
(sesampainya di kantor)
"Kiran itu ramai sekali,apa itu calon-calon pengawal kamu?"Liliana trus melihat pria-pria yang berbadan tegap.
"mungkin,yuk li,kita masuk kekantor ayah disana kita bisa liat dengan jelas."Kirana menarik tangan sahabatnya yang masih terkagum-kagum melihat pria-pria yang berbadan tegap.
tok
tok
"masuk!"terdengar jawaban dari dalam ruangan.
"ayah...".Kirana trus masuk keruang kerja ayahnya.
"halo sayang,ini siapa namanya?"ayah sambil peluk dan cium putrinya
"owh iya kenalin yah ini namanya Liliana,sahabat Kiran."Kirana
"Hallo om,saya Liliana teman Kiran".dengan sopan menyalami tangan pak Pramudia.
""hallo silahkan duduk dulu!"Pramudia
mereka pun duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
"sayang,kamu pilih sendiri pengawal kamu ya !"Pramudia menyuruh putrinya memilih pengawalnya sendiri.
"tidak ayah,ayah pilihkan saja,Kiran nurut saja sama ayah,apa pun pilihan ayah kiran yakin itu yang terbaik untuk Kiran!"Kiran sambil memeluk ayah yang dia sayangi itu.
tok
tok
tok
"masuk..!"tak lama Dion masuk menghadap bosnya.
"bos audisi sudah dimulai,apa bos mau menyaksikan sendiri?"Dion
"tidak,Kiran tidak mau ya kamu atur saja yang penting dia kompeten menjalankan tugasnya.!"Pramudia memerintahkan asistennya itu.
"baik bos,kalau begitu saya permisi dua,bos nona muda". Dion pun pergi meninggalkan ruangan itu.
"ayah,Li,aku mau ke toilet dulu ya "Kiran berpamitan menuju toilet.
"aduh, hati-hati dong kalau jalan!"Kiran marah-marah karena ditabrak sama seseorang.
"maaf mba,saya buru-buru soalnya."Indra meminta maaf.
"buru-buru sih buru-buru tapi hati-hati juga kali.!"Kiran sambil berlalu pergi masuk ke toilet wanita.
"aduh sakit,ah Sampai lecet tanganku"Kiran bicara sendiri didalam toilet.
***
"Laras,kamu lihat Kirana tidak"Marco mencari-cari Kirana
"kayaknya sudah pergi tadi dan Liliana,ga tahu mau pada kemana"Laras
__ADS_1
"mereka sudah cabut..?"? Marco berbicara sendiri
(sedangkan di kantor audisi sudah selesai)
"Bos,ini yang saya pilih untuk jadi pengawal nona muda"Dion sambil mengenalkan pengawal baru.
"Kiran,mulai hari ini dua orang ini akan mengawal kamu kemanapun kamu pergi.oh iya siapa nama kalian berdua?"Pramudia bertanya dengan pengawal baru itu.
"saya Indra putra Wijaya tuan"Indra
"dan saya Iwan Saputra"Iwan
"untuk kalian berdua tolong jaga baik-baik putri saya ini jangan sampai terjadi apa-apa!"Pramudia memberi perintah sama kedua orang tersebut.
"baik tuan"jawab mereka berdua bersama-sama
"tuanggu dulu kamu yang tadi menabrak saya kan waktu ke toilet?"Kiran mengingat kejadian tadi waktu pas ke toilet.
"maaf nona muda,tadi saya tidak sengaja,karena saya buru-buru."Indra kembali meminta maaf.
"sudah lah sengaja apa tidak yang jelas kamu sudah buat aku terluka,lihat ini tanganku jadi lecet-lecet kan!"Kirana sambil memperlihatkan luka yang ada di tangannya.
"maafkan saya nona muda"Indra hanya kata-kata maaf yang keluar dari mulut Indra.
"ya sudah-sudah,untuk kalian berdua mulai hari ini harus tinggal dirumah saya,jadi seorang kalian ulang dan rapihkan baju-baju kalian dan nanti jam 3 kalian sudah ada di kantor lagi!"Pramudia
"baik tuan,,"jawab mereka berdua.mereka pun
meninggalkan ruangan.
