
"Non,itu tadi namanya Sofi,dia ..".Indra ingin menjelaskan tapi Kiran langsung memotong Indra bicara
"itu bukan urusanku mas,.."Kiran memalingkan wajahnya ke jendela menatap keluar.
Indra jadi bingung dengan situasi begitu,sepanjang jalan hanya diam tanpa bicara.setelah sampai rumah pun Kiran langsung keluar mobil dan membangun kan Hendra dan sari.
****
(pagi menjelang di desa plainjan )
"ibu masak apa hari ini,?"Kiran yang sudah bangun terlebih dahulu dari pada yang lain.
"eh,non Kiran kok sudah bangun?"Mayang
"Kiran bantuin ya Bu masaknya?"Kiran ingin membantu ibunya sendiri indra
"tidak usah non,disini kotor dan berasap nanti baju non juga ikut kotor."Mayang
"kenapa harus takut kotor Bu,kotor baju masih bisa dicuci,tapi jangan sampai kotor
hatinya Bu."Kiran
"ya sudah,ayu sini bantuin ibu non"Mayang
"Kiran,panggil saja Kiran Bu tidak usah panggil non."Kiran.
mereka pun memasak setelah selesai Kiran pergi untuk mandi.setelah selesai Kiran jalan-jalan disekitar rumah.
"ibu,lihat non Kiran?"Indra yang tiba-tiba bertanya sama ibunya.
"tadi habis mandi setelah bantu ibu memasak trus pergi kebelakang rumah,mungkin jalan-jalan Ndra.!"Mayang.
tanpa bertanya lagi Indra langsung berlari kebelakang menuju dekat kali.dari kejauhan Indra melihat ada orang yang berdiri di dekat kali.
"Non Kiran kenapa non ada disini?"Indra sambil memegang tangan kiran.tapi Kiran menarik tangannya.
"kenapa mas mencari ku,ada apa?"Kiran
"aku khawatir saat melihat non tidak dikamar"Indra
"khawatir aku kenapa-kenapa?"Kiran
"iya,non adalah tanggung jawab ku dan Iwan."Indra
"oh khawatir sebatas pekerjaan,ya sudah ayo kita pulang"Kiran dengan wajah sedih berjalan mendahului indra.belum melangkah tiba-tiba Indra menarik tangan Kiran.
"Sofi,cuma masa lalu ku non,dia pernah hadir di kehidupanku,tapi dia mengganti ku."Indra mulai menjelaskan siapa Sofi.
"mas menjelaskan siapa Sofi kepadaku untuk apa,itu kan masa lalu kamu,dan bukan urusanku"Kirana
"aku tidak ingin non salah paham soal Sofi"Indra
__ADS_1
"kenapa aku harus salah paham,sedangkan aku bukan siapa-siapa,aku hanya sebatas majikan kamu kan"Kiran berjalan meninggalkan Indra sediri dibelakang.
"karena aku tidak ingin kamu sedih Ran,karena aku sudah jatuh hati sama kamu,tapi aku tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkan perasaanku karena kita berbeda"Indra berbicara sedari dan berjalan menyusul Kiran.
"Kiran kamu dari mana"Liliana yang sudah berdiri didepan pintu.
"kamu tahu enggak Li, dibelakang ada sungai yang jernih banget,dan hawanya sejuk banget."Kiran menutupi kesedihannya
"ko kamu tidak ngajak sih"Liliana
"gimana mau ngajak kamu,kamu masih molor gitu."Kiran
"Kiran, Liliana Ayuk kita sarapan dulu rame-rame"Mayang yang tiba-tiba muncul dari dalam.
"iya Bu,ya sudah Ayuk kita sarapan"Kiran sambil merangkul sahabatnya itu.
"wah,ini mantap sekali aku pernah bayangkan makan begini duduk lesehan sambel terasi."Kiran
"ya sudah non silahkan duduk disini"Iwan
"terima kasih mas Iwan,mas Iwan mau duduk didekat Liliana ya?"Kiran
"kamu mah tau aja Kiran,sini mas Iwan biar aku gampang nyuapinnya."Liliana
"dasar,ibu Ayuk makan,Hendra sama sari mana Bu ko belum kelihatan"Kiran
"mereka sudah berangkat sekolah non,"Mayang
"jam 7 tapi karena jauh jadi berangkatnya lebih pagi biar tidak telat."Indra,Kiran hanya menganggukkan kepalanya.tanpa melihat Indra.
