PENGAWAL KU CINTA SEJATI KU

PENGAWAL KU CINTA SEJATI KU
BAB 4


__ADS_3

"Indra...."Mayang trus memeluk anaknya itu


"ibu.."Indra trus cium tangan dan memeluk ibunya


"kamu sehat kan nak.?"Mayang masih khawatir


"Indra sehat Bu,ibu lihat sendiri Indra sehat begini.owh iya kenalin ini non Kiran majikan Indra,yang ini mba Liliana temennya non Kiran,dan yang ini Iwan Bu teman Indra satu kerjaan."Indra


"hallo Bu,saya Kiran maaf kami datang kesini tanpa pemberitahuan terlebih dahulu."Kiran dengan menjabat tangan ibu Indra


"ya tidak apa-apa non,asal non betah disini,ya namanya juga pegunungan ya beginilah .beda sama di kota"Mayang menjelaskan tentang suasana di kampung.


"tidak apa-apa Bu,biar Kiran terbiasa tinggal disini sebelum jadi Istrinya Indra nanti"Liliana bercanda


"apa kalian pacaran ya.?Mayang kepada Kiran dan Indra


"enggak Bu,non kita ini yang mengaji Indra Bu,beliau majikan Indra mana berani Bu Indra macarin anak bos."Indra seketika raut muka Kiran langsung berubah menjadi murung,


"kirain kalian beneran sudah mau menikah,kalau enggak kamu sama neng yang satu lagi aja Ndra..!"mayang menunjuk Liliana


"enggak Bu,maaf kalau saya sudah ada yang punya Bu ini disebelah saya."Liliana trus memeluk tangan Iwan.


"apa-apa sih kamu mba,,"Iwan protes


"udah diem aja dari pada aku dijodohkan sama Indra nanti Kiran marah sama aku."Liliana memberi pengertian kepada Iwan


"sudah ah Bu,yang jelas sampai saat ini Indra belum mikirin kesitu,Indra ingin adik-adik sekolah dulu sampai tinggi"Indra sambil melirik ke Kiran.


(saat di teras rumah Indra sedang bengong sendirian)


"non Kiran kenapa diam saja ya apa ada kata-kata ku yang salah."Indra dalam hati.


"Hay bengong aja, kenapa Ndra?"Iwan yang tiba-tiba menepuk punggung Indra.


"eh kamu Wan,aku lagi mikirin non Kiran dia kenapa sih kok dari tadi diam saja?"Indra


"kamu ga peka apa kurang pinter sih Ndra?"Iwan tersenyum


"maksud kamu apa Wan?""Indra masih bingung dengan ucapan Iwan sahabatnya.


"Ndra,non Kiran itu suka sama kamu masa kamu tidak faham sih soal itu?"Iwan mulai serius menanggapi pertanyaan Indra.


"ah tidak mungkin lah,non Kiran itu siapa dan aku ini siapa Wan,aku tahu diri lah."Indra


"Ndra,cinta itu buta tak kenal kasta"Iwan.


"apa benar non Kiran suka sama aku itu tidak mungkin,"Indra berkata didalam hati


"Hay bengong lagi,sudah ah aku mau mandi hari sudah sore."Iwan pergi kekamar mandi.


(tinggal Indra sendiri duduk menyender di teras depan rumah)


"apa iya sih,non Kiran suka sama aku,walau aku juga suka sama dia tapi kan aku tidak berani dia kan anak bos."masih berbicara dalam hati


"mas,...mas..."Indra kaget saat ada seseorang yang memanggil dia.


"iya non,ada apa"Indra gugup karena baru sadar dari lamunannya.

__ADS_1


"disini jauh ga ke supermarket,aku mau beli kebutuhanku."Kiran malu-malu.indra pun paham itu.


"biar sari aja yang beli di warung non!"Indra


"enggak bisa mas,soalnya mau sekalian telfon ayah disini tidak ada sinyal handphone".Kiran menjelaskan


"tapi ini sudah mau malam non,ya sudah ayo kita ke supermarket,yang dekat dari sini."Indra.


lalu Indra masuk untuk mengambil kunci


"Li,aku mau ke supermarket mau ikut enggak?"Kiran


" kamu mau pergi sama siap Ran,?"Liliana


"sama mas Indra,mas Iwan lagi mandi soalnya,lagian kan yang tahu daerah sini mas Indra Li"Kiran


"ya sudah kalian pergi sebelum malam sana!aku tidak ikut"Liliana


"Ayuk non,keburu malam."kata Indra


"ya sudah aku pergi dulu ya Li."Kiran menuju mobil saat mau masuk mobil.


