

__ADS_1


"Ini Apartemen siapa Pak?" Tanyanya


"Milik Papa saya Aii"


Aigreen mengipas-ngipas wajahnya kepanasan, wajahnya merah dan sedikit melepuh diarea bawah matanya.


"Sini saya olesin dulu Aii untuk mengurangi panasnya" ucapku berjalan kearah Aigreen yang sedang duduk diatas sofa ruang tamuku.


Kuoleskan pasta gigi yang kubawa dibawah mata Aigreen,, Ia terlihat meringis dan memejamkan mata, mungkin rasanya memang sangat perih. Wajahnya begitu polos, tak seperti Aigreen yang kulihat beberapa jam lalu.


"ihh pelan-pelan Pak, perih ini loh" protes Aigreen menepuk tanganku.


"Diamlah, cerewet sekali kamu ini"


"ih orang bene.."


"Cup"


Belum selesai ia bicara kukecup singkat bibirnya yang sedari tadi tak bisa diam, Aigreen terdiam dan pipinya merah seperti tomat.


"Sudah selesai bicaranya? " Ucapku meletakkan pasta gigi dimeja depanku.


"Gak capek bicara terus dari tadi? Apa kamu tidak rindu sama saya.?" Lanjutku memegang kedua pipi Aigreen.


Mata Aigreen terbuka lalu memelukku, sontak membuatku sangat terkejut. Sejak kapan ia menjadi seberani ini.


"Berhentilah menangis, bukankah sekarang saya sudah ada didepan kamu Aii, tenanglah "


Aigreen mencoba memaksakan senyumnya padaku, namun sangat terlihat dimatanya bahwa ia sangat mengkhawatirkanku.


"Sebenarnya hubungan kita ini apa sih Pak.?" tanyanya ragu-ragu.


"Tolong jangan gantung perasaan saya, tolong jangan buat saya salah faham dengan semua sikap manis Bapak kesaya, kalau sebenarnya Bapak sama sekali tidak pernah menaruh hati pada saya" Lanjutnya dengan mata berkaca-kaca.


Aku begitu terkejut mendengar apa yang Aigreen katakan. Akhirnya apa yang kurasakan terbalas olehnya.


"Apa ini berarti kamu sedang menyatakan cinta pada saya Aii.?" godaku.


Aigreen tersipu, mengalihkan pandangan menghindari kontak mata denganku.


"Maafkan saya yang sudah membuatmu menunggu Aii, sayapun merasakan hal yang sama seperti kamu. I Love you Aigreen" Lanjutku.


Aigreen beralih menatap kedua mataku, seolah sedang mencari kejujuran disana.


" I love you too Pak" jawabnya dan memelukku kembali dengan erat.


"Pak apa ini berarti kita pacaran?" Tanyanya polos.


'Pletakkk'

__ADS_1


"ih sakit tau Pak, kalau jidat saya kenapa-kenapa gimana, mahal loh ini skincarenya" protes Aigreen memegang jidatnya.


Aku tersenyum melihat wajah manis gadis yang baru saja menjadi kekasihku ini. Gadis yang menurutku penuh dengan kejutan.


Gadis kecil yang sudah mengoyak hatiku.


Bagaimana bisa aku jatuh cinta pada gadis belasan tahun ini, disaat umur kami yang berselisih 11 Tahun.


~~


Keesokkan harinya kami kembali pada rutinitas kami masing-masing.


Aku yang masih tetap mengajar, dan Aigreen yang sekarang sudah menjadi seorang Mahasiswi.


Aku memasuki halaman sekolah, tempat dimana aku bertemu dengan Aigreen untuk pertama kalinya.


" Pagi Pak guru ganteng" sapa salah seorang muridku.


Aku hanya tersenyum menanggapi kelakuan murid-muridku ini.


Terlintas bayangan Aigreen mengisi otakku.


'Ah untung saja dulu Aigreen tak seberani itu,'


Pukul 3 sore waktu mengajarku selesai, kunyalakan mobilku kembali ke Apartemen.


Badanku begitu lelah,lalu kuputuskan untuk beristirahat sebentar.


'Tring...


'Tring..


Dering ponselku mengagetkanku yang baru saja hendak memejamkan mata.


[ Pak, kencan yuk ]


Kubuka pesan yang rupanya dari Aigreen.


[ hem boleh Aii, jam 7 saya jemput kamu ya ] Balasku yang lansung dibaca Aigreen.


[ Siap sayang ] balasnya lagi.


Ah gadis ini benar-benar bisa membuatku gila, selalu saja bisa membuatku tersenyum dengan semua tingkahnya.


Mohon kritik dan sarannya yaa..


Dan jangan lupa vote, like serta komennya supaya Author makin semangat up'nya😊😊


Thankyou 😘😘

__ADS_1


__ADS_2