"Bi...bibi"panggil Kiran
"iya nona muda ada apa?"Bi Iyem
"Bi.. tolong bikinin aku sarapan nasi ya,aku ingin makan sup ayam sama sambel korek ya bi"Kiran
"baik nona muda,saya akan siapkan"Bi Iyem.
dan kiran pergi keatas kembali menuju kamar untuk mandi.
"selamat pagi nona muda"Indra dan Iwan
"pagi,ayah mana ko belum turun untuk sarapan?"Kiran
"maaf nona muda,tuan tadi pagi pergi ke Dubai dengan tuan Doni."Indra memberi tahu Kiran.
"kenapa sih ga pernah kasih tahu dulu kalau mau pergi lama."Kiran dengan nada sedih
"dan tuan memberi tahu kan kalau beliau sekitar 1 bulan disana."Indra menambahkan.
"ok aku tahu,ya sudah itu sudah hal biasa ayah pergi dan pulang semau ayah."Kiran sambil menyuap nasi ke mulutnya
"mas,siapa yang bisa bawa mobil.?"Kirana
"kita berdua bisa nona!"Indra
"ya sudah terserah kalian saja siapa yang mau menyetir mobil."Kiran memberikan kunci mobil.
__ADS_1
"mas,tolong mampir dulu ya ke toko buku,aku mau beli buku!"Kirana
"baik nona muda,toko buku yang mana?"Indra
"yang dekat lampu merah ya."Kirana
"baik nona muda."Indra.
(setelah sampai kampus)
"mas,kalian tunggu di mobil saja,aku tidak enak sama yang lain."Kirana
"tidak bisa nona muda kami ditugaskan selalu dengan nona jadi kami tidak bisa jauh dari nona."Indra tegas
"ya sudah cuma satu orang saja yang satu lagi di mobil saja,terserah siapa yang ikut saya".dengan kesal Kiran keluar dari mobil.dan diikuti Indra yang berjalan dibelakang nya
"kirann.."Kiran paham betul siapa yang memanggilnya,ya itu Marco yang memanggilnya disaat mau memegang Kiran tangan Marco dicegah oleh Indra.
"siapa kamu, berani-beraninya memegang tangan ku?"Marco dengan sedikit kesal.tetapi Indra masih diam tidak menjawab.
"dia pengawal ku.kenapa?"Kirana
"cuma pengawal saja belagu kamu,kamu tahu enggak siapa aku,aku calon pacarnya Kiran tahu kamu."Marco marah-marah
"ngaco kamu, Liliana.."Kiran meninggalkan Marco menuju sahabatnya itu.
"Kiran...Ran..Kiran.."panggil Marco tapi tidak dihiraukan Kiran yang trus nyelonong pergi.
""kamu dipanggil Marco tuh.!'"Liliana
"biarkan saja udah ayuk jalan"Kiran menarik tangan Liliana
"kenapa sih kamu sama Marco kaya benci banget gitu ?"Liliana heran.
"aku tidak benci dengan orangnya,yang bikin sebel itu kelakuannya,masa ngomong .ke orang-orang aku ini calon pacarny.a"kirana masih sebel dengan sikap Marco.
"tapi kan dia suka sama kamu Ran,"Liliana
"tapi aku tidak gimana dong?" dengan berlalu pergi.
"iya deh,ya sudah kita ke kantin yuk,aku belum sarapan tadi."ajak Liliana
"ya sudah ayuk"Kirana mereka pun menuju kantin.
"mas,sini duduk jangan berdiri disitu ga enak tau sama yang lain"Kirana menarik tangan Indra
"tapi ini tugasku nona"Indra
"aku tahu tapi jangan terlalu mencolok begitu apa,aku ingin walau menjadi pengawal tapi seperti sahabat jangan terlalu kaku begitulah".Kiran kesel terhadap Indra
"nona kan tahu aku sedang bekerja sekarang,jadi aku tahu pasti batasan ku"Indra
"sudahlah terserah kamu saja,yang jelas aku kurang nyaman kalau harus terlalu kaku dengan aturan."Kirana
"baik nona lain kali aku akan menempatkan diriku,ditempat yang membuat nona nyaman."Indra.
"ah iya baiklah terserah kamu saja."Kirana dengan malas menjawab perkataan Indra
__ADS_1