
Sudah hampir 3 bulan Indra bekerja menjadi pengawal pribadi Kirana.
"mas,ayah sudah pergi lagi ya,kok tidak ada dimeja makan?"Kiran bertanya kepada Indra.
"iya nona muda,tuan sudah berangkat ke Amerika tadi pagi-pagi"
"kenapa sih mas,ayah selalu begitu tidak pernah ngomong dulu sebelum berangkat."Kiran sedih dan akhirnya meninggalkan meja makan menuju kebelakang rumah yang penuh bunga-bunga.
"nona kenapa tidak jadi sarapan,nanti telat ke kampus."Indra yang mengikuti Kiran dari meja makan tadi.
"hari ini aku tidak ingin ke kampus mas,pingin dirumah saja."Kiran
"tapi setidaknya sarapan dulu,nanti nona sakit.!"Indra membujuk Kiran.
"mas,sini deh duduk disini aku mau tanya sama mas.!"Kiran menunjuk tempat duduk yang ada disebelahnya.
"ada apa nona?"Indra setelah duduk di samping Kirana.
"mas punya adik berapa..?"Kiran memulai pembicaraan
"saya punya adik 2 non,yang satu perempuan seusia non,dan yang satu lagi laki-laki berusia 15 tahun,kenapa non?"INDRA
"pasti ramai sekali ya dirumah mas,ada ayah,ada ibu, adik-adik,beda dengan aku,ayah selalu pergi tidak pernah kasih tau dulu,ibu sudah pergi selamanya dan aku tidak punya adik atau kakak."Kiran hampir meneteskan air mata.
"tapi non kan punya segalanya mau apa pun tidak perlu harus kerja dulu."Indra
"untuk apa harta banyak tapi tidak bisa membeli kehangatan keluarga,lebih baik jadi orang biasa-biasa saja tapi bahagia."Kiran semakin deras meneteskan air matanya.
"jangan menangis nona,setiap orang diuji kesabaran dengan berbeda-beda caranya untuk menjadikan manusia yang lebih kuat lagi.dan saya percaya nona orang yang kuat,jadi jangan menangis ya!"tanpa sadar tangan Indra maju mengusap air mata Kirana.
saat mata Kirana menatap jelas wajah Indra,entah perasaan apa yang ada dihati Kirana,rasa tenang, senang yang berkecamuk dihati Kirana.
"terima kasih mas,sudah memenangkan ku."Kirana merasa gugup setelah sadar Indra juga sedang melihat Kirana.
"mas kita kerumah kamu yuk,untuk bertemu keluarga kamu!"Kirana tiba-tiba ingin kerumah Indra
"kerumah saya non?rumah saya di atas gunung apa non tidak keberatan,trus kampungnya kumuh lagi."Indra
"kira-kira berapa jam sampai kesana mas?"Kirana antusias
"kalau pakai mobil sekitar 4 jam". Indra
"ya sudah ayuk buruan biar tidak kemalaman sampai sana,aku mau ajak Liliana siapa tau dia mau ikut biar jadi temen nya Iwan."Kirana trus berlari kekamar untuk bersiap
"Liliana,kamu sekarang siap-siap ya aku mau ajak kamu ke desa mas Indra kamu mau kan.?"Kirana berbicara di telfon dengan Liliana
__ADS_1
"kamu gila ya,aku sudah otw ke kampus ini,ya sudah aku tunggu didepan kampus,tapi kamu pinjemin baju ya". Liliana
"ya sudah nanti kita beli dijalan enggak apa-apa,tunggu ya sekarang kita otw."Kirana menutup panggilan dan terus lari kebawah.
"bibi..Bi Iyem.."panggil Kirana
"iya non ada apa?"Bu Iyem terburu-buru menghampiri majikanya itu.
"bi,aku mau main kerumah mas Indra,enggak tahu berapa hari,tolong jaga rumah yah,kalau ayah telfon bilang saja yang sebenarnya aku kemana!"Kirana
"baik non hati ya,!"Bi Iyem
"iya bi,mas Indra,mas Iwan sudah siap belum?"Kirana memanggil pengawal itu.
"sudah non,"jawab mereka bersamaan
"ya sudah Ayuk berangkat"Kirana semangat.
mereka pun mengendarai mobil menuju kampus.
