
Matriak perguruan teratai langit akhirnya tiba menyambut kedatangan perguruan tapak suci dan pedang langit .
"Selamat datang di perguruan teratai langit tetua Sun " Matriak teratai langit menjura kedua kepalan tangannya .
"maaf atas sambutan kami yang tidak sopan " lanjutnya .
"ah tidak apa apa Matriak , saat ini kami dalam keadaan tergesa gesa " Sun Yat sen langsung ingin ke pada topik pembahasan .
"apa itu tetua Sun , tampaknya kian sedang masalah , melihat beberapa rombongan kalian yang terluka , apakah terjadi pertempuran serius " Matriak sun memasang wajah serius melihat rombongan Ben Ao dalam keadaan buruk karena murid perguruan tapak suci yang dapat meloloskan diri banyak yang terluka .
"begini Matriak , saat ini perguruan tapak suci sedang di serang habis"an oleh perguruan bendera hitam , adapun mereka beberapa murid yang dapat kami selamatkan saat kami sedang menuju perguruan tapak suci , jumlah perguruan bendera hitam yang menyerang tidak main main , saya dan para murid tidak tidak cukup untuk membantu , setelah saya pergi sendiri untuk melihat keadaannya " Sun Yat sen langsung menjelaskan intinya .
Matriak perguruan teratai langit menghela nafas "apakah ini merupakan permintaan tolong kepada perguruan teratai langit kami tetua Sun " .
""bisa di bilang begitu , kiranya kemurahan hati Matriak , karena hanya perguruan teratai langit bantuan terdekat yang bisa kami tuju " ucap Sun yat sen memohon .
"meskipun kami datang membantu melihat keadaannya , apakah kita masi memiliki waktu? " Matriak pedang langit ragu karena mungkin saat ini perguruan tapak suci telah rata dengan tanah .
" segala kemungkinan patut di coba , dan hanya itu yang bisa kita harapkan " tegas Sun Yat sen.
"baik lah berapa kekuatan mereka , kami akan membantu semaksimal mungkin , karena kita sama sama dari aliran suci " Matriak perguruan langit menghela nafas .
" Meraka berjumlah sekitar seribu orang , dan puluhan ahli tingkat ke 2 awal pendukungnya " jelas Sun yat sen kembali .
" seribu pasukan dan puluhan ahli bisa menghancurkan tapak suci" tanya Matriak teratai langit heran . karena perguruan tapak suci selain banyak para ahli murid mereka juga ada kalo cuma sekitar 3000 murid .
sebelum Sun Yat sen berbicara salah seorang murid dari perguruan tapak yang selamat suci menyela , tercermin raut marah emosi dan sedih di wajahnya .
__ADS_1
"mohon maaf Matriak tetua , saya memotong pembicaraan anda ber dua , mereka menggunakan cara licik sebelum menyerang kami , mereka meracuni sumber air sebelumnya , dan saat akan menyerang mereka mengulurkan asap beracun mengelilingi perguruan kami dan juga panah panah yang meledakan asab beracun langsung menyerang kami "
"anda semua tungku sebentar saya akan menyiapkan para murid dan tetua " seolah Matriak teratai langit mengetahui situasinya saat ini .
Di butuhkan hanya beberapa menit akhirnya 1000 murid dalam , 200 murid inti dan juga Lima tetua siap melakukan penyelamatan perguruan tapak suci .
"saya sendiri akan memimpinnya , ayo kita semua segera selamatkan perguruan tapak suci " ajak Matriak pada semua orang yang hadir .
Mereka semuanya pun akhirnya berangkat menuju perguruan tapak suci , adapun murid yang terluka serius di tinggal kan di perguruan teratai langit, meskipun masih ingin tetap membantu , tetapi pada akhirnya mereka hanya jadi beban dan memperlambat perjalanan.
Setelah setengah hari perjalanan , akhirnya mereka semua sampai di perguruan tapak suci.
