Pengagummu

Pengagummu
Episode 9


__ADS_3

POV. AUTHOR.


Semenjak kepergian Pak Sukkie, kini Aigreen lebih menyibukkan diri dengan kegiatan dikampusnya. Ia semakin menjadi lebih dewasa, dan lebih dapat mengikhlaskan Pak Sukkie, jika memang pada akhirnya ia takkan kembali untuk dirinya.


Aigreen mengerti, bahwasanya apa yang terjadi terhadap kisah cintanya tak lepas dari campur tangan Tuhan,dan ia yakin itulah yang terbaik untuknya.


Walaupun kadang kala sesekali ia masih merindukan sosok Pak Sukkie dalam hidupnya.


Hari ini kampus Aigreen akan melakukan aksi demo didepan Gedung Kantor DPR, Aigreen mendapat kepercayaan teman-teman Mahasiswanya untuk berdiri digaris terdepan menyampaikan aspirasinya.


"Aii ini naskahnya, pokoknya kamu relax aja, kita semua percaya sama kamu kalau kamu pasti bisa" Ucap Dika salah satu senior Aigreen dikampus memberi semangat.


Dika sebenarnya sudah menyimpan rasa terhadap Aigreen dari awal pertemuan mereka, yaitu saat penerimaan Mahasiswa baru. Namun Dika menahan perasaannya mengingat bahwa kedekatan mereka baru beberapa bulan.


"Ah iya kak, Makasih yaa" Sahut Aigreen memperlihatkan senyumnya.


~


Tepat pukul 8 pagi semua Mahasiswa di Ibu Kota berkumpul didepan Gedung Kantor DPR, begitupun dengan kampus Aigreen yang menggunakan Almamater hitam.


Dikha memberi kode pada Aigreen , agar naik diatas mobil bak untuk memulai menyampaikan aspirasinya dari atas sana.


"Gimana naiknya kak? tinggi banget loh ini" teriak Aigreen ditengah ramainya pendemo.


"Udah sini naik kebahu kakak" titah Dikha menepuk-nepuk bahunya agar Aigreen segera naik.


"Udah tenang aja, kakak bakal jagain kamu dari bawah" Lanjutnya meyakinkan Aigreen.


Setengah jam sudah Aigreen berorasi dari atas mobil menggunakan pengeras suara, semua Mahasiswa terkagum-kagum melihat keberanian Aigreen, begitu pula dengan Dika.

__ADS_1


"Kamu memang gadis yang istimewa Aii" gumam Dika yang sedari tadi memperhatikan Aigreen dari bawah.


Sesaat kemudian suasana menjadi semakin tak dapat terkendali setelah mobil dari salah satu anggota DPR memasuki halaman gedung.


Pendemo beramai-ramai mencoba menerobos pagar yang telah dijaga ketat oleh anggota Polisi. Kericuhanpun tak dapat dihindarkan, hingga sekelompok Polisi menembakkan gas air mata kearah pendemo.


" Aaaaaaaa....!" Teriak Aigreen menundukkan kepala menghindari tembakan gas tersebut.


Dika yang melihat Aigreen seperti ketakutan segera berlari menaiki mobil, namun ia terhenti melihat Aigreen didekap oleh seorang pria, yang tak lain adalah Pak Sukiie.


"Bapak kapan pulang" Ucap Aigreen yang masih tak percaya dengan kedatangan Pak Sukkie dihadapannya.


"Diamlah" sahut Pak Sukkie.


Dika melihat Aigreen pergi bersama Pak Sukkie dari kejauhan, ada rasa sakit dalam dadanya kala melihat orang yang dicintainya tengah begelayut manja bersama pria lain.


~


Dikampus.


Aigreen memarkirkan mobilnya dihalaman kampus. Ia begitu bersemangat menjalani aktifitasnya karena kehadiran Pak Sukkie disisinya.


"Pagi Aigreen" sapa Dika disaat keluar dari dalam mobil putihnya.


"Pagi juga kak Dika" sahut Aigreen tersenyum ramah.


"Tumben pagi bener berangkatnya" tanya Dika yang berjalan disamping Aigreen.


"Iya ni kak,ada kelas pagi soalnya"

__ADS_1


"Udah sarapan belum" Tanya Dika kembali.


"Hehe belum kak, mau sarapan bareng"


"Boleh, yuk langsung ke kantin aja, kebetulan kakak juga belum sarapan ini" sahut Dika mengiyakan ajakan Dika.


Sampai dikantin Dika dan Aigreen melaksanakan ritual sarapannya dengan obrolan-obrolan ringan.


Disisi lain Tika yang kebetulan sekampus dengan Aigreen memandang sinis kearah Aigreen.


"Apa-apaan ni gadun, kemaren-kemaren Pak Sukkie dia embat, sekarang senior juga mau diembat. Pake pelet apaan dia sih" batin Tika penuh dengan emosi.


Aigreen yang merasa diperhatikan seseorang menoleh kearah Tika seketika.


"Sial.. kenapa sih gue slalu dipertemukan ama nih cabe setan, udah adem ayem idup gue gak ada dia, eh ketemu lagi, sekampus pula" gerutu Aigreen.


"Kenapa Aii" Tanya Dika melihat wajah Aigreen yang begitu kesal.


"Eh gakpapa kok kak, masih ngantuk aja soalnya baru pertama kali dapet jadwal masuk pagi hehe" ucap Aigreen mengelak namun sebenarnya ia memang merasakan kantuk.


"Yaudh tidur aja dulu, ntar kakak bangun kalau udah jamnya masuk"


"Eh iya kak"


Aigreen menyenderkan kepalanya diatas meja, beberapa menit kemudian ia benar-benar tertidur. Dika memandangi wajah Aigreen yang sedang tertidur pulas, dan ia pun tak melewatkan kesempatan untuk mengabadikan wajah orang yang dikaguminya tersebut yang kemudian ia jadikan Wallpaper ponselnya.


Mohon kritik dan sarannya ya para reader, dan jangan lupa vote,like dan komennya supaya Author makin bersemangat lagi Up'nya.


Thankyou 😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2