
setelah 30 tahun menikah Ben MOI dengan Ling Ling akhirnya di karuniai seorang putra yang tampan dan juga memancarkan aura dewa yang berwibawa
kalo saja dewa senjata tak bergantian dengan Dewi teratai membuat sibuk Ben MOI tentu saja anaknya akan lahir setelah pernikahan
sayangnya kedua orang tua cerewetnya selalu membuat sibuk berlatih dan terus berlatih tanpa alasan yang jelas meskipun diya mempunyai firasat berkaitan dengan perasaan nya kepada yang seolah olah ada yg mengawasi
oooek oooe oooek tangisan bayi setengah dewa dan manusia yg nyaring membuat orang di sekitar nya bahagia dan penuh sukacita
" dengan ini aku akan memberikan nama BEN AO LING"
jederrrrr glegaaarrrr setelah Ben MOI memberikan nama petir menggelegar padahal siang hari yang cerah
"semoga yang ilahi memberkahi putraku yg perkasa ini , menjunjung tinggi kebenaran dan keluarga, hitamnya hitam keluarga dan putihnya putih keluarga "
jegerrrrr gleegarrr petir pun menggelegar kemudian
" sayang , kenapa harus teriak" di depan rumah sih, lihatlah dewa iri sehingga petir nampak ingin merebutnya" ucap Ling Ling manyun Sabil merasa lemas d atas ranjang nya
"hehe biar semesta tau bahwa disini terlahir seorang anak yang akan melindungi keluarga ini , jd bahkan dewapun GK akan berani menyentuh kita hehehe" jawab Ben MOI cengengesan
"udah udah , sini aku yang gendong , kamu cepat selesaikan tugas yang di beri ayahmu " potong Dewi teratai
"huft tidak adakah hari yang bahagia dan santai barang sekali sebentar Bu " sungut Ben MOI
"kamu tidak pantas dikasih waktu santai" jawab dewa senjata sambil ikut campur dan senyum pada cucunya
__ADS_1
hhaaah kalian " sungut Ben MOI sambil melenggang pergi
selama beberapa tahun Ben MOI ditugaskan d area tersembunyi keluarga walaupun tugas kadang" di tinggal begitu saja untuk menemui istrinya
"hmmt tampaknya benar firasatku selama ini , kalo tidak , buat apa aku melakukan begitu tugas yang berat " gumam Ben MOI dlm hati
selama ini dia ditugaskan untuk melatih kitab tanpa tanding dan berbagai kitab
bahkan dia juga di khusus kan menyalin semua kitab , dan beberapa rancangan senjata kelas dewa suci sampai senjata semesta
"aku harap ini semata mata buat warisan ke generasi selanjutnya bukan mengenai firasatku " gumam Ben MOI
deg deg bengggg
"eh ayah apa yang ayah lakukan di situ " ucap Ben MOI dengan kaget
"hahaha bagus kalo kamu menyadari " ucap dewa senjata
" kamu pasti selama ini penasaran atas tugas yg kamu berikan padamu " lanjut dewa senjata
" tentu saja , hhmt kira" sampai kapan dan seperti apa tugas ini selesai" tanya Ben MOI
"yakinlah jika saatnya tiba kamu berharap waktu yg lebih banyak dan lambat berlalu " ucap dewa senjata hilang di depan pandangan mata
" selalu misterius , dan datang tak di undang pergi tak di antar" rutuk Ben MOI seperti jailangkung
__ADS_1
sekarang aku coba dulu membuat cincin dimensi garis keturunan , tampaknya ini tugas yang harus dikerjakan dahulu menurut catatan , pikir Ben MOI
cincin dimensi keturunan merupakan sekuat dan sehebat apapun dewa maupun iblis dlm hal kekuatan dan Aray tak akan bisa membuka isi dan melihatnya kalo tidak di tetesi oleh darah keturunan
hari pun berganti tepat 40 tahun setelah utusan kekaisaran pertama datang
datanglah utusan kekaisaran langit ke dua
saat ini Ben MOI berkekuatan pada tingkat kaisar ke-2 dan telah menjalankan 50% tugas dari ayah nya
dan Ben Ao sudah berusia 5 thn
di dalam kediaman dewa kematian
" ada urusan apa kau kemari dewa perang " ucap dewa senjata dengan wajah acuh tak acuh
" zhezhezhe aih aih aih jangan kau membuat aku yang bersalah dewa perang , aku hanya menjalankan tugas " jawab dewa perang dengan wajah meledeknya
"cepat katakan saja tujuanmu " bentak dewa senjata
"baiklah dalam 5 tahun lagi senjata itu harus sudah jadi " jawab dewa perang serius dengan alis terkait
" apa kalian pikir ini sekedar membuat senjata kelas dewa biasa ,hah" bentak dewa perang
"aku hanya menyampaikan , jikalau itu tidak terbuat , hukuman kaisar akan datang " weng kabut buram muncul dan dewa perang menghilang
__ADS_1