"mas,kita ke kampus dulu jemput Liliana!"Kirana
"baik non."jawab mereka
"Liliana,..."panggil Kirana setelah melihat sahabatnya itu sedang berdiri didekat pintu ?"Liliana
"enggak ah aku mau deket-deket sama mas Iwan."Liliana
",,,ya sudah lah terserah kamu,mas Indra duduk di belakang!"Kirana.
sepanjang perjalanan Kirana tampak antusias apa lagi setelah memasuki desa Kirana tambah antusias lagi.
"wah..mas kamu pasti bahagia banget ya bisa tinggal disini,banyak sawah, kerbau, kambing,dan udaranya sungguh sejuk."Kirana
"kamu tuh aneh Ran,kita aja pingin kaya kamu,kamu malah pingin hidup dikampung begini."Liliana terheran-heran dengan sahabatnya itu.
"hidup di kota dengan banyak harta tidak menjamin kebahagiaan Li,aku malah Inggin bikin rumah sederhana dikampung begini,setiap pagi bisa melihat pemandangan yang masih asri"Kirana sambil senyum-senyum sendiri.
ya sudah kamu menikah saja Sama mas Indra kan kamu jadi orang sini."Liliana asal saja bicaranya.
Kirana dan Indra sama-sama bengong mendengar celetukan Liliana.
"mana mungkinlah mba,non mau sama orang kaya saya,kita kan berada di level berbeda."Indra sambil memalingkan wajahnya dari Kirana.
Kirana dan Indra sama-sama terdiam.kirana pun hanyut dalam pemikirannya.
__ADS_1
"mungkin mas Indra sudah ada yang memiliki,jadi dia tidak suka pada ku"Kirana dalam hati.
"non kita sudah sampai."Iwan membuyarkan lamunan Kirana.
"wah,,,ini rumah kamu mas? benar-benar sejuk asli pegunungan."Kirana.
"mas Indra..."seorang perempuan yang lari trus memeluk Indra,Kiran melihatnya sedikit kesal.
"kamu dari mana sar?"Indra sambil mengelus rambut gadis itu.
"dari warung mas beli gula,.ini siapa mas"dari
"owh kenalin ini non Kiran dan Liliana,dan yang ini namanya Iwan teman kerja mas,dan non Kiran itu majikan mas,non kenalin ini adik perempuan ku namanya sari"Indra
Kiran yang tadi sudah salah sangka terhadap sari sekarang raut mukanya berubah ceria.
"makanya jangan salah sangka dulu Ran,masa Sam adiknya cemburu!"Liliana mengoda Kirana
"apa sih kamu Li,siapa yang cemburu coba"Kiran dengan tersenyum malu-malu.
Liliana hanya tersenyum melihat sahabatnya itu.
"mas,kamu tahu ga. aku kira tadi sari itu pacar kamu yang dikampung,"Liliana
"hus ngaco mba ini,mas Indra belum punya pacar mba,dia itu jomblo abadi"sari tertawa
"sembarangan kamu sari,kamu ingin apa mas mu itu jadi bujang tua?".Indra kesel sama adiknya itu.
"iya maaf mas,non Kiran ,mba Liliana sama mas Iwan Ayuk masuk ibu pasti ada didalam."sari
"Ayuk non,aku kenalin ke ibu sama adik laki-laki ku"Indra sambil menarik tangan Kiran.
"eh trus kita ga boleh apa kenalan sama keluarga kamu,kok yang diajak non Kiran saja"Iwan nyeletuk Liliana mendengar itu trus mengandeng Iwan sambil tertawa.
"eh iya kalian juga maksud nya ayo masuk."Indra yang sepontanitas melepas tangan Kiran karena malu.
(setelah didalam rumah)
"ibu..ibu.."sari triak mencari ibunya yang ada dibelakang rumah.
"ada apa sari ko teriak-teriak begitu."Mayang ibunda Indra
"itu Bu mas Indra pulang sama majikanya dan teman-temannya."sari
"apa mas mu pulang nduk,..?"Mayang semangat.
__ADS_1
lalu Mayang masuk kedalam rumah untuk menyambut anaknya .