Pemandangan mengerikan yang di dapat , dapat di pastikan mereka semua terlambat, mereka semua yang mengepung perguruan tapak suci merasa ngeri , sakit hati dan sedih melihat keadaan perguruan tapak suci , hampir nyaris tak ada bangunan tersisa dan rata dengan tanah , mayat terbakar , berlumur darah dan bagian tubuh yang tidak lengkap membumbui suasana tragis itu .
Tetapi masih ada beberapa petinggi perguruan bendera hitam masih ada di tempat itu dan beberapa ratus muridnya disana , sedangkan yang lain telah kembali ke perguruan setelah merasa cukup terkendali , tetapi tidak di sangka bantuan dari lawan datang segitu banyaknya.
Hanya sekitar satu jam keadaan berhasil di kendalikan , semua anggota perguruan bendera hitam yang tinggal dapat disingkirkan , adapun pihak tapak suci yang menjadi sandra hanya beberapa tetua dan puluhan murid yang tersisa , adapun patriak perguruan tapak suci telah tewas setelah melindungi para murid dengan sekuat tenaga .
" Maaf kan kami tetua , kami datang terlambat , karena kami sesungguhnya tidak mengetahui hal ini jika tetua Sun dari pedang langit dan para murid perguruan tapak suci yang dapat menyelamatkan diri tidak datang ketempat kami " Matriak perguruan teratai langit menyesal merasa mereka terlambat.
"semuanya sudah menjadi takdir Matriak ,kami mengucapkan banyak terima kasih, setidaknya beberapa dari kami masih tersisa " salah satu tetua berbicara dengan wajah suram dan putus asa dan mata berkaca kaca .
"maafkan saya menanyakan hal ini tetua , apa tujuan mereka menyerang perguruan ini " Sun Yat sen yang hadir tidak mungkin tidak bertanya .
"itu sebenarnya "
tetua yang selamat bicara dengan nada terpotong se akan ragu .
__ADS_1
"Mereka menginginkan pusaka kitab tapak iblis , kitab tersebut peninggalan dari ras raja iblis kegelapan yang dulu di peroleh oleh leluhur kami , tetapi dapat disempurnakan menjadi kitab yang sesuai dengan aliran kebenaran oleh leluhur kami " meskipun sempat ragu tetua Tersebut merasa percuma untuk menyembunyikan nya .
"dasar aliran sesat baj*Ng*n hanya demi kekuatan mereka melakukan hal keji seperti ini " Raung sun Yat sen geram .
akhirnya setelah beberapa saat mereka membangun tenda tenda kecil untuk yang selamat dan sebagian bisa tinggal di bangunan yang tersisa .
Sebagian yang lain dengan rasa miris dan sedih membersihkan dan memakamkan korban dari pihak tapak suci, dan membakar mayat para anggota perguruan bendera hitam.
Para korban selamat dipastikan mengalami keracunan , untung saja setelah mengetahui apa yang terjadi sebelumnya Matriak teratai langit membawa beberapa ahli pengobatan untuk menangani hal ini .
Setelah perang dan dirasa semua kondisi telah di kendalikan , Matriak teratai langit meminta sebagian besar murid dan beberapa tetua kembali ke perguruan , dia juga merasa khawatir dengan perguruannya.
Saat ini Ben Ao sedang menyendiri di tebing tak jauh dari tenda tenda peristirahatan .
Dia merenung mengingat semua kejadian dan apa yang akan dia lakukan di masa depan .
tetapi tiba tiba dia merasa seolah ada yang mengawasinya di balik kegelapan dan pepohonan .
"Siapa di sana , keluarlah " berkata tenang tak merasa takut sekali .
beberapa saat tak ada jawaban .
wushh , Ben Ao pun bergerak cepat menuju tempat yang dia rasa ada seseorang yang mengawasinya .
"kamu mengetahuinya ya " ucap sosok yang di ketemukan Ben Ao dalam kegelapan .
...****************...
__ADS_1