"mas Indra mau kemana?"Hendra adik laki-laki Indra


"mas mau anter non Kiran ke supermarket ada apa emangnya Hen?" Indra


"Hendra boleh ikut ga mas,Hendra pingin jalan-jalan naik mobil."Hendra polos.


"Hendra mau ikut,ya sudah Ayuk ikut,mba sari mau ikut enggak coba tanya dulu sana"Kiran


"memang boleh Mba kita ikut"HENDRA


Hendra pun lari kedalam rumah memanggil sari.


"terima kasih non,sudah mau ngajak adik-adik ku."Indra


"tidak usah berterima kasih mas,kita kan manusia biasa,sudah sewajarnya baik sama orang lain."Kiran


"Pasti tuan dan nyonya mendidik non dengan sangat baik jadi non tumbuh menjadi orang baik."indra.kiran hanya tersenyum.


"mas,,boleh aku tanya..?"Kiran berhadapan dengan Indra


"boleh non,mau tanya apa..?"Indra


"mba Kiran ayo kita sudah siap"Hendra dan sari tiba-tiba sudah berada dibelakang Kiran.


"oh ya sudah ayo nanti keburu malem lagi".Kiran dan mereka pergi ke supermarket.


Drett


Drett


"halo ayah,apa kabar ayah disana?"Kiran yang berbicara lewat telepon dengan pramudia ayahnya


"kata bi Iyem kamu sedang di desa Indra?"Pramudia


"iya yah,Kiran ingin liat desa,ayah kapan pulang dari Amerika?"Kiran

__ADS_1


"belum tau nak,kamu hati-hati ya sana,Indra ada kan ayah ingin bicara sama dia."Pramudia


"iya yah sebentar,mas ayah mau ngomong sama kamu"Kiran memberikan telfon kepada Indra.


"iya tuan ini saya Indra"Indra


"Ndra,tolong kamu jaga baik-baik putriku satu-satunya,jangan sampai dia kesepian ya,tolong beri dia kasih sayang yang selama ini kurang dia dapatkan dariku ayahnya."Pramudia


"baik tuan akan aku ingat pesan tuan"Indra


"mba,ayah mba sekarang berada di Amerika ya?"Hendra


"iya Hen, kenapa emangnya?"Kiran


"Amerika itu jauh banget ya mba,kapan ya Hendra bisa kesana"Hendra


"kalau Hendra juara kelas,mba janji akan bawa Hendra kemana pun mau."Kirana


"sari boleh ikut mba."sari antusias


"tentu tapi kalian harus janji tidak boleh bandel dan trus rajin bantu ibu ya!"Kiran


"iya mba kita janji"mereka berdua.Indra hanya tersenyum.


"kita sudah sampai ayo turun!"Indra trus membukakan pintu untuk Kiran.


"ayo kita masuk"Kiran mengajak Hendra dan sari,


mereka pun membeli apa pun ya mereka inginkan.


"Hendra banyak banget sih jajannya,kasian mba Kiran kan."Indra


"tidak apa-apa mas,biarkan saja sekali-kali ini,sudah tidak apa-apa Ayuk kita bayar"Kiran mengandeng tangan Hendra dan sari.


"Non,maaf kan adik-adik ku ya mereka sudah merepotkan non Kiran."Indra


"bisa enggak mas panggil Kiran saja saat berdua begini"Kiran


"maaf non,maksudnya bagaimana"Indra penasaran


"sudah lupakan saja,ayo kita bayar"Kiran trus menuju kasir untuk bayar belanjaan semua.


lalu mereka bersiap pulang, tiba-tiba ada yang meluk Indra,gadis cantik.


"mas Indra kamu apa kabar"Sofi masih memeluk Indra,Kiran merasa cemburu dengan adegan itu.indra trus liat Kiran.


"Sofi, lepaskan".Indra memaksa melepaskan pelukan Sofi.


"kenapa mas,aku kangen sama kamu" Sofi


"kita tidak ada hubungan apa-apa ya,jadi jangan ngaco kamu!"Indra


"kenapa..?apa kamu lupa sama aku"Sofi trus saja memeluk Indra.kiran hanya diam dan berpaing tidak ingin melihat mereka.indra melihat kesedihan Dimata Kiran.


"mas,ayo pulang nanti kemalaman dijalan"Hendra


"ya sudah ayo,maaf ya kita harus pulang dulu"Indra trus gandeng Hendra masuk kedalam mobil meninggal Sofi.

__ADS_1


sepanjang jalan Kiran hanya diam saja.paling berbicara hanya dengan Hendra dan sari.


Indra jadi merasa bersalah dengan diamnya Kiran.


__ADS_2