***
(Dikampus)
"kamu lihat Kirana sudah masuk belum"Marco yang bertanya keteman-temannya kesana kemari.
"aku belum lihat dari tadi".
"aku juga belum, Liliana juga belum kelihatan"teman yang satunya lagi
"kemana sih Kirana kenapa dia pergi tidak bilang-bilang sama aku,trus kemana dia tidak kelihatan di kampus,apa dia sakit?"Marco bicara sendirian.
***
(sedangkan di teras rumah Kiran sedang duduk sendiri)
"Non,kenapa duduk sendiri."Indra yang sedari tadi memperhatikan dari jauh.
"mas,lagi lihat pemandangan saja,ada apa mas?"Kiran
"tidak apa-apa non,mau ikut aku jalan-jalan non?"Indra mengajak Kirana untuk berkeliling desa.
__ADS_1
"boleh mau kemana mas?"Kirana
"jalan-jalan sekitar saja,ayo Indra menarik tangan Kiran dan mengajaknya kesebuah air terjun kecil yang terletak tidak jauh dari rumah Indra.
"wah,ini indah sekali biarpun kecil tapi sangat sejuk."Kirana mengagumi keindahan pemandangan.
"Ini namanya air terjun Mandala,walau kecil tapi sangat sejuk"Indra menjelaskan.
"iya mas,ini sangat sejuk.."Kiran trus mengagumi keindahan alam.
"Kiran, boleh aku ngomong sama kamu?"Indra
dengan menatap kedua mata Kirana
"mas mau ngomong apa?"Kiran pun menatap mata Indra.
"Kiran,mungkin aku tidak sopan Dangan mengatakan ini kalau aku suka sama kamu, dari awal kita bertemu secara tidak sengaja di toilet waktu itu."Kiran terkejut dengan kata-kata Indra yang tiba-tiba bilang suka padanya.
"Sofi, perempuan itu masih ada dihati kamu mas?"Kiran
"itu hanya masa lalu ku Kiran,dia menikah dengan sahabatku,dan sekarang dia sudah pisah,itu terserah kamu mau percaya sama aku atau tidak!"Indra menatap Kiran.
"mas,sudah lama aku menunggu kata-kata ini,tapi aku tidak berani bertanya sama kamu,aku hanya takut membuat beban kamu bertambah". Kirana
"berarti kamu juga suka sama aku non,?"Indra
Kirana hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
"tapi,aku hanya orang kampung non,dan aku hanya bekerja sebagai pengawal non". Indra
"harta tidak menjaminkan kebahagiaan mas, kebahagiaan itu ada karena rasa ikhlas menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing."Kiran
"trus bagaiman kalau tuan tidak merestui kita."indra
"nanti aku bicara sama ayah,yang penting mas jangan pernah sakiti aku."Kirana
"aku tidak bisa berjanji,kadang kita manusia tidak tahu membuat salah tanpa sengaja dan itu membuat sakit hati,jika itu terjadi tolong bilang saja apa yang salah!"Indra dengan memegang pipi Kirana.
Kirana menjadi memerah raut mukanya.dan dia tersenyum penuh kebahagiaan.
"mas juga harus terima aku apa adanya,dengan segala keuangan dan kelebihan Ku,ya walau aku banyak kekurangan dari pada kelebihannya.tapi mas tidak keberatan kan dengan semua ini.?"Kirana memegang tangan Indra.
"seharusnya yang bilang begitu itu aku bukan non"Indra tersenyum
"tadi kan sudah mas bilang begitu."Kirana.
"owh iya yah aku lupa,"Indra dengan menatap Kirana dan tiba-tiba Indra memeluk Kirana.
"aku sungguh jatuh hati sama kamu non"Indra
"Kiran panggil saja namaku mas,Jang panggil Non.,apa kita belum resmi jadian sehingga masih panggil non?"Kiran yang begitu nyaman di pelukkan Indra.
__ADS_1
Maaf ya pembaca sekalian mungkin kata-kata nya kurang menarik karena aku masih tahap belajar.dan terima kasih sudah Sudi mampir untuk membaca.